<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Gila Motor &#187; Legends</title>
	<atom:link href="http://gilamotor.com/category/wawancara/legends/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://gilamotor.com</link>
	<description>Gilamotor</description>
	<lastBuildDate>Sun, 05 Feb 2012 09:22:37 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>In Memoriam : Michael Iskandar : Sang Guru Besar Otomotif Indonesia</title>
		<link>http://gilamotor.com/2010/07/in-memoriam-michael-iskandar-om-chia-sang-guru-besar-otomotif-indonesia/</link>
		<comments>http://gilamotor.com/2010/07/in-memoriam-michael-iskandar-om-chia-sang-guru-besar-otomotif-indonesia/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 19 Jul 2010 08:21:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator></dc:creator>
				<category><![CDATA[Legends]]></category>
		<category><![CDATA[headline]]></category>
		<category><![CDATA[In Memoriam Michael Iskandar]]></category>
		<category><![CDATA[Maria Elisabeth]]></category>
		<category><![CDATA[Michael Iskandar]]></category>
		<category><![CDATA[om chia]]></category>
		<category><![CDATA[Suzuki Racing Team]]></category>
		<category><![CDATA[tim Suzuki]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gilamotor.com/?p=8057</guid>
		<description><![CDATA[Disiplin, tidak pelit ilmu dan selalu mencari inovasi baru tanpa kenal waktu. Mungkin itulah sebagian karakter yang ada dalam diri guru besar tuner Indonesia, almarhum Michael Iskandar atau yang akrab disapa Om Chia.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="_mcePaste" style="position: absolute; left: -10000px; top: 0px; width: 1px; height: 1px; overflow-x: hidden; overflow-y: hidden;">In Memoriam : Michael Iskandar (Om Chia) : Sang Guru Besar Otomotif Indonesia</div>
<div id="_mcePaste" style="position: absolute; left: -10000px; top: 0px; width: 1px; height: 1px; overflow-x: hidden; overflow-y: hidden;">Disiplin, tidak pelit ilmu dan selalu mencari inovasi baru tanpa kenal waktu. Mungkin itulah sebagian karakter yang ada dalam diri guru besar tuner Indonesia, almarhum Michael Iskandar. Kakek yang biasa disapa Om Chia ini banyak melahirkan inovasi dan trik-trik mengorek mesin motor. Bahkan menjelang tutup usia, dirinya sempat menghasilkan karya dan transfer ilmu kepada generasi muda balap motor Indonesia.</div>
<div id="_mcePaste" style="position: absolute; left: -10000px; top: 0px; width: 1px; height: 1px; overflow-x: hidden; overflow-y: hidden;">Berkarya dengan sepenuh hati dengan tujuan memajukan dunia balap Indonesia, sekaligus mentransfer ilmunya kepada generasi muda, tak pernah sedikitpun terbesit rasa lelah diwajahnya kendati dirnya telah memasuki usia senja. Bahkan sebelum Yang Maha Kuasa memanggil nya saat tubuhnya tergolek lemah di ranjang rumah sakit, dirinya masih bisa bekarya dan memberikan ilmunya kepada rekan-rekanya.</div>
<div id="_mcePaste" style="position: absolute; left: -10000px; top: 0px; width: 1px; height: 1px; overflow-x: hidden; overflow-y: hidden;">Seluruh karyanya murni keluar dari otaknya dengan perhitungan yang matang. Bukan asal tebak, namun semuanya merupakan hasil penghitungan dan rekayasa teknis yang mengacu pada rumusan motor bakar.</div>
<div id="_mcePaste" style="position: absolute; left: -10000px; top: 0px; width: 1px; height: 1px; overflow-x: hidden; overflow-y: hidden;">Sejak tahun 1949, Om Chia menjadi pembalap yang membawa bendera Suzuki. Loyalitasnya pada profesi yang dijalani melahirkan keparcayaan dah hasil yang maksimal. Hingga akhirnya pada tahun 60-an Om Chia berputar haluan, namun tetap dalam koridor dunia balap dengan menjadi mekanik. Sejak saat itu, karirnya terus meningkat dan terus berkreasi sesuai iklim balap Indonesia dan mengawal berbagai pembalap tanah air.</div>
<div id="_mcePaste" style="position: absolute; left: -10000px; top: 0px; width: 1px; height: 1px; overflow-x: hidden; overflow-y: hidden;">Namanya yang dikenal sebagai pembalap Suzuki ditahun 1949, kemudian berlanjut menjadi bagian tim riset balap motor Suzuki di tahun 1963 dan juga sebagai tokoh dibelakang suksesnya prestasi balap motor Indonesia.</div>
<div id="_mcePaste" style="position: absolute; left: -10000px; top: 0px; width: 1px; height: 1px; overflow-x: hidden; overflow-y: hidden;">Hasil riset nya berhasil membawa Suzuki Shogun dan Smash menjadi momok yang menakutkan bagi lawannya di balapan Indoprix, bersama Tim Suzuki TOP1 BRT SHC FDR Chia Felix. Selain itu, Om Chia juga pernah menyabet gelar Juara Asia pada 2008 silam bersama pembalapnya Owie Nurhuda.</div>
<div id="_mcePaste" style="position: absolute; left: -10000px; top: 0px; width: 1px; height: 1px; overflow-x: hidden; overflow-y: hidden;">Dimasa hidupnya, pria yang memiliki nama kecil Tjia Guan Hong ini dikenal sebagai orang yang paling rapi dalam segala hal. Bahkan saat dirinya bekerja dengan baju berwarna putih, bisa dipastikan nyaris tak ada kotoran sedikitpun yang menempel di bajunya.</div>
<div id="_mcePaste" style="position: absolute; left: -10000px; top: 0px; width: 1px; height: 1px; overflow-x: hidden; overflow-y: hidden;">Dan yang mungkin tak diketahui banyak orang, masa muda Om Chia pernah menjadi anak band. Ya, selain jago ngoprek mesin motor, Om Tjia juga jago memainkan alat musik gitar dan ukulele. Bahkan hampir tiap malam minggu, Om Chia tidak pernah absen untuk menggelar pertunjukan internal bersama rekan-rekannya.</div>
<div id="_mcePaste" style="position: absolute; left: -10000px; top: 0px; width: 1px; height: 1px; overflow-x: hidden; overflow-y: hidden;">Om Chia mulai sakit-sakitan setelah ditinggal sang Isteri tercinta, Maria Elisabeth pada tahun 2009 silam. Hingga akhirnya Om Chia mengehembuskan nafas terakhirnya di RS Prima Medika Denpasar, Bali, setelah sempat menjalani perawatan intensif di rumah sakit.</div>
