News

Review Helm KBC V-Series Euro

February 27, 2012
Review Helm KBC V-Series Euro

GILAMOTOR.com. – Helm kini tak lagi hanya sebagai sebuah komponen keselamatan berkendara yang mutlak digunakan oleh seluruh pengendara. Tapi helm pun kini sudah menjadi bagian dari gaya hidup dan gengsi.

Karena itu, tak sedikit bikers yang memiliki lebih dari dua unit helm yang digunakan dalam kondisi berbeda. Biasanya, beda aktivitas akan menggunakan helm yang berbeda, seperti untuk touring, kopdar, atau untuk aktivitas harian.

Nah, kali ini Gilamotor akan sedikit me-review merek helm asal Amerika, KBC V-Series Euro ukuran L.

BOBOT/BERAT

Helm ini memiliki bobot yang cukup ringan meski bentuknya tampak padat dan berat. Bahkan bobot KBC tak jauh berbeda dengan helm-helm kenamaan yang harganya jauh di atas harga KBC yang hanya Rp 550.000. Sebut saja Nolan, X-Lite dan AGV K3.

KBC V-Series memiliki bobot sekitar 1.500 gram, tak berbeda dengan AGV K3 yang juga berbobot sekitar 1.500 gram. Kedua helm itu selisih 100 gram lebih berat dari X-Lite X802 yang hanya berbobot 1.400 gram. Sedangkan Nolan N63 memiliki bobot lebih berat dari ketiga helm itu, yakni sekitar 1.600 gram.

KBC V-Series Euro memiliki kontur padding yang cukup pas dengan bentuk kepala. Busanya yang tebal dan lentur, cukup baik mendekap pipi sehingga tak banyak ruang tersisa yang membuat helm bergoyang saat menggerakkan kepala.

Dengan bobot cukup ringan dan kontur padding yang menyesuaikan kontur kepala, KBC nyaman digunakan untuk harian dan turing jarak jauh. Bahkan cukup nyaman untuk biker yang menggunakan kaca mata sekalipun. Terbukti saat Gilamotor gunakan KBC V-Series Euro sebagai riding gear menuju Jogjakarta dan kembali ke Jakarta, penggunaan helm selama lebih dari 3 jam nonstop sebelum melakukan istirahat sejenak, tidak membuat kepala terasa pusing karena tekanan busanya.

SIRKULASI UDARA

Lima titik ventilasi udara, dua di atas, dua di sisi kiri dan kanan dan satu di bagian depan bawah tepatnya di depan mulut, membuat kepala bisa merasakan kesejukan hembusan angin sehingga saat digunakan dalam cuaca panas kepala tetap bisa merasakan sejukan.

VISOR/MIKA BENING

Visor nya mudah dilepas dengan pengait berbentuk lingkaran yang diapit kawat lentur yang juga berbentuk lingkaran. Mengatur bukaan visor juga cukup ringan dan mudah, sehingga pengendara dapat mengatur besaran bukaan visor sesuai keinginannya.

Dengan warna visor brite-clear, KBC cukup nyaman digunakan pada siang maupun malam hari. Saat cuaca sangat terik dan pengendara dalam kondisi berhenti, visornya tak mudah berembun karena uap pernapasan di dalam helm. Hanya saja yang Gilamotor rasa jadi kendala adalah saat pemakaian di bawah guyuran hujan, visor bisa berembun. Tapi secara keseluruhan, kualitas visor cukup bagus. Selain itu, Visor KBC sudah menyediakan tempat pemasangan Pinlock untuk memberi kenyamanan lebih. Pinlock nya sendiri bisa dibeli terpisah dengan harga Rp 150.000. Ada dua pilihan warna Pinlock nya, smoke yang akan memeberi kenyamanan mata saat berkendara siang hari dan kuning untuk malam hari.

Kain penutup di bawah dagu juga memberikan kenyamanan panggunanya, karena tak membuat debu atau asap langsung masuk ke dalam ruang helm yang dapat mengganggu pernapasan.

PENGAIT

Yang juga menjadi kelebihan KBC adalah pengait yang sudah mengaplikasi sistem double D ring (DD Ring). Sistem pangait ini umumnya diaplikasi pada helm untuk balap.

Dengan pengait sistem DD ring, akan memberikan keyamanan dan keamanan lebih baik karena jelas lebih kuat dan tak mudah lepas.

VALUE FOR MONEY

Dengan harga Rp 550.000, pengendara sudah bisa memiliki helm dengan kenyamanan dan keamanan yang nyaris sama dengan helm kenamaan lainnya yang harganya jauh lebih mahal.

Saat membeli helm, ada baiknya Anda mencobanya terlebih dahulu apakah sudah pas mendekap kepala, terlalu longgar atau sempit. Dan sebelum memutuskan untuk membelinya, pakailah helm yang sudah Anda yakini untuk dibeli setidaknya untuk 5 menit. Hal ini untuk mengetahui apakah ada rasa gangguan seperti berat, pusing dan rasa tak nyaman lainnya.

Penulis | Foto: @Jayadi72



Foto Gila Minggu ini

Posted by Angga via Twitter

Karena Lomba Makan Kerupuk Sudah Terlalu Mainstream

Moto Sport

Low-Side, Marquez Nikung Dengan Sudut 68 Derajat
Low-Side, Marquez Nikung Dengan Sudut 68 Derajat
August 20, 2014

Nonton balapan MotoGP memang bisa bikin jantung bedetak kencang, kadang seperti berhenti untuk sesaat ketika menyaksikan aksi para pembalap sangat dekat bahaya.

M. Abidin: Teknisi ITGP Sangat Siap Untuk Masuk Dunia Balap
M. Abidin: Teknisi ITGP Sangat Siap Untuk Masuk Dunia Balap
August 19, 2014

Kompetensi yang dimiliki para teknisi ini tak kalah dengan teknisi senior di tim balap Yamaha. Apa lagi para teknisi jebolan ITGP juga sudah mendapatkan beragam ilmu tentang penanganan sepeda motor Yamaha termasuk manajemen perbengkelan.

Video News

Skully AR-1, Helm Canggih Pakai Prossesor
Skully AR-1, Helm Canggih Pakai Prossesor

AR–1 benar-benar menghadirkan teknologi cerdas yang menciptakan ekosistem virtual untuk pengendara modern. Helm Skully dilengkapi dengan GPS sebagai pemandu perjalanan dan juga menampilkan kecepatan kedaraan dengan akurat.

Facebook

Twitter

Tips

Vespa Corsa Susah Distarter atau Diselah Setelah Lewati Banjir, Begini Cara Atasinya

Masalah yang kadang dialami pengguna Vespa Corsa setelah melibas banjir adalah susah distarter atau diselah. Lantas bagaimana cara mengatasinya?