<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Gila Motor &#187; Bikers</title>
	<atom:link href="http://gilamotor.com/category/wawancara/bikers/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://gilamotor.com</link>
	<description>Gilamotor</description>
	<lastBuildDate>Sun, 05 Feb 2012 09:22:37 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Emilia Silvani: Pernah Gaul Dengan Geng Motor</title>
		<link>http://gilamotor.com/2012/02/emilia-silvani-pernah-gaul-dengan-geng-motor/</link>
		<comments>http://gilamotor.com/2012/02/emilia-silvani-pernah-gaul-dengan-geng-motor/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 03 Feb 2012 08:37:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>jay</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bikers]]></category>
		<category><![CDATA[headline]]></category>
		<category><![CDATA[cewek motor]]></category>
		<category><![CDATA[Emilia Silvani Advani]]></category>
		<category><![CDATA[Fani]]></category>
		<category><![CDATA[Mio Fino]]></category>
		<category><![CDATA[Model]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gilamotor.com/?p=17121</guid>
		<description><![CDATA[Fani, begitu gadis cantik ini disapa. Lahir dan besar di Kota yang pernah dihebohkan oleh maraknya geng motor, membuat mojang priyangan ini tak bisa mengelak untuk berteman dengan anggota geng motor.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>GILAMOTOR.com, Jakarta. – Fani, begitu gadis cantik ini disapa. Mojang Priangan kelahiran Bandung 29 Maret 1993 ini rupanya punya pengalaman cukup menantang. Lahir dan besar di Kota yang pernah dihebohkan oleh maraknya geng motor, membuatnya tak bisa mengelak untuk berteman dengan anggota geng motor.</strong></p>
<p>“Waktu aku SMP aku punya teman dari salah satu geng motor yang cukup terkenal di Bandung,” ceritanya.</p>
<p>“Aku juga sering tahu permasalahan yang terjadi hingga memicu keributan antar geng motor, karena aku jadi teman mereka. Tapi hanya teman loh, bukan jadi geng motor juga,” aku pemilik nama Emilia Silvani Advani.</p>
<p>Sedikit banyak, dia tahu bagaimana kehidupan para anggota geng motor di kota Bandung. “Cukup tahu aja sih. Dan itu pun gak lama kok, karena aku khawatir terbawa atau ikut-ikutan gaya mereka,” cetusnya.</p>
<p>Wajar jika rasa khawatir terpengaruh muncul dalam benak Fani, pasalnya mahasiswi Fakultas Ekonomi di salah satu Politeknik di Bandung ini selalu menggunakan motor sebagai moda transportasinya. Apa jadinya jika gadis secantik dia jadi anggota geng motor?</p>
<p>Bicara masalah naik motor, sebenarnya dia sempat kapok untuk menggunakan motor sebagai alat transportasinya. Lebih dari 1.5 tahun dia enggan menggunakan motor karena lebih dari empat kali dia terjatuh saat belajar belajar motor. Tapi karena perasaan iri melihat wanita-wanita di Bandung yang lihai mengendalikan motor, dia pun kembali berusaha memperdalam skill mengendarai motor.</p>
<p>“Waktu belajar pakai motor bebek, tapi sekarang pakai skutik. Untung ada skutik, karena sangat membantu para wanita naik motor dengan nyaman,” aku gadis yang mengaku sering melenggak-lenggok di catwalk.</p>
<p>“Syukurnya, pengendara motor di Bandung tidak seruntulan dan selalu taat peraturan lalu lintas, jadi aku tak terlalu khawatir untuk menggunakan motor sebagai sarana mobilitas ku,” tandasnya sambil bergaya di depan lensa kamera.</p>
<p><span style="color: #888888;">Penulis | Foto: @Jayadi72</span></p>
<p><span style="color: #888888;">
<a href='http://gilamotor.com/2012/02/emilia-silvani-pernah-gaul-dengan-geng-motor/emilia-silvani-12/' title='Emilia Silvani 12'><img width="150" height="150" src="http://gilamotor.com/wp-content/uploads/2012/02/Emilia-Silvani-12-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="" title="Emilia Silvani 12" /></a>
<a href='http://gilamotor.com/2012/02/emilia-silvani-pernah-gaul-dengan-geng-motor/emilia-silvani-1/' title='Emilia Silvani 1'><img width="150" height="150" src="http://gilamotor.com/wp-content/uploads/2012/02/Emilia-Silvani-1-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="" title="Emilia Silvani 1" /></a>
<a href='http://gilamotor.com/2012/02/emilia-silvani-pernah-gaul-dengan-geng-motor/emilia-silvani-2/' title='Emilia Silvani 2'><img width="150" height="150" src="http://gilamotor.com/wp-content/uploads/2012/02/Emilia-Silvani-2-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="" title="Emilia Silvani 2" /></a>
<a href='http://gilamotor.com/2012/02/emilia-silvani-pernah-gaul-dengan-geng-motor/emilia-silvani-3/' title='Emilia Silvani 3'><img width="150" height="150" src="http://gilamotor.com/wp-content/uploads/2012/02/Emilia-Silvani-3-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="" title="Emilia Silvani 3" /></a>
<a href='http://gilamotor.com/2012/02/emilia-silvani-pernah-gaul-dengan-geng-motor/emilia-silvani-4/' title='Emilia Silvani 4'><img width="150" height="150" src="http://gilamotor.com/wp-content/uploads/2012/02/Emilia-Silvani-4-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="" title="Emilia Silvani 4" /></a>
<a href='http://gilamotor.com/2012/02/emilia-silvani-pernah-gaul-dengan-geng-motor/emilia-silvani-5/' title='Emilia Silvani 5'><img width="150" height="150" src="http://gilamotor.com/wp-content/uploads/2012/02/Emilia-Silvani-5-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="" title="Emilia Silvani 5" /></a>
<a href='http://gilamotor.com/2012/02/emilia-silvani-pernah-gaul-dengan-geng-motor/emilia-silvani-6/' title='Emilia Silvani 6'><img width="150" height="150" src="http://gilamotor.com/wp-content/uploads/2012/02/Emilia-Silvani-6-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="" title="Emilia Silvani 6" /></a>
<a href='http://gilamotor.com/2012/02/emilia-silvani-pernah-gaul-dengan-geng-motor/emilia-silvani-7/' title='Emilia Silvani 7'><img width="150" height="150" src="http://gilamotor.com/wp-content/uploads/2012/02/Emilia-Silvani-7-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="" title="Emilia Silvani 7" /></a>
<a href='http://gilamotor.com/2012/02/emilia-silvani-pernah-gaul-dengan-geng-motor/emilia-silvani-8/' title='Emilia Silvani 8'><img width="150" height="150" src="http://gilamotor.com/wp-content/uploads/2012/02/Emilia-Silvani-8-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="" title="Emilia Silvani 8" /></a>