<div id="_mcePaste" style="position: absolute; left: -10000px; top: 0px; width: 1px; height: 1px; overflow-x: hidden; overflow-y: hidden;">Kake 11 cucu ini menghembuskan nafas terakhirnya diusia yang ke 84 tahun karena menderita komplikasi kanker prostat pada 4 Mei 2010 silam di Denpasar, Bali. Jenazah Om Chia dimakamkan di pemakaman Sandiego Hill, Karawang Barat.</div>
<div id="_mcePaste" style="position: absolute; left: -10000px; top: 0px; width: 1px; height: 1px; overflow-x: hidden; overflow-y: hidden;">Tak banyak dan bahkan mungkin tak ada orang yang mampu menggantikan dirinya dalam dunia balap tahan air. Prinsip berbagi ilmu yang selalu dipegangnya, membuat dirinya terus berusaha mencari inovasi baru.</div>
<div id="_mcePaste" style="position: absolute; left: -10000px; top: 0px; width: 1px; height: 1px; overflow-x: hidden; overflow-y: hidden;">Menurut sang guru besar yang kini telah meninggalkan insan otomotif Indonesia untuk selamanya, jangan pernah pelit berbagi ilmu kepada siapa pun, termasuk pada kompetitor sekalipun. Karena dengan kemampuan dan ilmu kompetitor yang bertambah akan memacu kita untuk terus mencari inovasi untuk terus berada diatas kompetitor. Sehingga tak ada ilmu yang monoton atau tertahan di satu pihak saja.</div>
<div id="_mcePaste" style="position: absolute; left: -10000px; top: 0px; width: 1px; height: 1px; overflow-x: hidden; overflow-y: hidden;">Segala sukses yang diraihnya merupakan hasil kerja keras yang dipadukan dengan sifat mandiri, disiplin dan loyalitasnya pada pekerjaan.</div>
<div id="_mcePaste" style="position: absolute; left: -10000px; top: 0px; width: 1px; height: 1px; overflow-x: hidden; overflow-y: hidden;">Sejak kepergian Om Chia, dunia motorsport Indonesia berduka karena kehilangan salah satu putra terbaiknya yang dikenal piawai dalam hal riset dan pengembangan mesin balap motor under bone. Catatan sejarah kiprahnya dalam dunia balap motor Indonesia ini mungkin hanya secuil dari cerita tentang diri Almarhum. Masih banyak dan sangat banyak yang belum dituliskan untuk mengenang dan mengabadikan nama sang Guru Besar, Michael Iskandar atau Om Chia.</div>
<div id="_mcePaste" style="position: absolute; left: -10000px; top: 0px; width: 1px; height: 1px; overflow-x: hidden; overflow-y: hidden;">Selamat Jalan Om Chia, Doa Kami Menyertai Kepergian Mu</div>
<div id="_mcePaste" style="position: absolute; left: -10000px; top: 0px; width: 1px; height: 1px; overflow-x: hidden; overflow-y: hidden;">Sumber : Berbagai Sumber</div>
<div id="_mcePaste" style="position: absolute; left: -10000px; top: 0px; width: 1px; height: 1px; overflow-x: hidden; overflow-y: hidden;">Foto : Detikoto</div>
<p><span style="background-color: #ffffff;">Disiplin, tidak pelit ilmu dan selalu mencari inovasi baru tanpa kenal waktu. Mungkin itulah sebagian karakter yang ada dalam diri guru besar tuner Indonesia, almarhum Michael Iskandar. Kakek yang biasa disapa Om Chia ini banyak melahirkan inovasi dan trik-trik mengorek mesin motor. Bahkan menjelang tutup usia, dirinya sempat menghasilkan karya dan transfer ilmu kepada generasi muda balap motor Indonesia. </span></p>
<p>Berkarya dengan sepenuh hati dengan tujuan memajukan dunia balap Indonesia sekaligus mentransfer ilmunya kepada generasi muda, tak pernah sedikitpun terbesit rasa lelah diwajahnya kendati dirinya telah memasuki usia senja. Bahkan sebelum Yang Maha Kuasa memanggil nya saat tubuhnya tergolek lemah di ranjang rumah sakit, dirinya masih bisa bekarya dan memberikan ilmunya kepada rekan-rekanya.</p>
<p>Seluruh karyanya murni keluar dari otaknya dengan perhitungan yang matang. Bukan asal tebak, namun semuanya merupakan hasil penghitungan dan rekayasa teknis yang mengacu pada rumusan motor bakar.</p>
<p>Sejak tahun 1949, Om Chia menjadi pembalap yang membawa bendera Suzuki. Loyalitasnya pada profesi yang dijalani melahirkan keparcayaan dah hasil yang maksimal. Hingga akhirnya pada tahun 60-an Om Chia berputar haluan, namun tetap dalam koridor dunia balap dengan menjadi mekanik. Sejak saat itu, karirnya terus meningkat dan terus berkreasi sesuai iklim balap Indonesia dan mengawal berbagai pembalap tanah air.</p>
<p>Namanya yang dikenal sebagai pembalap Suzuki ditahun 1949, kemudian berlanjut menjadi bagian tim riset balap motor Suzuki di tahun 1963 dan juga sebagai tokoh dibelakang suksesnya prestasi balap motor Indonesia.</p>
<p><span style="background-color: #ffffff;">Hasil riset nya berhasil membawa Suzuki Shogun dan Smash menjadi momok yang menakutkan bagi lawannya di balapan Indoprix, bersama Tim Suzuki TOP1 BRT SHC FDR Chia Felix. Selain itu, Om Chia juga pernah menyabet gelar Juara Asia pada 2008 silam bersama pembalapnya Owie Nurhuda.</span></p>
<p><span style="background-color: #ffffff;">Dimasa hidupnya, pria yang memiliki nama kecil Tjia Guan Hong ini dikenal sebagai orang yang paling rapi dalam segala hal. Bahkan saat dirinya bekerja dengan baju berwarna putih, bisa dipastikan nyaris tak ada kotoran sedikitpun yang menempel di bajunya.</span></p>
<p><span style="background-color: #ffffff;">Dan yang mungkin tak diketahui banyak orang, masa muda Om Chia pernah menjadi anak band. Ya, selain jago ngoprek mesin motor, Om Tjia juga jago memainkan alat musik gitar dan ukulele. Bahkan hampir tiap malam minggu, Om Chia tidak pernah absen untuk menggelar pertunjukan internal bersama rekan-rekannya.</span></p>
<p><span style="background-color: #ffffff;">Om Chia mulai sakit-sakitan setelah ditinggal sang Isteri tercinta, Maria Elisabeth pada tahun 2009 silam. Hingga akhirnya Om Chia mengehembuskan nafas terakhirnya di RS Prima Medika Denpasar, Bali, setelah sempat menjalani perawatan intensif di rumah sakit.</span></p>
