GILAMOTOR.com. – Casey Stoner kembali melontarkan kritikan tajam kepada Valentino Rossi ikhwal kembalinya pebalap Italia itu ke Yamaha musim 2013 mendatang.
Stoner merasa simpati pada Ducati yang dianggapnya tak layak mendapatkan hasil buruk sejak kedatangan Valentino Rossi. Setelah tampil buruk selama dua tahun bersama Ducati, Stoner menilai bahwa Rossi tak bertanggung jawab dengan apa yang dia ucapakan bahwa dia akan membawa Ducati meraih gelar juara dunia.
“Saya merasa sangat prihatin kepada Ducati karena dia memilih untuk besama mereka (Rossi) dan tak melakukan apapun selain mengeluhkan motornya. Jelas sekarang mereka memiliki motor yang bisa dipakai balapan dengan baik, karena dia terus dikalahkan oleh Nicky Hayden dan Hector Barbera, tak patut untuk dibanggakan.”
Rossi bersama krunya berharap bisa menjadi juara dunia di Ducati dan meraih gelar juara dunia bersama tiga tim pabrikan berbeda. Namun dari 27 balapan bersama Ducati, Rossi hanya dua kali naik podium dan musim depan dia akan membalap besama Yamaha yang sudah jelas memiliki motor yang kompetitif.
Stoner menganggap bahwa mereka telah memakan kata-kata mereka sendiri yang menyatakan bahwa mereka dapat memecahkan masalah front end dengan cepat yang sejak lama menjadi penyakit Ducati. Terlebih dengan ungkapan Jerry Burges yang menyatakan bahwa mereka bisa mengatasi masalah itu hanya dalam 80 detik. Tapi kenyataannya, selama dua tahun mereka belum melakukan apa-apa.
“Jerry bilang hanya butuh waktu 80 detik untuk menyelesaikan masalah pada motor dan problem yang mereka miliki untuk diselesaikan. Tapi selama dua tahun mereka tak menyelesaikan apa-apa.”
“Valentino Rossi jelas tak ingin mendorong motornya sampai limit dan membalap dengan motor yang tak sempurna, ia mengakui itu,” kata Stoner.
Stoner menambahkan “Saya hanya merasa prihatin kepada Ducati bahwa Valentino Rossi telah meninggalkan mereka dan tak melakukan apa-apa selain mengeluhkan motornya selama hampir dua tahun.”
Hubungan Stoner dan Rossi menang telah lama retak, meskipun mereka hanya saling bertarung secara langsung untuk merebut gelar pada musim 2007 dan 2008.
Setelah gelar juara tahun 2007 bersama Stoner, Ducati tak bisa bangkit kembali. Tetapi, Stoner menjadi satu-satunya pebalap tersukses yang bisa menaklukkan Desmosedici. Loris Capirossi, Marco Melandri dan Nicky Hayden, tak satu pun dari mereka yang mampu mendekati prestasi Stoner di Ducati. Stoner mencatatkan 23 kemenangan selama empat tahun bergabung dan meraih satu gelar juara dunia.
Bahkan Rossi sekalipun yang digadang-gadangkan bisa mengalahkan prestasi Stoner, masih jauh dari yang diharapkan.
“Terlihat jelas bahwa dia tidak bisa menang dan membuatnya kompetitif bersama Ducati, sehingga dia melihat keluar sebagai pilihan utama. Dia pernah mengatakan ingin mengakhiri karirnya bersama mereka, tetapi sekarang dia malah pindah,” tandas Stoner.
Launching Di Jambi, Lomba Lama-lamaan Angkat X-Ride
10 Tahun Di Indonesia, 7 Juta Unit Mio Tersebar Di Indonesia
Yamaha Siap Luncurkan Empat Moge, TMax Punya Kans Launching Duluan
Dovi sesungguhnya berpeluang untuk berdiri di podium, tapi rookie MotoGP Marc Marquez menghancurkan impian tim Ducati untuk finish di podium. Namun demikian, Dovi tetap merasa senang.
Memulai balapan dari posisi pole, Marquez melorot ke posisi Sembilan. Siraman air hujan yang membuat sirkuit basah kuyub, membuat Marquez banyak melakukan kesalahan dan sering kali nyaris terjatuh.
Sebuah potongan menakjubkan dari sejarah balapan sepeda motor. Sebuah video berdurasi 45 menit bercerita tentang balapan di akhir 80an, dikemas apik oleh Televisi Inggris ITV 4 channel.