<a href='http://gilamotor.com/2012/02/emilia-silvani-pernah-gaul-dengan-geng-motor/emilia-silvani-9/' title='Emilia Silvani 9'><img width="150" height="150" src="http://gilamotor.com/wp-content/uploads/2012/02/Emilia-Silvani-9-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="" title="Emilia Silvani 9" /></a>
<a href='http://gilamotor.com/2012/02/emilia-silvani-pernah-gaul-dengan-geng-motor/emilia-silvani-10/' title='Emilia Silvani 10'><img width="150" height="150" src="http://gilamotor.com/wp-content/uploads/2012/02/Emilia-Silvani-10-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="" title="Emilia Silvani 10" /></a>
<a href='http://gilamotor.com/2012/02/emilia-silvani-pernah-gaul-dengan-geng-motor/emilia-silvani-11/' title='Emilia Silvani 11'><img width="150" height="150" src="http://gilamotor.com/wp-content/uploads/2012/02/Emilia-Silvani-11-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="" title="Emilia Silvani 11" /></a>
</p>
<p></span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gilamotor.com/2012/02/emilia-silvani-pernah-gaul-dengan-geng-motor/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kassandra MC Indian Dari Surabaya</title>
		<link>http://gilamotor.com/2011/12/kassandra-mc-indian-dari-surabaya/</link>
		<comments>http://gilamotor.com/2011/12/kassandra-mc-indian-dari-surabaya/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 21 Dec 2011 07:56:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>jay</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bikers]]></category>
		<category><![CDATA[headline]]></category>
		<category><![CDATA[Honda Bikers Day 2011]]></category>
		<category><![CDATA[Indian]]></category>
		<category><![CDATA[Kassandra Gondam MC 86]]></category>
		<category><![CDATA[MC Indian]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gilamotor.com/?p=16614</guid>
		<description><![CDATA[Di antara ribuan bikers dengan jaket tebal, MC Indian ini hanya mengenakan mahkota bulu burung elang dan celana panjang dengan beragam atribut suku Indian. Tubuh nya seolah sudah sangat akrab dengan alam.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>GILAMOTOR.com, Bromo. – Bagi sebagian bikers, sosok Indian yang satu ini mungkin sudah tak asing lagi, tapi tak begitu untuk yang lainnya. Pembawa acara atau MC dengan nama kondang Kassandra Gondam MC 86 ini hadir dengan penampilan yang cukup nyentrik dan menarik perhatian.</strong></p>
<p>Lihat saja gaya nya. Di tengah dinginnya hembusan angin gunung Bromo saat Honda Bikers Day 2011 berlangsung, MC bergaya suku Indian ini tetap asyik cuap-cuap dengan gaya khasnya. Kadang serius, kadang tak jarang mengundang tawa dengan tingkah kocaknya.</p>
<p>Karena panampilannya yang nyentrik, Kassandra sudah seperti artis yang ketemu dengan penggemar, banyak yang minta foto bareng, bro.</p>
<p>Ya, di antara ribuan bikers dengan jaket tebal, sang MC 86 ini hanya mengenakan mahkota bulu burung elang dan celana panjang dengan beragam atribut suku Indian. Layaknya orang Indian, tubuh lelaki bernama asli Suyisno ini seolah sudah sangat akrab dengan alam.</p>
<p>Bayangkan saja, dia telanjang dada sejak jam 12 siang hingga dini hari. Saaluuutt daahh.</p>
<p>“Alhamdulillah, cuacanya bersahabat dengan tubuh ku,” celotehnya saat ditanya apa tidak merasa dingin bertelanjang dada di Caldera Bromo.</p>
<p>MC Indian yang juga punya aktivitas sebagai seorang seniman pembuat relief ini, memulai profesi sebagai MC Indian pada tahun 2001. Setahun kemudian, gaya nyentriknya mulai dilirik banyak peyelenggara kegiatan atau event organizer. Dan sejak saat itu, si Indian ini mulai kebanjiran panggilan nge-mc.</p>
<p>“Gaya ini terinspirasi dari film-film manca negara yang mempertontonkan suku Indian. Sejak saat itu terpikir untuk menggunakan atribut Indian saat membawakan acara. Kebetulan postur ku cocok dengan gaya orang Indian dan akhirnya nerus sampai sekarang,” jelasnya.</p>
<p>“Semua atribut ini aku buat sendiri, tapi karena mahkota dari bulu burung yang aku buat kurang kuat, akhirnya aku beli di kota Bandung,” tambahnya.</p>
<p>Indian kelahiran Surabaya, 30 November 1971 ini sebenarnya sorang bikers juga lohh. Sampai saat ini dia tercatat sebagai anggota komunitas motor lawas, Pemudis Surabaya. BMW R26 lansiran tahun 1956 jadi tunggangan si Indian yang dibelinya setelah dia bergabung dalam komunitas Pemudis (Penggemar Motor Uduk Surabaya Indonesia).</p>
<p>Ngomong-ngomong, kok namanya jadi Kassandra sih mas?</p>
<p>“Hahaha.. Kassandra terinspirasi dari telenovela dulu yang aku lukiskan di tangki motor ku. Sementara Gondam itu ada kepanjangannya, Gondrong Damai,” jelas Suyisno, ehh maksudnya Kassandra, sambil tertawa.</p>
<p>Eh iya, ada cerita lucu dibalik gaya nge-mc nya yang selalu menggunakan efek echo. Ternyata, si Indian ini penah dikatain kayak orang gila sama orang tuanya karena selalu jerit-jerit pake echo saat sedang mandi. Hahahaa.</p>
<p>“Latihannya berat itu mas, sampai-sampai aku dikatain kayak orang gila sama orang tua ku karena setiap mandi selalu ngoceh-ngoceh sendiri pake echo. Tapi Alhamdulillah lagi, kerja keras itu ada manfaatnya sekarang,” aku Kassandra sambil tertawa.</p>
<p>Efek echo yang keluar dari mulutnya sangat mirip dengan echo dari sound system atau pantulan suara di lembah dan goa, lohh…</p>
<p>Nah, buat bro en sis yang mau menggunakan jasanya untuk membawakan acara, bisa kontak lasung ke orang Indian ini. Jangan takut dipanah atau dihantam senjata dari tulang hewan oleh si Indian ini yah. PasaInya, Indian yang satu ini sudah modern loh, nomer hand phone nya aja ada tiga.</p>
<p>Nih, nomer yang bisa dihubungi kalau mau manggil Kassandra Gondam MC 86. Tariiikk maangg.. maanggg&#8230; maangggg (pake echo).</p>
<p>08158964094 | 081938082526 | 08563130799</p>

<a href='http://gilamotor.com/2011/12/kassandra-mc-indian-dari-surabaya/kassandra-12/' title='Kassandra 12'><img width="150" height="150" src="http://gilamotor.com/wp-content/uploads/2011/12/Kassandra-12-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="" title="Kassandra 12" /></a>
<a href='http://gilamotor.com/2011/12/kassandra-mc-indian-dari-surabaya/kassandra-1/' title='Kassandra 1'><img width="150" height="150" src="http://gilamotor.com/wp-content/uploads/2011/12/Kassandra-1-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="" title="Kassandra 1" /></a>
<a href='http://gilamotor.com/2011/12/kassandra-mc-indian-dari-surabaya/kassandra-2/' title='Kassandra 2'><img width="150" height="150" src="http://gilamotor.com/wp-content/uploads/2011/12/Kassandra-2-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="" title="Kassandra 2" /></a>