<p><span style="background-color: #ffffff;">Kake 11 cucu ini menghembuskan nafas terakhirnya diusia yang ke 84 tahun karena menderita komplikasi kanker prostat pada 4 Mei 2010 silam di Denpasar, Bali. Jenazah Om Chia dimakamkan di pemakaman Sandiego Hill, Karawang Barat.</span></p>
<p><span style="background-color: #ffffff;">Tak banyak dan bahkan mungkin tak ada orang yang mampu menggantikan dirinya dalam dunia balap tahan air. Prinsip berbagi ilmu yang selalu dipegangnya, membuat dirinya terus berusaha mencari inovasi baru.</span></p>
<p><span style="background-color: #ffffff;">Menurut sang guru besar yang kini telah meninggalkan insan otomotif Indonesia untuk selamanya, jangan pernah pelit berbagi ilmu kepada siapa pun, termasuk pada kompetitor sekalipun. Karena dengan kemampuan dan ilmu kompetitor yang bertambah akan memacu kita untuk terus mencari inovasi untuk terus berada diatas kompetitor. Sehingga tak ada ilmu yang monoton atau tertahan di satu pihak saja.</span></p>
<p><span style="background-color: #ffffff;">Segala sukses yang diraihnya merupakan hasil kerja keras yang dipadukan dengan sifat mandiri, disiplin dan loyalitasnya pada pekerjaan.</span></p>
<p><span style="background-color: #ffffff;">Sejak kepergian Om Chia, dunia motorsport Indonesia berduka karena kehilangan salah satu putra terbaiknya yang dikenal piawai dalam hal riset dan pengembangan mesin balap motor under bone. Catatan sejarah kiprahnya dalam dunia balap motor Indonesia ini mungkin hanya secuil dari jutaan kisah tentang diri Almarhum. Masih banyak dan sangat banyak yang belum dituliskan untuk mengenang dan mengabadikan nama sang Guru Besar, Michael Iskandar atau Om Chia.</span></p>
<p><span style="background-color: #ffffff;">Selamat Jalan Om Chia, Doa Kami Menyertai Mu.</span></p>
<p><span style="background-color: #ffffff;"><em>Sumber : Berbagai Sumber</em></span></p>
<p><em>Foto : Detikoto</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gilamotor.com/2010/07/in-memoriam-michael-iskandar-om-chia-sang-guru-besar-otomotif-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Johnny Pranata : Si Kucing Dari Lombok</title>
		<link>http://gilamotor.com/2010/02/si-kucing-dari-lombok/</link>
		<comments>http://gilamotor.com/2010/02/si-kucing-dari-lombok/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 15 Feb 2010 05:53:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator></dc:creator>
				<category><![CDATA[Legends]]></category>
		<category><![CDATA[imi]]></category>
		<category><![CDATA[IMI Racing Academy]]></category>
		<category><![CDATA[johnny pranata]]></category>
		<category><![CDATA[Motocross]]></category>
		<category><![CDATA[motokros]]></category>
		<category><![CDATA[motor kross]]></category>
		<category><![CDATA[sirkuit pondok cabe]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gilamotor.com/?p=4483</guid>
		<description><![CDATA[Dari pembalap motor jalan raya kala remaja dan menemukan tambatan karir di dunia balap motor penggaruk tanah, menjadi warna perjalanan sang legenda motokros tanah air. Kini "Si Kucing" Johnny Pranata menjadi kepala sekolah IMI Racing Academy.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Siapa yang tak kenal dengan lelaki satu ini. Namanya kian berkibar dalam karir balap motokros baik di tanah air maupun manca negara.</p>
<p>Adalah Johnny Pranata, pria asal lombok ini memulai karir dalam ajang balap motor penggaruk tanah sejak berusia 18 tahun. Sejak saat itu pula, dirinya kian tak tertahankan oleh rival-rival nya. Begitu banyak prestasi dan gelar juara yang pernah dikantonginya.</p>
<p>“Nyali,” sebut Johnny Pranata saat ditanyai kunci kesuksesannya selama ini di dunia balap motokros. Tentunya tak sekadar nyali semata karena Johnny yang juga kepala sekolah IMI akademi racing ini memiliki segudang talenta dan skill.</p>
<p>Berbekal nyali alias kenekatan itu pula, Johnny memilih hijrah dari kampung halamannya di Lombok untuk pindah ke Surabaya. “Saya membawa badan saja ke sana, orang tua di Lombok sebenarnya tak setuju saya balapan,” kenangnya. Ia diboyong oleh tim Yamaha Pit Corner untuk menjadi salah satu pembalap mereka.</p>
<p>Ketertarikannya dengan motor penggaruk tanah seperti halnya para remaja pada umumnya. Johnny di kala muda gemar ngebut di jalanan utama kota Lombok. “Tipikal kenakalan remaja pada saat itulah, nggak pernah bisa diam di rumah,” jelasnya.</p>
<p>Beruntung, penawar racun kenakalan tersebut ditemukan. Temannya dari Bali meminjamkannya sebuah motor trail. Ia pun tertarik untuk pindah medan laga dari jalanan ke trek tanah. “Kebetulan pada saat itu perlombaan motokros lagi hangat-hangatnya di berbagai daerah, terutama pulau Jawa,” ujarnya.</p>
<p>Sekali-sekalinya ia ikut lomba balapan motokross lokal di Nusa Tenggara Barat, gelar runner up sukses digondolnya pada tahun 1981. Salah satu pemandu bakat dari Surabaya kepincut dengan hasil yang diraihnya. Akhirnya tim balap Yamaha Pit Corner menjadi tim pertama yang meminangnya.</p>
<p>Melihat, bertanya, dan belajar sendiri, adalah tiga hal yang dilakukan Johnny pada awal karirnya sebagai pembalap hijau. Merasa tak puas, ia putuskan untuk belajar dengan pembalap motokros jaman dulu, Bandung Sunggoro. Sejak itu ia menikmati kiprah di berbagai tim besar motocross tanah air dan bisa melalang buana menjajal tanah negeri Paman Sam.</p>
<p>Bagi Johnny yang punya julukan ‘Si Kucing’, memandang motokros adalah olah raga keras. Saat-saat awal karirnya, Johnny selalu ngotot mengeluarkan segala kemampuannya ketika berlatih. Terkadang ia melewati batas kemampuannya hingga harus mencicipi aneka cedera. “Tapi kalau tidak begitu tak akan bisa memahami tantangan olahraga ini,” ujarnya.</p>
