GILAMOTOR.com, Kenjeran. – Yamaha mendominasi kelas 125 cc Indoprix (IP2) seri 2 di sirkuit Kenjeran, Surabaya (27/5). Empat podium teratas kelas itu dikuasai pebalap-pebalap Yamaha yang bertarung di bawah sengatan cuaca panas mencapai 38 drajat.
Sigit PD menjuarai IP2 setelah finis terdepan di race 1 dan race 2 dengan total nilai 50. Kuartet Yamaha lainnya masing-masing ada di peringkat 2 sampai 4 – Fitriansyah Kete (poin 40), Floarianus Roy (27) dan Rafid Topan (24). Sigit yang memperkuat tim Yamaha Yamalube TDR FDR NHK Yonk Jaya berhasil melawan panasnya cuaca yang berpengaruh besar pada penampilan.
”Karena cuaca panas banget, saya lebih tenang dan jaga ketahanan tubuh saat balap. Tidak terlalu ngotot. Di race 1 motor nge-drop karena cuaca terlalu panas,” ucap Sigit.
Dengan strategi seperti itu, Sigit mampu menjaga keseimbangan dan ritme membalap sehingga melaju mulus di dua race. Hasil race 2 Indoprix ini membawa Sigit ke puncak klasemen sementara dengan poin 88. Sigit menggeser Sudarmono di posisi kedua terpaut jauh 31 angka, disusul Fitriansyah Kete dengan jumlah poin 53 dan Florianus Roy 47.
Sementara itu, di kelas IP2 (110 cc) Yamaha diwakili Rafid Topan, Sudarmono dan Irwan Ardiansyah masing-masing di podium 3 sampai 5. Kelas ini dimenangi pebalap Honda, I Gde Arya Kurniawan dan Hokky Krisdianto (Honda) di posisi kedua.
Topan tampil garang meskipun start dari urutan 8. ”Jaga stamina, konsentrasi dan stabil. Dengan 30 lap di sirkuit pendek dan banyak tikungan ini, fokus sangat penting apalagi cuaca sangat panas,” cetus Topan. Pebalap Yamaha Yamalube Nissin KYT Tunggal Jaya itu memanfaatkan ketahanan fisiknya untuk merangsek ke depan setelah lap ke-20 melewati rival-rival seniornya.
Topan bertengger di puncak klasemen mengumpulkan poin 71, diikuti Sudarmono (48) dan I Gde Arya Kurniawan (44).
Launching Di Jambi, Lomba Lama-lamaan Angkat X-Ride
10 Tahun Di Indonesia, 7 Juta Unit Mio Tersebar Di Indonesia
Yamaha Siap Luncurkan Empat Moge, TMax Punya Kans Launching Duluan
Dovi sesungguhnya berpeluang untuk berdiri di podium, tapi rookie MotoGP Marc Marquez menghancurkan impian tim Ducati untuk finish di podium. Namun demikian, Dovi tetap merasa senang.
Memulai balapan dari posisi pole, Marquez melorot ke posisi Sembilan. Siraman air hujan yang membuat sirkuit basah kuyub, membuat Marquez banyak melakukan kesalahan dan sering kali nyaris terjatuh.
Sebuah potongan menakjubkan dari sejarah balapan sepeda motor. Sebuah video berdurasi 45 menit bercerita tentang balapan di akhir 80an, dikemas apik oleh Televisi Inggris ITV 4 channel.
Salah satu bagian dari modifikasi supermoto adalah penggantian swing arm atau lengan ayun. Model dan harga jadi salah satu acuan sebelum memilih swing arm biar tampilan motor tambah keren.