<a href='http://gilamotor.com/2011/12/kassandra-mc-indian-dari-surabaya/kassandra-3/' title='Kassandra 3'><img width="150" height="150" src="http://gilamotor.com/wp-content/uploads/2011/12/Kassandra-3-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="" title="Kassandra 3" /></a>
<a href='http://gilamotor.com/2011/12/kassandra-mc-indian-dari-surabaya/kassandra-4/' title='Kassandra 4'><img width="150" height="150" src="http://gilamotor.com/wp-content/uploads/2011/12/Kassandra-4-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="" title="Kassandra 4" /></a>
<a href='http://gilamotor.com/2011/12/kassandra-mc-indian-dari-surabaya/kassandra-5/' title='Kassandra 5'><img width="150" height="150" src="http://gilamotor.com/wp-content/uploads/2011/12/Kassandra-5-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="" title="Kassandra 5" /></a>
<a href='http://gilamotor.com/2011/12/kassandra-mc-indian-dari-surabaya/kassandra-6/' title='Kassandra 6'><img width="150" height="150" src="http://gilamotor.com/wp-content/uploads/2011/12/Kassandra-6-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="" title="Kassandra 6" /></a>
<a href='http://gilamotor.com/2011/12/kassandra-mc-indian-dari-surabaya/kassandra-7/' title='Kassandra 7'><img width="150" height="150" src="http://gilamotor.com/wp-content/uploads/2011/12/Kassandra-7-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="" title="Kassandra 7" /></a>
<a href='http://gilamotor.com/2011/12/kassandra-mc-indian-dari-surabaya/kassandra-8/' title='Kassandra 8'><img width="150" height="150" src="http://gilamotor.com/wp-content/uploads/2011/12/Kassandra-8-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="" title="Kassandra 8" /></a>
<a href='http://gilamotor.com/2011/12/kassandra-mc-indian-dari-surabaya/kassandra-9/' title='Kassandra 9'><img width="150" height="150" src="http://gilamotor.com/wp-content/uploads/2011/12/Kassandra-9-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="" title="Kassandra 9" /></a>
<a href='http://gilamotor.com/2011/12/kassandra-mc-indian-dari-surabaya/kassandra-10/' title='Kassandra 10'><img width="150" height="150" src="http://gilamotor.com/wp-content/uploads/2011/12/Kassandra-10-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="" title="Kassandra 10" /></a>
<a href='http://gilamotor.com/2011/12/kassandra-mc-indian-dari-surabaya/kassandra-11/' title='Kassandra 11'><img width="150" height="150" src="http://gilamotor.com/wp-content/uploads/2011/12/Kassandra-11-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="" title="Kassandra 11" /></a>

<p><span style="color: #888888;">Penulis | Foto : @Jayadi72</span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gilamotor.com/2011/12/kassandra-mc-indian-dari-surabaya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Dwi Ajeng : Sering Ditubruk Dari Belakang</title>
		<link>http://gilamotor.com/2011/12/dwi-ajeng-sering-ditubruk-dari-belakang/</link>
		<comments>http://gilamotor.com/2011/12/dwi-ajeng-sering-ditubruk-dari-belakang/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 06 Dec 2011 03:08:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>jay</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bikers]]></category>
		<category><![CDATA[headline]]></category>
		<category><![CDATA[Dwi Ajeng Ari Wibawanti]]></category>
		<category><![CDATA[Lady Bikers]]></category>
		<category><![CDATA[Sales Promotion Girl]]></category>
		<category><![CDATA[spg]]></category>
		<category><![CDATA[SPG Evalube]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gilamotor.com/?p=16273</guid>
		<description><![CDATA[Sebagai mahasiswi dengan segudang pekerjaan sebagai SPG event, membuat mobilitasnya membutuhkan sarana transportasi yang mampu mengantarnya tepat waktu dari satu lokasi ke lokasi lain.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>GILAMOTOR.com, Surabaya. –</strong> Tak bisa dipungkiri, sepeda motor kini menjadi alat transportasi paling diminati. Selain penggunaannya yang simple, fungsional dan hemat biaya, waktu tempuh yang cepat juga menjadi salah satu faktor larisnya kendaraan roda dua ini.</p>
<p>Tak terkecuali bagi gadis berusia 21 tahun ini. Sebagai mahasiswi di sebuah perguruan tinggi swasta di Surabaya dengan segudang pekerjaan sebagai Sales Promotion Girl (SPG) event, membuat mobilitasnya yang terbilang tinggi membutuhkan sarana transportasi yang mampu mengantarnya tepat waktu dari satu lokasi ke lokasi lain.</p>
<p>“Kalau naik motor tuh lebih cepat, nyaman dan gak terlalu khawatir sama jalan raya di Surabaya yang sering macet,” terang gadis bernama lengkap Dwi Ajeng Ari Wibawanti.</p>
<p>Gadis kelahiran Samarinda 7 Maret 1990 ini mengaku sudah empat tahun menggunakan motor sebagai alat transportasi utamanya dalam beraktivitas. Dan selama empat tahun itu pula segudang pengalaman naik motor didapatnya.</p>
<p>“Macem-macem yah suka dukanya. Diserempet sama cowok, digangguin sama pengendara cowok gak jelas juga pernah. Dan yang lebih sering ditubruk dari belakang,” terang anak bungsu dari dua bersaudara ini.</p>
<p>“Di Surabaya tuh banyak oknum bikers yang ugal-ugalan dan kasar. Pernah beberapa kali aku ditubruk dari belakang di lampu merah. Padahal posisi ku sudah berhenti dan sedang menunggu lampu hijau menyala, tiba-tiba dari belakang nubruk aku “gubraakk..” untungnya aku gak apa-apa cuma sedikit memar dan biru-biru,” cerita mahasiswi smester 7 fakultas ekonomi ini.</p>
<p>Namun demikian, pengalaman buruk itu tak membuatnya kapok untuk naik motor. Menurutnya, saat ini motor masih menjadi pilihan utama untuk mengantarnya beraktivitas.</p>
<p>“Aku harap para pengendara motor di Surabaya bisa lebih tertib dan taat peraturan lalu-lintas, tidak ugal-ugalan saat bawa motor dan lebih menghargai pengguna jalan lain. Memang tidak semua pengendara motor itu buruk, tapi karena oknum itu jadi orang-orang menilai semua bikers itu buruk,” tukasnya.</p>
<p>“Kalau aku sih selalu tertib lalu lintas doong dan selalu pakai perlengkapan berkendara. Walau kadang suka ngebut juga sih, sampai 80 km/jam. Tapi itu saat jalan kosong lohh,” katanya sambil tertawa.</p>
<p>Sehari-hari, gadis yang baru enam tahun di Surabaya ini mengendarai 3 jenis motor berbeda, Yamaha Mio, Vega, dan Suzuki Satria FU. “Tapi yang lebih sering aku pakai Mio. Kalau Vega dan Satria kadang-kadang saja,” tandasnya.</p>