<p>Apapun bakal dilakukan Johnny agar bisa hidup dari motokros. Termasuk menjadi montir di bengkel tim Yamaha Pit Corner yang menjadi tim balapnya. Di luar balapan, Johnny menghabiskan waktunya mengoprek motor-motor trail di bengkel. Selepas berlatih, mengutak-atik setingan mesin motor trail tim balapnya nejadi rutinitas yang ia jalani.</p>
<p>Berbekal ilmu yang didapat dari pekerjaan sambilannya menjadi montir motor trail di tim balapnya, ia menjadi lebih mengerti setingan motor trail untuk balapan. Ketika para pembalap lainnya harus berkonsultasi kepada tim mekanik saat terjadi keanehan pada motor trail, Johnny langsung tahu apa yang harus dilakukan kepada motornya. “seorang pembalap sangat wajib menjadi pacar luar dalam dengan mesin motornya,” jelasnya.</p>
<p>Berkat keuletannya, ia menjadi pembalap bersinar di berbagai kejuaraan nasional dan seri balapan di tanah air. Mulai tahun 1988 sampai 1990, semua seri balapan, termasuk Indonesia Motocross Championship di sirkuit Sentul memperebutkan tropi Menpora selalu didominasinya. “Hampir semua gelar ketika itu saya rebut,” ujarnya malu-malu.</p>
<p>Era akhir 1980-an hingga pertengahan 1990-an merupakan era keemasan Johnny dalam berbagai balapan motocross di tanah air dan Asean.</p>
<p>Bersama manajer balapan John Laksana, ia juga berhasil mengetes kemampuan di negeri Paman Sam, Amerika Serikat, bersama puluhan kroser dunia. Hadir sebagai juara kandang di Indonesia, Johnny merasakan betapa kerasnya olahraga motocross kelas dunia. Hebatnya, ia bisa merangsek finis ke enam dari seluruh peserta di stadium Colloseum, Los Angeles, tahun 1991.</p>
<p>Pada awal 1990-an, Johnny lebih banyak menderita cedera panjang. Namun pada tahun 1993 hingga 1995, si Kucing mendominasi di hampir seluruh seri balapan kejuaraan nasional motokros saat itu. Pada tahun 1997 dan 1998, performa Johnny mulai menurun dan akhirnya memutuskan pensiun dari trek balap.</p>

<a href='http://gilamotor.com/2010/02/si-kucing-dari-lombok/jonny-pranata-3/' title='Jonny Pranata 3'><img width="150" height="150" src="http://gilamotor.com/wp-content/uploads/2010/02/Jonny-Pranata-3-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="" title="Jonny Pranata 3" /></a>
<a href='http://gilamotor.com/2010/02/si-kucing-dari-lombok/jonny-pranata-2/' title='Jonny Pranata 2'><img width="150" height="150" src="http://gilamotor.com/wp-content/uploads/2010/02/Jonny-Pranata-2-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="" title="Jonny Pranata 2" /></a>

<p><strong>Menjadi Kepala Sekolah</strong></p>
<p>Pensiun tak berarti Johnny meninggalkan trek balap selamanya. Ia beralih menjadi manajer di tim balap dari Balikpapan hingga menangani tim Pertamina milik Helmy Sungkar. Saat ini ia telah menjadi kepala sekolah dari IMI Racing Academy yang menggembleng para kroser muda dari seluruh tanah air.</p>
<p>Ia harus mendidik para kroser muda mulai dari usia 7 tahun hingga belasan tahun. Ada sekitar 32 kroser muda menimba ilmu di akademi yang berpusat di sirkuit Pondok Cabe. Ia harus cerdik memahami tabiat para kroser muda untuk memompa semangat agar giat berlatih. Johnny membangun kebersamaan dengan para muridnya seperti seorang ayah dan anak.</p>
<p>Karakter murid-muridnya diharapkan Johnny bisa menjadi kartu truf kala bertanding. “Etos bertanding dan berlatih harus secara total,” jelasnya. Sehebat apapun motor trail sang pembalap, tak akan bisa menjamin sebuah kesuksesan.</p>
<p>“Motor sekadarnya pun bisa juara jika pembalap bertalenta dan memiliki usaha dan kerja keras,” tambahnya lagi. Siapapun menurut Johnny bisa menggapai mimpi menjadi pembalap motokros sukses seperti dirinya. “Jangan sekali-kali berdiam diri. Jika tak punya motor trail bisa meminjam untuk berlatih. Ingat, keberhasilan akan datang jika ada kemauan keras,” pesan sang legenda motokros ini.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gilamotor.com/2010/02/si-kucing-dari-lombok/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>In Memoriam: Daijiro Kato, Gugur Sebagai Legenda MotoGP</title>
		<link>http://gilamotor.com/2009/12/daijiro-kato-gugur-sebagai-legenda-motogp/</link>
		<comments>http://gilamotor.com/2009/12/daijiro-kato-gugur-sebagai-legenda-motogp/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 09 Dec 2009 23:08:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>content</dc:creator>
				<category><![CDATA[Legends]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gilamotor.com/?p=2951</guid>
		<description><![CDATA[Bertarung hingga desah nafas terakhir. Itulah sebuah ilustrasi bagaimana tegarnya seorang ksatria berlaga meski harus mengorbankan nyawanya demi sebuah kejayaan. Seorang pembalap Jepang bernama Daijiro Kato, telah menyajikan sebuah drama memilukan hati kepada dunia, betapa totalitasnya bertarung harus berakhir setelah ajal menjemputnya di lintasan balap. Pada musim balap GP 2003, dunia dipaksa menyaksikan seorang pembalap [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Bertarung hingga desah nafas terakhir. Itulah sebuah ilustrasi bagaimana tegarnya seorang ksatria berlaga meski harus mengorbankan nyawanya demi sebuah kejayaan. Seorang pembalap Jepang bernama Daijiro Kato, telah menyajikan sebuah drama memilukan hati kepada dunia, betapa totalitasnya bertarung harus berakhir setelah ajal menjemputnya di lintasan balap. Pada musim balap GP 2003, dunia dipaksa menyaksikan seorang pembalap berbakat dan calon juara dunia harus tergeletak dengan motornya yang hancur berkeping-keping.</p>
<div id="attachment_2959" class="wp-caption alignnone" style="width: 310px"><img class="size-medium wp-image-2959" src="http://gilamotor.com/wp-content/uploads/2009/12/daijiro-kato1-300x224.jpg" alt="kato beraksi" width="300" height="224" /><p class="wp-caption-text">kato beraksi</p></div>
