GILAMOTOR.com. – Dikabarkan laman autosport, kematian pebalap Gresini Honda, Marco Simoncelli akibat trauma besar di kepala, leher dan dadanya.
Michele Macchiagodena mengatakan bahwa Simoncelli sudah tak sadarkan diri saat tim medis mendatanginya di lintasan.
Tim medis yang langsung melakukan tindakan CPR (cardiac pulmonary resuscitation) di dalam ambulan dan berlanjut di pusat medis selama 45 menit, ternyata tak dapat menyelamatkan nyawa pebalap yang hampir selalu tampil dengan kejutan di setiap seri.
“Akibat kecelakaan buruk saat balapan, dia tertabrak oleh pebalap lain dan mengakibatkan trauma besar pada kepala, leher dan dadanya,” Macchiagodena melaporkan.
“Ketika staf medis kami tiba, dia sudah tak sadarkan diri. Di ambulan mereka mulai melakukan CPR (resutisasi jantung paru),” terangnya.
Sayangnya usaha keras tim medis untuk menyelamatkan Marco Simoncelli tak berhasil. Dan Macchiagodena dengan berat hati menyatakan bahwa Marco Simoncelli telah meninggal pada pukul 16.56 waktu Malaysia.
Paul Butler, Race Director mengatakan bahwa pihaknya akan menyelidiki peristiwa memilukan itu namun bukan saat ini tapi pada kesempatan lain.
Paul juga meyatakan simpati sedalam-dalamnya kepada keluarga Marco Simoncelli.
Penulis/Foto : @Jayadi72/Autosport
Mabua Harley Davison Semarang Terbesar Di Indonesia
APP KTM Touring De Jabar Singgahi Tangkuban Perahu
Yamaha U-13 di Medan, Pencarian Bibit Lapangan Hijau
Doni Tata menjuarai seri kedua Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Supersport 600 cc yang digelar di sirkuit Sentul, Bogor, Jawa Barat, Minggu (20/5). Keberhasilan Doni menandai dominasi Yamaha yang menempatkan 3 pebalapnya di 4 besar teratas.
Boleh jadi, pertarungan “The Doctor” Valentino Rossi yang akhirnya mampu mempecundangi pebalap Honda, Casey Stoner di lap terakhir untuk merebut posisi kedua, menjadi aksi paling dinikmati oleh para penonton khususnya para penggemar VR 46.
Dalam film ini, Jhonny Blaze alias Ghost Rider yang berujuang untuk melepaskan kutukan dan menyelamatkan putranya yang dibawa oleh iblis, kini tak lagi menggunakan motor Harley-Davidson, tapi menggunakan Yamaha V-Max.
Beberapa pengendara motora mungkin merasa nyaman dengan setingan putaran (rpm) mesin rendah. Alasannya sih klasik, agar mesin terdengar halus atau biar gak boros bahan bakar.
Part pendongkrak performa khusus skutik-skutik keluaran Kymco bisa dipastikan jarang ada di pasaran. Tapi bukan berarti pengendara skutik asal Taiwan tersebut harus pasrah.
Biasanya pemilik motor tersebut akan mengubah bagian yang kurang nyaman tersebut. Kali ini masalah yang membuat kurang nyaman adalah masalah riding position.