<a href='http://gilamotor.com/2011/12/dwi-ajeng-sering-ditubruk-dari-belakang/dwi-ajeng-2/' title='Dwi Ajeng 2'><img width="150" height="150" src="http://gilamotor.com/wp-content/uploads/2011/12/Dwi-Ajeng-2-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="" title="Dwi Ajeng 2" /></a>
<a href='http://gilamotor.com/2011/12/dwi-ajeng-sering-ditubruk-dari-belakang/dwi-ajeng-1/' title='Dwi Ajeng 1'><img width="150" height="150" src="http://gilamotor.com/wp-content/uploads/2011/12/Dwi-Ajeng-1-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="" title="Dwi Ajeng 1" /></a>

<p><span style="color: #888888;">Penulis | Foto : @Jayadi72</span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gilamotor.com/2011/12/dwi-ajeng-sering-ditubruk-dari-belakang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Galang Hendra : Ingin Seperti Lorenzo</title>
		<link>http://gilamotor.com/2011/11/galang-hendra-ingin-seperti-lorenzo/</link>
		<comments>http://gilamotor.com/2011/11/galang-hendra-ingin-seperti-lorenzo/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 08 Nov 2011 03:32:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator></dc:creator>
				<category><![CDATA[Bikers]]></category>
		<category><![CDATA[headline]]></category>
		<category><![CDATA[balapan]]></category>
		<category><![CDATA[Dicky Hestu]]></category>
		<category><![CDATA[Galang Hendra]]></category>
		<category><![CDATA[Pembalap Muda]]></category>
		<category><![CDATA[Yamaha]]></category>
		<category><![CDATA[Yamaha Cup Race]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gilamotor.com/?p=15622</guid>
		<description><![CDATA[Bermimpilah setinggi-tingginya dan wujudkanlah mimpi itu. Kalimat itu bisa menggambarkan usaha seorang bocah yang lahir pada 10 Maret 1999 untuk mewujudkan mimpinya menjadi pebalap dunia.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>GILAMOTOR.com. –</strong> Bermimpilah setinggi-tingginya dan wujudkanlah mimpi itu. Kalimat itu bisa menggambarkan usaha seorang bocah yang lahir pada 10 Maret 1999 silam untuk mewujudkan mimpinya menjadi pebalap dunia.</p>
<p>“Pingin seperti Lorenzo. Meraih prestasi di balapan dan bawa nama Indonesia balapan di luar negeri,” cetusnya.</p>
<p>Lahir dari keluarga pebalap, Galang Hendra seperti mewarisi skill dan keberanian sang ayah, Dicky Hestu, untuk melumat setiap trek balap dan mengalahkan lawan-lawannya. Tak peduli dengan lawan-lawan yang notabene memiliki usia dan pengalaman lebih banyak dibanding dirinya, fokusnya hanya satu, berprestasi dan meraih podium.</p>
<p>“Yah, biasa ajah balapan lawan orang gede (pebalap senior), yang penting saya fokus dan balapan dengan sebaik-baiknya,” tukas siswa kelas 2 SMP 2 Bantul, Yogyakarta ini.</p>
<p>Kendati usianya masih terbilang sangat muda, Galang yang bergabung dalam tim balap Yamaha Yonk Jaya ini sering naik podium di tiap lomba balap yang dia ikuti. Semakin banyak mengikuti ajang balap, diakuinya akan semakin memupuk mental dan kemampuan balapnya sekaligus langkah untuk menuju kancah balap internasional.</p>
<p>Untuk mewujudkan mimpinya, anak berusia 12 tahun ini juga sering berlatih di sirkuit Mandala Krida, Yogyakarta.</p>
<p>Menjadi pebalap merupakan karir yang ingin ditempuh Galang. Tapi membalap tanpa dibekali ilmu pengetahuan yang cukup, bisa jadi akan sia-sia terlebih cita-citanya adalah menjadi pebalap internasional. Karena itu, sepadat apa pun jadwal balapnya, menuntut ilmu juga hal harus diprioritaskan.</p>
<p>“Saya juga tetap sekolah dan belajar. Untungnya sekolah memberi keringanan kalau ada jadwal balapan di luar kota. Saya ingin tetap sekolah dan membalap supaya bisa menjadi pebalap yang handal dan berprestasi,” paparnya.</p>
<p>“Saya juga berharap bisa mendapat dukungan terus dari Yamaha dan bisa mengikuti kejuaran-kejuaran balap motor di tanah air,” tegasnya.</p>

<a href='http://gilamotor.com/2011/11/galang-hendra-ingin-seperti-lorenzo/galang-hendra-2/' title='Galang Hendra 2'><img width="150" height="150" src="http://gilamotor.com/wp-content/uploads/2011/11/Galang-Hendra-2-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="" title="Galang Hendra 2" /></a>
<a href='http://gilamotor.com/2011/11/galang-hendra-ingin-seperti-lorenzo/galang-hendra-1/' title='Galang Hendra 1'><img width="150" height="150" src="http://gilamotor.com/wp-content/uploads/2011/11/Galang-Hendra-1-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="" title="Galang Hendra 1" /></a>
<a href='http://gilamotor.com/2011/11/galang-hendra-ingin-seperti-lorenzo/galang-hendra-3/' title='Galang Hendra 3'><img width="150" height="150" src="http://gilamotor.com/wp-content/uploads/2011/11/Galang-Hendra-3-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="" title="Galang Hendra 3" /></a>

<p><span style="color: #888888;">Penulis/Foto : @Jayadi72</span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gilamotor.com/2011/11/galang-hendra-ingin-seperti-lorenzo/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Agung Surya : Mengubah Kebiasaan Itu Sulit</title>
		<link>http://gilamotor.com/2011/10/agung-surya-mengubah-kebiasaan-itu-sulit/</link>
		<comments>http://gilamotor.com/2011/10/agung-surya-mengubah-kebiasaan-itu-sulit/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 04 Oct 2011 14:37:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator></dc:creator>
				<category><![CDATA[Bikers]]></category>
		<category><![CDATA[headline]]></category>
		<category><![CDATA[Agung SUrya]]></category>
		<category><![CDATA[Agung Surya : Mengubah Kebiasaan Itu Sulit]]></category>
		<category><![CDATA[ahm]]></category>
		<category><![CDATA[astra honda motor]]></category>
		<category><![CDATA[Chief Instructor Safety Riding di PT Astra Honda Motor (AHM).]]></category>
		<category><![CDATA[safety riding]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gilamotor.com/?p=14988</guid>
		<description><![CDATA[Tingginya angka kecelakaan di jalan raya yang menimpa para pengendara motor, membuatnya bekomitmen untuk menumbuhkan pemikiran betapa pentingnya berkendara aman kepada para pengendara motor.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>GILAMOTOR.com, Jakarta. –</strong> “Tak mudah untuk mengubah kebiasaan”. Itulah hal yang terpikir saat lelaki bertubuh tinggi tegap ini menjalani pelatihan keselamatan berkendara atau <em>safety riding</em>. Namun demikian, lelaki jebolan Institut Teknologi Bandung ini justeru menjadi <em>Chief Instructor Safety Riding</em> di PT Astra Honda Motor (AHM).</p>