<p>Daijiro Kato lahir di Saitama pada 4 Juli 1976. Awal karir balapnya dimulai sejak ia berumur 3 tahun. Pada tahun 1979, itu ia telah berlatih mengendarai motor pocket bike dan di usia 5 tahun ia telah mengikuti kejuaraan balap pocket bike bahkan sering menjadi juara. Saat usia 11 tahun ia mulai berlomba dengan mengendarai motor minibike, dan berhasil menjuarai semua kelas yang dilombakan di daerahnya.</p>
<div id="attachment_2967" class="wp-caption alignnone" style="width: 310px"><img class="size-medium wp-image-2967" src="http://gilamotor.com/wp-content/uploads/2009/12/n490881_229971_MotoGP+riders+gather+in+Misano+to+pay+tribute+to+Daijiro+Kato-1280x960-aug29.jpg._original.original-300x225.jpg" alt="pembalap motogp melakukan penghormatan terhadap kato di misano" width="300" height="225" /><p class="wp-caption-text">pembalap motogp melakukan penghormatan terhadap kato di misano</p></div>
<p>Tahun 1998, ia turun di GP 250 cc di GP Jepang sebagai pembalap wild card, dan berhasil menjuarainya. Pada tahun 2000 ia mengikuti GP 250 cc secara penuh dengan bergabung dalam tim Axo Honda Gresini. Hasilnya, ia berhasil menduduki peringkat 3 dunia dikelas tersebut dengan 259 poin dan 4 kali juara seri yaitu di sirkuit Suzuka (Jepang), sirkuit Estoril (Portugal), sirkuit Nelson Piquet (Brasil), dan sirkuit Motegi (Jepang).</p>
<p><img class="alignnone size-medium wp-image-2969" src="http://gilamotor.com/wp-content/uploads/2009/12/610x-300x199.jpg" alt="58121454" width="300" height="199" /></p>
<p>Pada tahun 2001, dengan bergabung dengan tim Telefonica Movistar Honda dan mengendarai Honda NSR 250 pembalap bernomor 74 ini, meraih gelar juara dunia GP 250 cc. Ia meraih 11 kemenangan dari 16 seri yang dilombakan dan merebut 322 poin. Tahun 2002 ia pindah ke kelas MotoGP, bergabung dengan tim Fortuna Honda Gresini dan mengendarai Honda NSR 500 ia mampu menyaingi pembalap pabrikan Honda dan pabrikan lainnya yang menggunakan motor 4 tak 990 cc. Di pertengahan musim ia mendapat jatah Honda RC211V 4 tak 990 cc, dan langsung meraih posisi kedua di sirkuit Brno GP Ceko.</p>
<p>Musim 2003 ia membalap dalam tim yang sama dengan sponsor baru Telefonica Movistar dan turun penuh dengan RC211V. Sayang pembalap yang menjadi harapan Jepang untuk menjadi juara dunia pertama asal Jepang ini, tewas setelah mengalami kecelakaan dahsyat yang terjadi pada seri pertama MotoGP 2003 baru berjalan.</p>
<div id="attachment_2971" class="wp-caption alignnone" style="width: 310px"><img class="size-medium wp-image-2971" src="http://gilamotor.com/wp-content/uploads/2009/12/daijiro-300x201.jpg" alt="karangan bunga di sudut sirkuit dimana Kato tewas" width="300" height="201" /><p class="wp-caption-text">karangan bunga di sudut sirkuit dimana Kato tewas</p></div>
<p>Tragis, ia tewas setelah motor RC211V yang dikendarainya menabrak dinding pembatas lintasan dan hancur berkeping-keping di depan fansnya sendiri, di lap keempat GP Jepang pada tanggal 6 April 2003. Ia sempat bertahan hidup dan dibawa ke rumah sakit dalam kondisi kritis dengan menggunakan helikopter.</p>
<div id="attachment_2973" class="wp-caption alignnone" style="width: 210px"><img class="size-full wp-image-2973" src="http://gilamotor.com/wp-content/uploads/2009/12/sp20030408a1a.jpg" alt="Kato dilarikan ke rumah sakit" width="200" height="147" /><p class="wp-caption-text">Kato dilarikan ke rumah sakit</p></div>
<div id="attachment_2975" class="wp-caption alignnone" style="width: 310px"><img class="size-medium wp-image-2975" src="http://gilamotor.com/wp-content/uploads/2009/12/crash-shot-300x163.jpg" alt="sebuah poto terekam betapa dahsyatnya benturan Kato dan motornya di pagar sirkuit" width="300" height="163" /><p class="wp-caption-text">sebuah poto terekam betapa dahsyatnya benturan Kato dan motornya di pagar sirkuit</p></div>
<div id="attachment_2977" class="wp-caption alignnone" style="width: 210px"><img class="size-medium wp-image-2977" src="http://gilamotor.com/wp-content/uploads/2009/12/s-000800-im-007559-200x300.jpg" alt="betul-betul hancur berkeping-keping (cakram rem sampai patah!)" width="200" height="300" /><p class="wp-caption-text">betul-betul hancur berkeping-keping (cakram rem sampai patah!)</p></div>
<p>Berita kematian juara dunia GP 250 cc tahun 2001 ini merebak pada tanggal 20 April 2003, dua minggu setelah GP Jepang. Ia meninggalkan istri, seorang anak laki-laki dan seorang anak perempuan yang lahir beberapa waktu sebelum kecelakaan naas itu terjadi. Seorang legenda telah gugur dengan nama besar.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gilamotor.com/2009/12/daijiro-kato-gugur-sebagai-legenda-motogp/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>10</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Geoff Duke &#8211; Legenda dan Pelopor GP dari Britannia</title>
		<link>http://gilamotor.com/2009/11/geoff-duke-legenda-dan-pelopor-gp-dari-britannia/</link>
		<comments>http://gilamotor.com/2009/11/geoff-duke-legenda-dan-pelopor-gp-dari-britannia/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 16 Nov 2009 02:18:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>content</dc:creator>
				<category><![CDATA[Legends]]></category>
		<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[balap motor]]></category>
		<category><![CDATA[motoGP legends]]></category>
		<category><![CDATA[motor norton]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gilamotor.com/?p=2215</guid>
		<description><![CDATA[Geoff Duke yang bernama lengkap Geoffrey Ernest Duke OBE adalah legendanya pembalap motoGP Inggris. Terlahir di St Helens, Lancashire, 29 Maret 1923, Duke mendominasi balapan motor di era 1950an, memenangi enam gelar juara dunia dan lima kali kejuaraan balapan Isle Man TT.