Salah satu bagian dari modifikasi supermoto adalah penggantian swing arm atau lengan ayun. Model dan harga jadi salah satu acuan sebelum memilih swing arm biar tampilan motor tambah keren.
mikir rossi lain ngaeluh mulu !!!
merontokan gelar the doctor, mana ktanya man behind machine??
malah nyari machine yg lain
kecewa
bisa menang pake motor pas2an, itulah pembalap hebat sejati
kalo cuma ngeluh, semua pembalap jg bisa
harusnya rossi hrs bisa beradaptasi dgn motornya! bukan sebaliknya!!!
cuiiiiiihhhhhh… stoner tdk ada apa2nya. klo stoner tdk pensiun, sampai dunia kiamat pun dia tdk akan menyamai prestasi Rossi di MotoGP. Komentar dia itu menunjukan dia iri dan sakit hati karna tdk mampu lagi meneruskan karir di motogp. CUUIIIIIHHHHHHHHH
perkataan stoner itu menunjukan ke irian sekaligus ke khawatiran akan rossi ,,, karena jika rossi berpindah kembali ke yamaha sudah pasti kemungkinan rossi untuk menang dlam setiap pertandingan menjadi 99% hal itulah yang sangat di khawatirkan stoner
kalau emang stoner hebat ga usah takut hadapi rossi meskipun rossi memakai motor yamah
FUCK YOU STONER & I LOVE YOU THE DOCTOR
oppo toow yyyoow cah…..
maju trus bang vale…..
masbro..akui saja Vale g isa make DUCATI, ingat statementnya “BAlapan itu ridernya, bukan motornya”.. SKRG ap BUKTInya ??? sang legenda cuma bisa mengeluhkan tunggangannya saja. apakah itu mental sang legenda ??? betul kata stoner, rossi g mau memaksa skillnya make ducati. liat aj gaya balap ROSsi seakan-akan kyk orang baru blajar naek motor aj. takut jatuh, leled ditikungan..pokoknya style-nya bocah lah. g sperti waktu make Honda en Yamaha. faktor Umur bro, beda jika Rossi mau bergabung ma Ducati waktu dia masih Yamaha Camel (Masih muda)dan waktu itu juga DUcati menawarkan kontraknya, tpi akhirnya stoner yg make ducati, krn rossi nolak. mungkin g begini critanya..
sekarang teknology udah berkembang, semua motor prototype gak seperti taun 2007. bila stag seperti tahun 2007 mungkin ducati masih bisa menyeimbangi….
pembalap juga manusia kali bro ada lebih ada kurangnya. sebagai penggemar rossi ane juga agak kecewa doi balik ke yamaha, tapi ane juga ga rela rossi di lecehin. karena terlepas dari berhasil atau tidak nya rossi membangun ducati, dia tetap seorang legenda moto gp yang hingga detik ini belum ada yg ngalahin prestasinya. giliran rossi gagal ngebangun ducati, semua langsung nyela, coba inget-inget waktu dia ngebangun yamaha sampe jadi yang kaya sekarang ini?? klo bukan karena rossi dan teamnya, ga bakalan kali yamaha bisa kaya sekarang !!!
tulll,,,,,stoner cm numpang lwat di motoGP
sebenarnya yang masalah ada di ducati sendiri, kenapa tidak pernah menuruti semua masukan dari pembalap dan terus terobsesi dengan mmbuat mesin yg lebih mementingkan power dari pada membuat motor yg stabil,
ngapain dorong lebih klo motornya ga stabil trus crash ato cidera parah kan bisa absen di seri selanjutnya..
kepindahan rossi bkn krna dia gagal, tapi ducati tidak prnah menerima masukan dari pembalapnya..
hmmm…. kalo sekarang ducati mentingin power, kayaknya gak de.. coba liat di teve, ducati mampu di sikat M1 apalagi RC.
saat stoner juara dunia di 2007, mereka memiliki semboyan “jika motormu kalah di tikungan, kamu masih bisa membuatnya jadi lebih cepat, berat memang, tapi kamu pasti bisa, tapi jika motor mu kalah di trek lurus, kamu tidak bisa berbuat apa2″
setelah ducati bersama rossi…
kayaknya top speed ducati sama kaya team satelit yamaha… kalah di trek lurus, kalah di tikungan…
rossi lamban beradaptasi atau bahkan tak mampu.. mungkin karena faktor umur…
stoner, masih fit, masih muda, sehat,,– mungkin wajar kalo dia mampu beradaptasi.
tapi roda itu berputar,,, wajar kalo rossi KO dari rider2 muda.. mengingat faktor usia…