<p>Melihat tingginya angka kecelakaan di jalan raya yang menimpa para pengendara motor, membuatnya terus bekomitmen untuk menumbuhkan pemikiran betapa pentingnya berkendara aman kepada para pengendara motor. Berbekal pendidikan safety riding di Jepang, Arek Suroboyo kelahiran 1978 ini akan terus berbagi ilmu melalui pelatihan<em> safety riding</em>.</p>
<p>“Di luar masalah tanggung jawab perusahaan sebagai produsen motor, saya juga merasa terpanggil untuk terus memberikan atau menjadi panutan kepada masyarakat pemotor agar semakin peduli pada masalah keselamatan berkendara,” tutur Agung Surya.</p>
<p>Kebiasan atau sikap seolah tak peduli pada perilaku berkendara aman yang sudah mendarah daging pada sebagian kalangan masyarakat pemotor, menjadi aral terberat meski transfer informasi keselamatan berkendara sudah dilakukan oleh berbagai kalangan. Bahkan pemberian pelatihan berkendara aman atau <em>safety riding</em>, terkadang hanya seperti angin lalu dan lantas terlupakan.</p>
<p>Memang tak mudah untuk mengubahnya, tapi bermodal semangat dan niat tulus upaya itu terus dilakukan oleh berbagai pihak, baik perseorangan, komunitas maupun korporasi.</p>
<p>“Saya tidak muluk-muluk ingin mengubah seluruh kalangan masyarakat pemotor agar menjadi lebih sadar untuk berperilaku berkendara aman. Saya hanya sebagian kecil dari komponen itu, karena <em>stakeholder</em> di jalan raya itu banyak. Yang utama adalah saya mulai dari diri saya sendiri kemudian ke keluarga dan lingkungan,” tuturnya.</p>
<p>“Mengubah kebiasaan itu hal yang sulit luar biasa. Tapi kalau tidak dimulai dari sekarang dan dari diri kita sendiri maka tak akan berubah,” cetusnya.</p>
<p><span style="color: #888888;">Penulis/Foto : @Jayadi72</span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gilamotor.com/2011/10/agung-surya-mengubah-kebiasaan-itu-sulit/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Deni Setiawansyah Si Angel Rider</title>
		<link>http://gilamotor.com/2011/09/deni-setiawansyah-si-angel-rider/</link>
		<comments>http://gilamotor.com/2011/09/deni-setiawansyah-si-angel-rider/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 13 Sep 2011 04:56:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator></dc:creator>
				<category><![CDATA[Bikers]]></category>
		<category><![CDATA[headline]]></category>
		<category><![CDATA[Angel]]></category>
		<category><![CDATA[Bengkel Vespa]]></category>
		<category><![CDATA[Bogor Scooter Fashion]]></category>
		<category><![CDATA[BSF]]></category>
		<category><![CDATA[Deni]]></category>
		<category><![CDATA[Deni Setiawansyah Si Angel Rider]]></category>
		<category><![CDATA[Piaggio]]></category>
		<category><![CDATA[Vespa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gilamotor.com/?p=14705</guid>
		<description><![CDATA[Meski motor Vespa nya dibelikan orang tua, tapi chemistry antara dia dan skuter Italia itu bagai bensin yang tersulut api, langsung berkobar. Dan stiker Angel di bodi Vespa kian mengukuhkan namanya sebagai Angel.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>GILAMOTOR.com. –</strong> Mendengar cerita lelaki berdarah Sunda ini, langsung terngiang bait lagu Tak Bisa Ke Lain Hati dari Kla Project. Kecintaan nya pada skuter asal Italia, Vespa, sejak duduk di bangku SMA dulu, seperti mematri hatinya untuk tak bisa pindah ke lain motor.</p>
<p>“Susah untuk pindah motor lain. Ada rasa yang tak saya dapatkan dari motor lain saat saya berada di atas Vespa ini,” tuturnya, seraya mengelus-elus bodi Vespa Super lansiran 1964 miliknya.</p>
<p>Lelaki bernama lengkap Deni Setiawansyah, jatuh cinta dengan Vespa sejak duduk di bangku SMA. Meski waktu itu motor Vespa nya dibelikan oleh orang tua, tapi <em>chemistry</em> antara dia dan skuter Italia itu seperti bensin yang tersulut api, langsung berkobar.</p>
<p>“Mungkin kalau diibaratkan, Vespa ini sudah seperti istri saya. Tapi karena saya sudah menikah, jadi seperti istri kedua, gitu lah..” imbuhnya dengan aksen Sunda nya yang kental.</p>
<p>Kini, lelaki yang akrab disapa Angel memiliki gerai dan bengkel khusus yang menangani motor Vespa. “Bekerja berdasarkan hobi dan <em>passion</em>, itu akan jauh lebih baik dengan hasil yang baik pula.”</p>
<p>Kalau boleh tau, nama Angel itu didapat dari mana sih, bro.? Kok bisa-bisanya disapa Angel.?</p>
<p>“Saat SMA saya mencoba ikut-ikutan bergabung dengan komunitas Vespa. Karena dulu saya jarang kopdar, mereka (anggota komunitas) hanya mengenali saya dari stiker bertuliskan Angel yang ditempel ayah saya di motor Vespanya. Karena mereka tak tahu nama saya, jadi saya di sapa Angel dan sampai sekarang nama Angel menjadi sapaan akrab saya,” terang punggawa bengkel <em>Bogor Scooter Fashion</em> yang bedomisili di Jl. Raya Semplak Vilar RT.04/01 Bogor Barat.</p>
<p>Lebih jauh Deni, eh maksudnya Angel menceritakan, stiker Angel yang ditempel ayahnya di Vespa itu seperti menjelaskan bahwa <em>rider</em> Vespa tak ubahnya sebagai <em>Angel Rider</em>. Mengingat sejarah Vespa yang dijuluki sebagai lebah besi dari Italia.</p>
<p>Wahh, jadi seperti Nicolas Cage nih, di film <em>Ghost Rider</em>.</p>

<a href='http://gilamotor.com/2011/09/deni-setiawansyah-si-angel-rider/angel-2/' title='Angel 2'><img width="150" height="150" src="http://gilamotor.com/wp-content/uploads/2011/09/Angel-2-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="" title="Angel 2" /></a>
<a href='http://gilamotor.com/2011/09/deni-setiawansyah-si-angel-rider/angel-1/' title='Angel 1'><img width="150" height="150" src="http://gilamotor.com/wp-content/uploads/2011/09/Angel-1-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="" title="Angel 1" /></a>
<a href='http://gilamotor.com/2011/09/deni-setiawansyah-si-angel-rider/angel-3/' title='Angel 3'><img width="150" height="150" src="http://gilamotor.com/wp-content/uploads/2011/09/Angel-3-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="" title="Angel 3" /></a>

<p><span style="color: #888888;">Penulis/Foto : @jayadi72</span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gilamotor.com/2011/09/deni-setiawansyah-si-angel-rider/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Yasrul Jack : Biker Lupus</title>
		<link>http://gilamotor.com/2011/07/yasrul-jack-biker-lupus/</link>