Ia mulai menebar pesona di arena balapan ketika memenangi balapan Senior Clubmans TT 1949 [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Geoff Duke yang bernama lengkap Geoffrey Ernest Duke OBE adalah <a href="http://gilamotor.com/2009/10/sepang-gp-stoner-super-rossi-raja-motogp-2009/" target="_blank">legendanya pembalap motoGP</a> Inggris. Terlahir di St Helens, Lancashire, 29 Maret 1923, Duke mendominasi <a href="http://gilamotor.com/2009/11/kalender-resmi-balapan-motogp-2010/" target="_blank">balapan motor</a> di era 1950an, memenangi enam gelar juara dunia dan lima kali kejuaraan balapan Isle Man TT.</p>
<p><img class="aligncenter size-full wp-image-2217" src="http://gilamotor.com/wp-content/uploads/2009/11/17-Geoff-Duke.jpg" alt="17-Geoff Duke" width="300" height="217" /></p>
<p>Ia mulai menebar pesona di <a href="http://gilamotor.com/2009/11/kalender-resmi-balapan-motogp-2010/" target="_blank">arena balapan</a> ketika memenangi balapan Senior Clubmans TT 1949 dan Senior Manx Grand Prix, menjadi <a href="http://gilamotor.com/2009/10/rekor-motogp-rossi-dan-agostini/" target="_blank">superstar balapan motor </a>pertama setelah paska perang dunia II. Julukannya di trek balap, &#8216;the Duke&#8217;.</p>
<p>Di arena GP, Duke meraih gelar juara dunia GP 500, pada tahun 1951 (satu tahun setelah debutnya pada tahun 1950), 1953, 1954, dan 1955. Selama karirnya di GP 500, ia merebut kemenangan sebanyak 22 seri, ia juga memenangi GP 350cc sebanyak 11 seri. Juara dunia pertamanya direbut bersama<a href="http://gilamotor.com/2009/09/dewi-sulistyani-anggraeni-jodoh-dengan-motor-tua/" target="_blank"> Norton</a>, sedangkan tiga gelar sesudahnya, 1953, 1954, 1955 direbutnya bersama pabrikan asal Italia, Gilera. Ia juga pembalap pertama yang mampu meraih gelar juara dunia secara berturut-turut.</p>
<p><img class="aligncenter size-medium wp-image-2219" src="http://gilamotor.com/wp-content/uploads/2009/11/geofduke51-5-2-300x282.jpg" alt="geofduke51-5-2" width="300" height="282" /></p>
<p>Uniknya, Duke juka dikenal sebagai pembalap pertama yang memakai pakaian balap satu set. Ia sendiri yang meminta tukang jahit langganannya untuk menjahit pakaian balapnya yang kelak menjadi pakaian balap standar yang dipakai pembalap dunia seperti Rossi dan lainnya saat ini.</p>
<p>Prestasi  yang ciamik dan sumbangsihnya pada dunia balap, Duke  mendapat penghargaan Sportsman of the Year pada 1951,  RAC Segrave Trophy[6] dan mendapat penghargaan Order of the British Empire pada tahun 1953. Terutama di Isle of Man, Duke sangat dihormati berkat berbagai rekor yang dicetaknya. Nama Duke ditasbihkan di tiga tikungan tajam di sirkuit tersebut.</p>
<div id="attachment_2221" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><img class="size-medium wp-image-2221" src="http://gilamotor.com/wp-content/uploads/2009/11/geof-en-simoncelli-300x225.jpg" alt="poto bareng Duke (kiri) dan Simmoncelli" width="300" height="225" /><p class="wp-caption-text">Foto bareng Duke (kiri) dan Simmoncelli</p></div>
<p>FIM turut menghormatinya dengan menempatkannya sebagai salah satu dari barisan<a href="http://gilamotor.com/2009/10/rossi-pole-position-lorenzo-nguntit-di-kedua/" target="_blank"> legenda GP </a>pada tahun 2002.  Pensiun balapan, ia beralih menjadi pebisnis. Anaknya bahkan sukses sebagai pemilik rumah produksi untuk video <a href="http://gilamotor.com/category/moto-sport/" target="_blank">motorsport</a>.</p>
<p>Prestasi<br />
•    1950 Debut GP 500 dan meraih peringkat 2 dunia dengan motor Norton, sekaligus runner up GP 350cc<br />
•    1951 Juara dunia GP 500cc dan GP 350cc dengan motor Norton<br />
•    1952 Juara dunia GP 350cc dengan motor Norton<br />
•    1953 Juara dunia GP 500cc dengan motor Gilera<br />
•    1954 Juara dunia GP 500cc dengan motor Gilera<br />
•    1955 Juara dunia GP 500cc dengan motor Gilera<br />
•    1956 Membalap di GP 500cc, Duke dilarang tampil di dua seri pembuka GP karena ikut serta dalam aksi menuntut bayaran yang lebih baik bagi pembalap privateer<br />
•    1957 Terpaksa melewatkan 6 seri GP 500 karena cidera<br />
•    1958 Pindah ke BMW di GP 500, membela Norton di GP 350cc. Berada di peringkat ketiga di kedua kelas tersebut<br />
•    1959 Peringkat 4 GP 350cc dan peringkat 5 GP 500cc bersama Norton, musim ini menjadi musim terakhir Duke di kejuaraan GP.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gilamotor.com/2009/11/geoff-duke-legenda-dan-pelopor-gp-dari-britannia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Giacomo Agostini: Legenda Superstar Balapan GP</title>
		<link>http://gilamotor.com/2009/10/giacomo-agostini-legenda-superstar-balapan-gp/</link>
		<comments>http://gilamotor.com/2009/10/giacomo-agostini-legenda-superstar-balapan-gp/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 19 Oct 2009 03:29:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>content</dc:creator>
				<category><![CDATA[Legends]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gilamotor.com/?p=1647</guid>
		<description><![CDATA[Giacomo Agostini dianggap sebagai pembalap terbaik sepanjang masa, dimana pada tahun 1960-an dan 1970-an, dunia balap menyaksikan seorang bintang balapan motor pertama yang mempesona siapapun. Pembalap Italia ini terlahir di Brescia pada tanggal 16 Juni 1942.
