|
|
#1 |
|
Super Moderator
Join Date: Feb 2010
Posts: 549
![]() ![]() ![]() |
Berilah yang terbaik untuk konsumen maka kebaikan itu akan terkenang sepanjang masa. Prinsip itu sepertinya yang dilakukan oleh Sahjan Husin (70), pemilik bengkel Vespa Mulia Motor yang terletak di Jalan Raya Bogor No. 24 A, Kramatjati, Jakarta Timur. Berkat memberikan pelayanan yang terbaik kepada konsumen, bengkel Vespa ini bisa bertahan hingga mencapai usia seperempat abad. Dari pelayanan yang terbaik itu pula, bengkel Vespa Mulai Motor tidak asing bagi penggemar Vespa yang berada di Jabodetabek. Bengkel ini letaknya persis di depan markas Direktorat Pembekalan Angkutan (Ditbekang) TNI AD, Kramatjati. Selain memberikan pelayanan yang terbaik, ketenaran bengkel vespa ini juga karena menjual spare part dan ongkos service dengan harga yang murah. Uniknya lagi, bengkel ini juga kadang menerapkan pembulatan nominal harga spare part atau ongkos service ke nilai yang terendah. Contoh, jika ongkos dan harga spare part mencapai Rp. 62 ribu maka akan dibulatkan menjadi hanya Rp. 60 ribu saja. Sudah begitu, konsumen juga akan diberikan air putih kemasan gelas, sebagai apresiasi telah mendatangi bengkel Vespa tersebut. Menurut Sahjan Husin, pada awalnya Mulia Motor adalah bengkel sepeda motor yang tidak mengkhususkan satu merk sepeda motor saja. Jadi, kala itu sepeda motor merk apapun bisa diservice dan diperbaiki di Bengkel Mulia Motor. Namun karena dirinya memiliki hobi dan sangat suka terhadap sepeda motor Vespa. Ditambah, saat itu ia berkenalan dengan orang yang memiliki keahlian memperbaiki Vespa, maka pada tahun 1987, Sahjan fokus hanya memperbaiki sepeda motor Vespa. Dua orang yang ahli memperbaiki Vespa tersebut adalah Amri dan Bahruzi. Bahkan keduanya didapuk menjadi mekanik di Mulia Motor. Namun mekanik yang bertahan hingga kini adalah Bahruzi, karena Amri, telah meninggal dunia. Sabagai penggantinya, Bahruzi dibantu dua mekanik lain yakni Edi dan Masno. Membuka bengkel spesialis Vespa, sambung Sahjan, ada dua sisi yang selalu menyertainya, yakni enak dan tidak enak. Akan mendapatkan perasaan enak jika menemukan pelanggan yang tidak menawar saat berbelanja spare part atau service kendarannya. Sementara yang sangat tidak enak adalah mendapatkan pelanggan yang berperilaku sangat rewel dan selalu tidak puas terhadap harga spare part dan service yang diberikan. Padahal dibanding bengkel lainnya, harga spare part yang dijual Sahjan sangat murah bahkan kadang mendapat potongan harga. “Enggak enaknya lagi, ketemu langganan yang sudah rewel kadang ngutang lagi,” selorohnya. Mengenai pelanggan yang utang, Sahjan bahkan memperlihatkan bon-bon yang hingga kini belum dibayar oleh pelanggannya. Biasanya pelanggan akan mengutang ketika mengalami kekurangan uang. Utang yang dilakukan pelanggan tersebut juga berkisar mulai dari Rp. 50 hingga Rp. 300 ribu. Tidak enaknya lagi, lanjut Sahjan, ketika mendapatkan konsumen yang melakukan tes drive usai disservice, namun langsung pergi dan tidak kembali lagi untuk membayar ongkos dan spare part yang dibelinya. Namun Sahjan tetap optimis, bila memang rejekinya, maka utang-utang tersebut akan dibayar oleh pelanggannya, walaupun sudah berumur puluhan bulan. Ini dibuktikan oleh salah satu langganannya yang mempunyai utang sebanyak Rp. 300 ribu, dan sudah mencapai 4 tahun, namun tetap dibayarnya. “Kalau enggak bayar, kita anggap bukan rejeki saja,” ujarnya. Walaupun sering menemui permasalahan yang tidak menyenangkan, Sahjan mengaku akan tetap akan menekuni usaha bengkel Vespanya hingga ajal menjemput. Sementara tiga anaknya, sayangnya, tidak ada yang tertarik terhadap bengkel Vespa. “Mau alih profesi, tangggung, sudah tua. Jadi lanjutkan apa adanya,” paparnya. Terkait dengan ketertarikannya pada Vespa, Sahjan menuturkan, Vespa adalah kendaraan yang sangat nyaman untuk dikendarai. Selain itu, Vespa juga kendarainya santai, sehingga tidak terpengaruh untuk melakukan aksi kebut-kebutan. “Vespa juga kendaraan yang aman dari tindak pencurian. Kita parkir di mana pun tidak ada yang ambil,” jelasnya. Sementara itu menurut Bahruzi, perbaikan service kendaraan Vespa di bengkelnya mengalami penurunan belakangan ini. Hal itu lantaran, banyak anak baru gede (ABG) yang sudah bisa memperbaiki sepeda motornya sendiri. Apalagi Vespa termasuk kendaraan yang sangat mudah untuk diperbaiki sendiri, karena mesinnya kecil dan tidak sulit. “Empat tahun belakangan ini sepi, karena banyak ABG-ABG yang bisa service motornya sendiri,” kata Bahruzi, yang telah mengabdi di bengkel tersebut selama 23 tahun. source : tnol.co.id
__________________
Gabung juga di milis Gila Motor : http://groups.google.com/group/gila-motor-mailing-list Follow Gila Motor juga di Twitter : @gilamotor
|
|
|
|
|
|
#2 |
|
GiLMot HoLic
Join Date: Jun 2010
Posts: 247
![]() |
|
|
|
|
|
|
#3 |
|
Newbie
Join Date: Jan 2011
Location: Bekasi
Posts: 8
![]() |
SALUT dengan kesabaran-nya Gan
![]() ![]()
|
|
|
|
|
|
#4 |
|
GiLMot HoLic
Join Date: Jan 2010
Posts: 229
![]() ![]() |
Maju teruss..
Emang kalau usaha dilakukan dengan hati, semuanya akan lancar.. |
|
|
|
![]() |
| Tags |
| bengkel vespa, vespa |
| Thread Tools | Search this Thread |
|
|