		<comments>http://gilamotor.com/2011/07/yasrul-jack-biker-lupus/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 18 Jul 2011 11:08:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator></dc:creator>
				<category><![CDATA[Bikers]]></category>
		<category><![CDATA[headline]]></category>
		<category><![CDATA[aceh]]></category>
		<category><![CDATA[biker]]></category>
		<category><![CDATA[POWER Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Pulsar Owner Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[sabang]]></category>
		<category><![CDATA[Turing ke titik nol kilometer]]></category>
		<category><![CDATA[Yasrul Jack]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gilamotor.com/?p=14101</guid>
		<description><![CDATA[Kendati usianya terbilang sudah uzur, tapi semangat lelaki penunggang Pulsar 180 DTS-i yang berdomisili di Pontianak, Kalimantan Barat ini tak kalah dengan orang-orang muda di komunitasnya.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>GILAMOTOR.com. –</strong> <em>Biker </em>LUPUS, itulah kalimat sindiran yang selalu dilayangkan rekan-rekannya di komunitas POWER (Pulsar Owner) Indonesia. Kata LUPUS bukan berarti tampang <em>biker </em>berusia 61 tahun ini seperti idola anak muda era 80-an yang doyan benget &#8220;<em>ngunyah&#8221; </em>permen karet, tapi artinya “Lupa Usia”.</p>
<p>Ya, kendati usianya terbilang sudah uzur, tapi semangat lelaki penunggang Pulsar 180 DTS-i yang berdomisili di Pontianak, Kalimantan Barat ini tak kalah dengan orang-orang muda di komunitasnya. Wajar saja dia dikatakan sebagai <em>biker</em> Lupus alias Lupa Usia.</p>
<p>“Biar kata usia saya sudah 61 tahun, tapi semangat saya gak kalah dengan mereka yang masih muda untuk mencapai perjalanan ke kilometer nol, Sabang. Makanya mereka mengatakan kalau saya lupus alias lupa usia,” terang lelaki yang akrab disapa Jack ini.</p>
<p>Titik nol adalah lokasi impian para <em>bikers</em> di Indonesia, jadi sebuah kebanggaan bisa menginjakkan kaki di lokasi yang menjadi “<em>kiblat</em>” nya para <em>bikers</em>. Hal itu pula lah yang membuat semangat kakek kelahiran Bukit Tinggi, Sumatera Barat 61 tahun silam ini untuk menempuh perjalanan panjang dari Kalimantan ke Jakarta dan berlanjut ke Sabang, Aceh.</p>
<p>“Mencapai titik nol kilometer itu seperti pergi haji (<em>biker</em> sejati), selama hidup saya, ini adalah kali pertama saya menginjakkan kaki di titik awal wilayah Indonesia,” tutur Jack, bersemangat.</p>
<p>Namun sayang, insiden yang seharusnya tak terjadi menjadi penghias perjalanan Jack Lupus. Tulang selangka kirinya patah akibat terjatuh dari motor saat menghindari oknum pemotor yang menggunakan telepon genggam sambil berkendara.</p>
<p>“Peristiwa itu terjadi saat rombongan POWER Indonesia melintasi kota Lampung. Saat saya sedang berjalan perlahan, ada oknum berseragam berkendara dengan santainya sambil menelepon. Saya sudah memperlambat laju motor sampai sekitar 10 km/jam dan membunyikan klakson, tapi seolah tak digubrisnya. Alhasil saya berusaha menghindari dia dengan mengarahkan motor ke sisi kanan jalan, tapi sayangnya motor saya menyenggol box rekan saya dan saya pun kehilangan keseimbangan, dan terjatuh,” cerita Jack.</p>
<p>“Jatuhnya sih tidak parah, karena saya sudah melepas motor dan itu pun jalannya sangat pelan. Tapi sayang posisi jatuhnya mungkin yang membuat tulang saya patah,” ceriyanya lagi.</p>
<p>Namun yang lebih disayangkan Jack Lupus adalah perilaku oknum berseragam itu. Tak seharusnya dia melakukan apa yang dilarang oleh undang-undang lalu lintas, tapi dia justeru mencontohkan yang negatif kepada masyarakat khususnya pemotor.</p>
<p>“Selain itu, yang lebih miris adalah dia tak menghiraukan saya yang jatuh karena menghindari dia. Dia hanya melihat ke belakang sambil berlalu bersama laju motornya. Seharusnya dia bisa menunjukkan simpatinya kepada masyarakat walau hanya menanyakan kondisi saja,” kata Jack.</p>
<p>Peritiwa itu menjadi pelajaran penting bagi semua pengguna jalan raya. Bahwa perilaku berkendara yang kurang dan tidak memperhatikan keselamatan berkendara bukan hanya bisa merugikan diri sendiri, tapi juga merugikan pengguna jalan lain.</p>

<a href='http://gilamotor.com/2011/07/yasrul-jack-biker-lupus/dsc_0409/' title='DSC_0409'><img width="150" height="150" src="http://gilamotor.com/wp-content/uploads/2011/07/DSC_0409-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="" title="DSC_0409" /></a>
<a href='http://gilamotor.com/2011/07/yasrul-jack-biker-lupus/dsc_0399/' title='DSC_0399'><img width="150" height="150" src="http://gilamotor.com/wp-content/uploads/2011/07/DSC_0399-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="" title="DSC_0399" /></a>
<a href='http://gilamotor.com/2011/07/yasrul-jack-biker-lupus/dsc_0394/' title='DSC_0394'><img width="150" height="150" src="http://gilamotor.com/wp-content/uploads/2011/07/DSC_0394-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="" title="DSC_0394" /></a>
<a href='http://gilamotor.com/2011/07/yasrul-jack-biker-lupus/dsc_0415/' title='DSC_0415'><img width="150" height="150" src="http://gilamotor.com/wp-content/uploads/2011/07/DSC_0415-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="" title="DSC_0415" /></a>

<p>Penulis/Foto : @jayadi72</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gilamotor.com/2011/07/yasrul-jack-biker-lupus/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Clarissa Pratiwi : Demen Diajak Selap – Selip</title>
		<link>http://gilamotor.com/2011/07/clarissa-pratiwi-demen-diajak-selap-%e2%80%93-selip/</link>
		<comments>http://gilamotor.com/2011/07/clarissa-pratiwi-demen-diajak-selap-%e2%80%93-selip/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 05 Jul 2011 04:39:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator></dc:creator>
				<category><![CDATA[Bikers]]></category>
		<category><![CDATA[headline]]></category>
		<category><![CDATA[Clarissa Pratiwi]]></category>
		<category><![CDATA[Clarissa Pratiwi : Demen Diajak Selap – Selip]]></category>
		<category><![CDATA[Kampus UPN Veteran]]></category>
		<category><![CDATA[lady biker]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gilamotor.com/?p=13959</guid>