Ago adalah pemegang rekor juara dunia GP 500cc terbanyak 8 kali, yaitu pada tahun 1966, 1967, 1968, 1969, 1970, 1971, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Giacomo Agostini dianggap sebagai pembalap terbaik sepanjang masa, dimana pada tahun 1960-an dan 1970-an, dunia balap menyaksikan seorang bintang balapan motor pertama yang mempesona siapapun. Pembalap Italia ini terlahir di Brescia pada tanggal 16 Juni 1942.</p>
<p>Ago adalah pemegang rekor juara dunia GP 500cc terbanyak 8 kali, yaitu pada tahun 1966, 1967, 1968, 1969, 1970, 1971, 1972 dengan tim motor Italia, MV Augusta dan terakhir tahun 1975 dengan mengendarai motor Yamaha. Total ia memenangi 122 seri Grandprix dan 15 gelar juara dunia di semua kelas. Betul-betul rekor luar biasa karena Ago jarang sekali mengalami insiden terjatuh dari motor balapnya sepanjang karirnya. Kelas 350cc dan 500cc betul-betul menjadi wilayah kekuasaannya.</p>
<div id="attachment_1651" class="wp-caption aligncenter" style="width: 237px"><img class="size-medium wp-image-1651" src="http://gilamotor.com/wp-content/uploads/2009/10/giacomo_agostini5_s1-227x300.jpg" alt="sang selebriti balapan GP" width="227" height="300" /><p class="wp-caption-text">sang selebriti balapan GP</p></div>
<p>Dibesarkan sebagai anak dari pengusaha kaya di Italia, Agostini sebenarnya lebih dipersiapkan keluarganya untuk menjadi penerus bisnis keluarganya. Bokap Agostini nggak pernah setuju dengan cita-cita anaknya untuk berkarir di balapan. Ia akan melakukan segala hal demi meredam keinginan anaknya ini. Tapi Agostini nggak hilang akal, selalu mencuri kesempatan kabur dari rumah untuk ngebut di arena balap.</p>
<p>Akhirnya si ayah luluh hatinya dan menyaksikan anaknya berhasil menjuarai balap Italia 175cc pada tahun 1963. Berbagai tim balap langsung mengincarnya untuk menjadi pembalap mereka. Tim Morini menjadi labuhan pertama Ago untuk berprestasi di arena balap. Setahun kemudian, Ago langsung merebut gelar 350cc dan mulai menebar pesona dengan berada di peringkat empat GP Italia di Monza sebagai pendatang baru.</p>
<p>Tim balap legendaris MV Augusta kemudian menarik Ago untuk bekerja bersama mereka. Di tim ini lah ia mulai merajalela di kelas 350cc dan 500cc. Pada tahun 1966 dan 1967, Ago menjadi juara dunia, yang lalu lima kali beruntun mempertahankan gelar juara dunia. Setelah Honda hengkang dari balapan GP di tahun 1967, Ago bener-bener mendominasi bersama tim balapnya. Ago menjadi selebritis balapan motor yang paling dipuja para penggemar balapan motor ketika itu.</p>
<p>Pada tahun 1973, ia kembali merebut gelar juara dunia 350cc, gelar terakhirnya bersama MV Augusta dari total 13 gelar. Tahun berikutnya ia pindah ke Yamaha dan memenangi Daytona 200, mengalahkan legenda balap lainnya, Kenny Roberts Sr. Ia kemudian pensiun dari balapan motor oada tahun 1977.</p>
<p>Pada tahun 1982, Ago kembali ke balapan sebagai manajer tim balap Yamaha Marlboro. Ia berhasil mencetak pembalap sukses seperti Kenny Roberts dan Eddie Lawson. Oleh AMA Hall of Fame, Ago didaulat sebagai pembalap terbesar sepanjang masa pada tahun 1999. Raihannya selama 14 tahun dengan 15 gelar juara dunia GP dan 122 kali juara seri balap GP bikin FIM turut menyebutnya sebagai Legenda GP.</p>
<div id="attachment_1653" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><img class="size-medium wp-image-1653" src="http://gilamotor.com/wp-content/uploads/2009/10/ago-dan-rossi-300x225.jpg" alt="Ago (bodysuit merah putih sebelah kanan) mejeng bareng generasi selebritis masa kini Rossi" width="300" height="225" /><p class="wp-caption-text">Ago (bodysuit merah putih sebelah kanan) mejeng bareng generasi selebritis masa kini Rossi</p></div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gilamotor.com/2009/10/giacomo-agostini-legenda-superstar-balapan-gp/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>John Surtees: Legenda di Dua Dunia</title>
		<link>http://gilamotor.com/2009/09/john-surtees-legenda-di-dua-dunia/</link>
		<comments>http://gilamotor.com/2009/09/john-surtees-legenda-di-dua-dunia/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 16 Sep 2009 04:38:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>content</dc:creator>
				<category><![CDATA[Legends]]></category>
		<category><![CDATA[John Surtees]]></category>
		<category><![CDATA[Legenda]]></category>
		<category><![CDATA[MV Augusta]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gilamotor.com/?p=1115</guid>
		<description><![CDATA[John Suurtes jelas bukan pembalap biasa. Seorang legenda balap paling disegani perjalanan karirnya. The Englishman atau si orang Inggris ini merupakan satu-satunya orang di dunia yang pernah memenangi gelar juara dunia di balap motor Grand Prix dan F-1!! Bahkan seorang Valentino Rossi yang sempat berniat membalap di Ferrari pun beberapa waktu silam pastilah terinspirasi oleh [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>John Suurtes jelas bukan pembalap biasa. Seorang legenda balap paling disegani perjalanan karirnya. The Englishman atau si orang Inggris ini merupakan satu-satunya orang di dunia yang pernah memenangi gelar juara dunia di balap motor Grand Prix dan F-1!! Bahkan seorang Valentino Rossi yang sempat berniat membalap di Ferrari pun beberapa waktu silam pastilah terinspirasi oleh pencapaian Surtees ini.</p>