		<description><![CDATA[Dara cantik ini tak menyangkal kalau dia paling suka dibonceng dan selap-selip di antara padatnya lalu lintas. Menurutnya, hal itu mengingatkannya pada masa lalu saat diajak sang ayah nge-drift di Makassar.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>GILAMOTOR.com. –</strong> Buah jatuh tak jauh dari pohonnya. Pepatah lama itu nampak terlihat pada dara cantik kelahiran tanah Anging Mamiri, Makassar, 23 tahun silam ini. Pasalnya, hobi sang ayah yang drifter di Makassar, sedikit banyak memberikan pengaruh pada jiwa Clarissa Pratiwi.</p>
<p>Kendati belum bisa meniru gaya sang ayah sebagai drifter, namun darah drifter Jusran Osman, mengalir deras dalam tubuhnya.</p>
<p>“Waktu di Makassar ayah sering ajak aku nge-drift di jalan perbukitan, aku seneng banget diajak ayah naik mobil seperti di film-film. Kereen dehh pokoknya,” cerita wahasiswi smester akhir Fakultas Hukum UPN Veteran, Jakarta, seraya mengenang kebersamaannya bersama sang ayah.</p>
<p>Tahun 1999, gadis cantik berdarah Bugis dan Makassar ini hijrah ke Jakarta. Sejak saat itu pengalaman duduk di kursi penumpang yang dikemudikan oleh seorang drifter handal nyaris tak pernah dirasakannya lagi.</p>
<p>“Tepatnya bulan 9 tahun 99 aku pindah ke Jakarta. Sejak saat itu aku hampir tak pernah merasakan kenikmatan naik mobil sambil nge-drift bareng ayah,” ceritanya.</p>
<p>“Sekarang bukan gak mau naik mobil sendiri, tapi melihat kondisi jalan raya Jakarta yang tak bisa diprediksi aku jadi lebih memilih naik motor. Soalnya simple, mudah, cepat dan hemat,” kata gadis yang mengaku sering disapa Tyas Mirasih karena mirip.</p>
<p>Menurutnya, naik motor di Jakarta itu lebih baik dari naik mobil apa lagi kalau ada urusan darurat. Tapi dirinya juga tak menyangkal jika beberapa oknum pemotor itu suka bikin masalah dan pemotor juga paling banyak menjadi korban kecelakaan di jalan raya.</p>
<p>“Memang sih naik motor itu jauh lebih beresiko dibanding naik mobil, makanya hati-hati dan waspada menjadi perioritas utama yang harus dilakukan saat naik motor, khususnya di Jakarta. Dan tentunya pakai perlengkapan berkendara yang baik dan benar untuk menghindari hal-hal yang tak diinginkan.”</p>
<p>“Aku paling sebel sama pemotor yang naik motornya ugal-ugalan dan ngebut gak karuan. Apa lagi sama motor yang suara kenalpotnya berisik, bikin gak nyaman,” keluhnya.</p>
<p>Bicara masalah keselamatan berkendara, Clarissa mensiasati dengan membuat komitmen berkendara hanya dalam kecepatan maksimal 50 – 60 km/jam saja. Tapi dirinya juga tak menyangkal kalau dia paling suka dibonceng dan selap-selip di antara padatnya lalu lintas. Hal itu mengingatkannya pada masa lalu saat diajak sang ayah nge-drift di Makassar.</p>
<p>“Aku demen banget kalau diboncengin dan selap-selip di antara mobil. Apa lagi kalau selap-selipnya di jalan yang ramai tapi lancar, jadi inget naik mobil sama ayah nge-drift di Makassar,” aku dia.</p>
<p>Bicara masalah motor impian, dara cantik berambut panjang ini lagi ngidam motor roda tiga buatan BRP (Bombardier Recreational Products) yang bermarkas di Kanada, Can Am Spyder.</p>
<p>“Aku pengen banget punya motor itu, kelihatannya keren banget. Yah, semoga ada rejeki dan bisa beli satu dan semoga ada orang yang mau membelikan buat aku,” tutupnya sambil tertawa lebar.</p>

<a href='http://gilamotor.com/2011/07/clarissa-pratiwi-demen-diajak-selap-%e2%80%93-selip/clarissa-pratiwi-2/' title='Clarissa Pratiwi 2'><img width="150" height="150" src="http://gilamotor.com/wp-content/uploads/2011/07/Clarissa-Pratiwi-2-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="" title="Clarissa Pratiwi 2" /></a>
<a href='http://gilamotor.com/2011/07/clarissa-pratiwi-demen-diajak-selap-%e2%80%93-selip/clarissa-pratiwi-1/' title='Clarissa Pratiwi 1'><img width="150" height="150" src="http://gilamotor.com/wp-content/uploads/2011/07/Clarissa-Pratiwi-1-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="" title="Clarissa Pratiwi 1" /></a>
<a href='http://gilamotor.com/2011/07/clarissa-pratiwi-demen-diajak-selap-%e2%80%93-selip/clarissa-pratiwi-3/' title='Clarissa Pratiwi 3'><img width="150" height="150" src="http://gilamotor.com/wp-content/uploads/2011/07/Clarissa-Pratiwi-3-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="" title="Clarissa Pratiwi 3" /></a>

<p>Panulis/Foto :@jayadi72</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gilamotor.com/2011/07/clarissa-pratiwi-demen-diajak-selap-%e2%80%93-selip/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Jeffrey Polnaja Siap Lintasi Benua Australia dan Amerika</title>
		<link>http://gilamotor.com/2011/06/jeffrey-polnaja-siap-lintasi-benua-australia-dan-amerika/</link>
		<comments>http://gilamotor.com/2011/06/jeffrey-polnaja-siap-lintasi-benua-australia-dan-amerika/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 17 Jun 2011 03:21:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator></dc:creator>
				<category><![CDATA[Bikers]]></category>
		<category><![CDATA[headline]]></category>
		<category><![CDATA[Jeffry Polnaja]]></category>
		<category><![CDATA[JJ]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gilamotor.com/?p=13703</guid>
		<description><![CDATA[Setelah sukses pada etape pertama melintasi benua Asia, Afrika dan Eropa, Jeffrey Polnaja atau akrab disapa Kang JJ kini tengah melakukan persiapan untuk kembali berpetualang mengelilingi dunia.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>GILAMOTOR.com, Jakarta. –</strong> JJ alias Jurig Jalanan, rupanya masih menyimpan ambisi untuk mengelilingi dunia dengan motornya. Boleh dibilang, inilah bikers sejati, berani dan paling ‘sinting’ di dunia. Bagaimana tidak, Pria berusia 49 tahun ini mengelilingi dunia sampai melintasi negara konflik seperti Afganistan menggunakan motor seorang diri.</p>
<p>Perjalanannya tercatat menempuh jarak total 112.500 kilometer dengan waktu 2 tahun 7 bulan sejak 23 April 2006 sampai November 2008. Penjelajah 3 benua, 72 negara dan 3.805 kota besar ini kemudian ingin berbagi melalui buku berjudul Wind Rider, Kisah Nyata Jeffrey Polnaja Menyerempet Bahaya Demi Perdamaian Dunia.</p>
<p>Setelah sukses pada etape pertama melintasi benua Asia, Afrika dan Eropa, Jeffrey Polnaja atau akrab disapa Kang JJ kini tengah melakukan persiapan untuk kembali berpetualang mengelilingi dunia. Kali ini, benua Australia dan Amerika yang akan menjadi sasaran berikutnya.</p>
<p>Rencananya, pria berusia 49 tahun ini akan memulai perjalanannya pada Mei 2012. Lebih dari 100 negara akan Kang JJ kunjungi dengan tetap menggunakan motor sebelumnya yaitu BMW R1150GS Adventure Limited Editions lansiran tahun 2005.</p>
<p>Jika sukses di etape kedua, Kang JJ akan mendapat pengakuan dunia international yaitu Guinnes Book of Record. “Di etape kedua nanti, saya akan mendapat sponsor dari Qanita, Eiger dan Mizan,” ujar Kang JJ.</p>
<p>Sebagai informasi, dalam etape pertama keliling dunia, Kang JJ menghabiskan dana sekitar Rp 5 milyar dan tentunya akan meningkat di etape kedua, mengingat jumlah negara yang dituju lebih dari 100 negara, sedangkan etape pertama hanya 72 negara.</p>
<p>“Yang penting saat keliling dunia adalah menjaga kondisi tubuh dengan minum air yang banyak, mengkonsumsi vitamin seperti nature-e dan menjaga makanan agar tidak keracunan seperti yang pernah saya alami ketika berada di Aljazair.”</p>
<p>“Diperkirakan waktunya akan memakan waktu selama 3 tahun,” tukas Kang JJ.</p>
<p>Khusus saat melintas Amerika, Jurig Jalanan ini akan menggunakan Harley Davidson Ultra Glide Limited.</p>
<p>Pesan penting diungkapkan Adhyaksa Dault, mantan Menpora yang dulu memimpin proses pelepasan Kang JJ di tahun 2006.</p>
<p>“Seharusnya pemerintah sangat mendukung Kang JJ sebagai duta dunia karena beliau mengenalkan Indonesia ke berbagai penjuru dunia. Pemerintah bisa melalui Pertamina, Kementrian Budaya dan Pariwisata hingga Kemantrian Luar Negeri mendukung apa yang dilakukan Kang JJ ini,” ujarnya.</p>
<p>Terakhir Kang JJ menjelaskan perjalanannya tidak akan sukses dan berhasil tanpa dukungan keluarganya.</p>
<p>“Keluarga saya sangat mendukung karena ini tujuannya bagus untuk perdamaian dan mengenalkan Indonesia kepada dunia luar,” tutup pengusaha karet dan emas ini.</p>

<a href='http://gilamotor.com/2011/06/jeffrey-polnaja-siap-lintasi-benua-australia-dan-amerika/jj1_jordan-people/' title='jj1_Jordan People'><img width="150" height="150" src="http://gilamotor.com/wp-content/uploads/2011/06/jj1_Jordan-People-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="" title="jj1_Jordan People" /></a>
<a href='http://gilamotor.com/2011/06/jeffrey-polnaja-siap-lintasi-benua-australia-dan-amerika/img_9906/' title='IMG_9906'><img width="150" height="150" src="http://gilamotor.com/wp-content/uploads/2011/06/IMG_9906-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="" title="IMG_9906" /></a>
<a href='http://gilamotor.com/2011/06/jeffrey-polnaja-siap-lintasi-benua-australia-dan-amerika/img_0458_egypt/' title='IMG_0458_Egypt'><img width="150" height="150" src="http://gilamotor.com/wp-content/uploads/2011/06/IMG_0458_Egypt-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="" title="IMG_0458_Egypt" /></a>
<a href='http://gilamotor.com/2011/06/jeffrey-polnaja-siap-lintasi-benua-australia-dan-amerika/jj_cross-the-dessert/' title='jj_Cross the dessert'><img width="150" height="150" src="http://gilamotor.com/wp-content/uploads/2011/06/jj_Cross-the-dessert-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="" title="jj_Cross the dessert" /></a>

<p>Foto : Dokumen Kang JJ</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gilamotor.com/2011/06/jeffrey-polnaja-siap-lintasi-benua-australia-dan-amerika/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Presdir Baru BAI : Ini Seperti Déjà vu</title>
		<link>http://gilamotor.com/2011/05/presdir-baru-bai-ini-seperti-deja-vu/</link>
		<comments>http://gilamotor.com/2011/05/presdir-baru-bai-ini-seperti-deja-vu/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 26 May 2011 08:25:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator></dc:creator>
				<category><![CDATA[Bikers]]></category>
		<category><![CDATA[headline]]></category>
		<category><![CDATA[BAI]]></category>
		<category><![CDATA[Presdir PT Bajaj Auto Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Tomotaka Ishikawa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gilamotor.com/?p=13470</guid>
		<description><![CDATA[Lebih dari 34 tahun berkarir bersama Yamaha, Tomotaka Ishikawa bertanggung jawab pada bisnis internasional. Wajar jika lelaki yang akrab disapa Tom san ini lebih banyak menghabiskan waktu di luar Jepang.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="background-color: #ffffff;"><strong>GILAMOTOR.com, Jakarta. –</strong> Sejak lulus sekolah, lelaki asal Jepang yang kini menjadi orang nomer satu di PT Bajaj Auto Indonesia (BAI) ATPM motor Bajaj di Indonesia, Tomotaka Ishikawa langsung memulai karirnya bersama Yamaha dan banyak bertugas di luar Jepang.</span></p>
<p>Lebih dari 34 tahun berkarir bersama Yamaha, ayah dengan tiga orang anak ini bertanggung jawab pada bisnis internasional. Wajar jika lelaki yang akrab disapa Tom san ini lebih banyak menghabiskan waktu di luar Jepang.</p>
<p>“Dimulai dari Afrika lalu saya ke Amerika kemudian ke Jepang dan kembali lagi ke Amerika. Lantas saya ditugaskan di Thailand dan India. Setelah itu, saya keluar,” cerita dia.</p>
<p>Lelaki ini pernah menjadi Managing Director Yamaha India dan menjabat sebagai CEO Yamaha Thailand sebelum akhirnya bergabung bersama Bajaj Auto Ltd India.</p>
<p>Sebelum ke Indonesia, Tom san sudah bergabung bersama Bajaj India sekitar 3 tahun sebagai Advisor Business Plan. Dan kini dia dipercaya untuk memikul tanggung jawab sebagai Presiden Direktur di PT BAI.</p>
<p>Menurutnya, mengembangkan produk Bajaj bukanlah hal yang terlalu sulit. Pengalamannya selama puluhan tahun dan mengembangkan produk Yamaha seperi Nouvo, Mio dan Byson, membuatnya yakin akan mampu mengembangkan produk Bajaj.</p>
<p>“Bergabung bersama Bajaj itu seperti Déjà vu. Karena dulu saya bekerja dari bawah mengembangkan produk-produk Yamaha. Dan sekarang saya akan mengembangkan Bajaj,” terangnya.</p>
<p>Tom san mengatakan bahwa Indonesia adalah pasar yang penting bagi Bajaj dan Bajaj tak boleh gagal. Dia juga mengakui bahwa Bajaj merupakan motor yang istimewa, baik desain maupun performa.</p>
<p>Tom san juga mengatakan bahwa produk Bajaj berbeda dengan produk China pada segi kualitasnya. Bahkan dengan yakin dia mengatakan bahwa teknologi DTS-i dua busi, membuat produk Bajaj jauh lebih efisien dari produk lain bahkan Honda sekalipun.</p>
<p>&#8220;Motor Bajaj adalah motor yang berkualitas dengan harga yang tepat. Sayangnya banyak yang belum mengenal Bajaj di Indonesia dan kami akan bekerja keras untuk membenahi hal itu,” tandasnya.</p>
<p><strong><span style="color: #888888;">Penulis/Foto : @Jayadi72</span></strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gilamotor.com/2011/05/presdir-baru-bai-ini-seperti-deja-vu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