<p>Pencapaian Surtees di balapan roda dua begitu luar biasa. Karirnya di GP dimulai pada awal tahun 1960an pada umur 26 tahun. Ia kemudian meraih dua gelar juara dunia di kelas 350cc dan 500cc selama tiga musim berturut-turut, dari tahun 1958 hingga 1960. Surtees dilahirkan di Tatsfield, 11 Februari 1934 dalam keluarga yang dibesarkan oleh tradisi balapan motor. Surtees bahkan pernah menang balapan bersama ayahnya dengan motor berkursi dua saat masih 14 tahun, hingga akhirnya dibatalkan karena ketahuan umurnya yang masih terlalu muda.</p>
<div id="attachment_1117" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><img class="size-medium wp-image-1117" src="http://gilamotor.com/wp-content/uploads/2009/09/suuter-300x225.jpg" alt="Surtees di motor MV Augusta" width="300" height="225" /><p class="wp-caption-text">Surtees di motor MV Augusta</p></div>
<p>Tiga tahun kemudian, pada tahun 1951, Surtees bikin sensasi di depan ribuan penonton ketika pembalap yang masih berusia 17 tahun ini ketika mengalahkan Geoff Duke di ACU International Meeting in Thruxton. Surtees sedang berjalan pada masa keemasannya.<br />
Ia tampil perdana dalam kejuaraan dunia dengan motor Norton pada tahun 1956. Namun gara-gara Norton lagi sedang kesulitan keuangan, ia pindah ke tim balap terkuat saat itu, MV Agusta. Pada musim perdananya inilah, ia memenangi gelar 500cc pada tahun 1956 ditengah kisruh jagad balapan setelah adanya mogok kerja oleh para pembalap pada saat itu.</p>
<p>Pada tahun 1958, ia kembali memenangi kelas 500cc dan 350cc Grand Prix, dan menjadi pembalap pertama yang bisa menang di dua kelas. Surtees mengulanginya kembali pada tahun berikutnya berkat mesin motor MV Agusta yang digdaya. Lagi-lagi tak terkalahkan pada tahun 1960 ketika Surtees berhasil menambah koleksi 6 gelar dalam tiga tahun.</p>
<div id="attachment_1119" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><img class="size-medium wp-image-1119" src="http://gilamotor.com/wp-content/uploads/2009/09/john-surtees-300x207.jpg" alt="Juara dunia F-1 bersama tim Ferarri" width="300" height="207" /><p class="wp-caption-text">Juara dunia F-1 bersama tim Ferarri</p></div>
<p>Merasa butuh tantangan terbaru, ia pindah kerja di dunia balap mobil F-1. Berada di tim balap legendaries Ferrari, Suteers memenangi gelar juara F-1 1964, menjadi seorang pembalap yang pernah juara di dua tempat berbeda, GP dan F-1. Pencapaian yang rasanya tidak bisa terpecahkan lagi, bahkan jika The Doctor pension dan memilih ngikut F-1! Peter Marr</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gilamotor.com/2009/09/john-surtees-legenda-di-dua-dunia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Carlo Ubbiali, Pembalap Terbaik Italia</title>
		<link>http://gilamotor.com/2009/08/carlo-ubbiali-pembalap-terbaik-italia/</link>
		<comments>http://gilamotor.com/2009/08/carlo-ubbiali-pembalap-terbaik-italia/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 21 Aug 2009 08:39:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>content</dc:creator>
				<category><![CDATA[Legends]]></category>
		<category><![CDATA[Carlo Ubbiali]]></category>
		<category><![CDATA[MotoGP]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gilamotor.com/?p=458</guid>
		<description><![CDATA[Di era klasik balapan MotoGP, Carlo Ubbiali menjadi pembalap yang begitu mendominasi balap motor 125cc dan 250cc. Terlahir di Bergamo, 22 September 1929, pembalap Italia ini berkiprah pertama kalinya di balapan Kejuaraan Dunia tahun 1949, meraih gelar pertamanya pada tahun 1951. Selanjutnya total sembilan gelar dalam berbagai kelas dikoleksinya sebelum akhirnya pensiun pada tahun 1960.
Bersama [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Di era klasik balapan MotoGP, Carlo Ubbiali menjadi pembalap yang begitu mendominasi balap motor 125cc dan 250cc. Terlahir di Bergamo, 22 September 1929, pembalap Italia ini berkiprah pertama kalinya di balapan Kejuaraan Dunia tahun 1949, meraih gelar pertamanya pada tahun 1951. Selanjutnya total sembilan gelar dalam berbagai kelas dikoleksinya sebelum akhirnya pensiun pada tahun 1960.</p>
<p>Bersama tim balap MV Agusta, Ubbiali memenangi World Championship for Mondial pada tahun 1951. Ia menjadi pembalap terbaik MV Augusta. Dimana ia memenangi gelar 125cc lima kali dan 250cc tiga kali, serta juara di kedua kelas tersebut pada tahun 1956, 1959, dan 1960. Saking berbakatnya, ia tak pernah jatuh dalam kecelakaan serius selama 12 tahun karir membalapnya.</p>
<p>Ia pensiun di umur 30 tahun, pada saat fisiknya masih begitu prima. Hingga era Giacomo Agostini, ia didaulat sebagai pembalap Italia terbaik yang pernah ada. Sembilan gelar yang diraihnya menempatkannya sebagai legenda balap motor Grand Prix oleh FIM pada tahun 2001 bersama legenda balap motor lainnya, Agostini dan Ángel Nieto.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gilamotor.com/2009/08/carlo-ubbiali-pembalap-terbaik-italia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

