GILAMOTOR.com, Bogor. – Perhelatan Yamaha Cup Race (YCR) 2011 seri ke 13 yang di gelar di sirkuit non permanen Lanud Atang Sanjaya, Bogor, Jawa Barat pada 29-30 Oktober 2011 didominasi pebalap luar Bogor.
Kendati diadakan di kawasan Bogor, namun dominasi peserta dan pemenangnya justeru dari luar Bogor bahkan luar Jakarta dan luar Jawa. Karena itu, melalui perhelatan YCR yang digelar di Bogor ini diharapkan dapat memicu animo dan semangat para pebalap muda kota Bogor untuk bangkit dan bersaing di lintasan dengan para pebalap dari kota lainnya.
Saiful Anwar, Supervisor Motosport PT Yamaha Motor Kencana Indonesia (YMKI) menjelaskan, melalui event ini diharapkan dapat menumbuhkan minat dan semangat juang serta semakin banyak bermunculan pebalap muda dari Kota Hujan ini.
“Ini adalah kali kedua Yamaha menggelar Yamaha Cup Race di Kota Bogor. Sempat berjalan selama dua tahun di tahun 2006 dulu, tapi setelah itu hilang dan sekarang kita coba lagi di Bogor dengan lokasi sirkuit yang berbeda,” terang Saiful.
Dipilih kembali kota Bogor dalam kalender event YCR, karena saat ini nyaris tak ada lagi pebalap dari Bogor yang go international. Setelah M. Fadli, para pebalap dari Buitenzorg ini semakin tenggelam.
“Sentul itu ada di Kota Bogor, tapi adakah pebalap dari Bogor yang go international..? Hanya Fadli, dan itupun merupakan “produk” lama dan hingga saat ini belum ada lagi. Karena itu kita ingin menimbulkan animo komunitas balap kota ini,” tutur Saiful.
Dari perhelatan ini, terlihat animo komunitas balap Kota Bogor masih sangat kecil. Namun demikian, Yamaha akan mengevaluasi event di Bogor ini untuk penyelenggaraan ke depannya. Dari 69 pebalap di YCR seri 13 ini, tercatat hanya 13 pebalap dari kota Bogor dan hanya Doni Ramdani yang berhasil naik podium dengan merebut posisi 5 di kelas Bebek 4 Tak 110cc Standar Pemula.
“Pebalap Bogor memang hanya 1 yang naik podium, tapi perolehan gelar juara rasanya no ke sekian, lah. Yang penting bagi kita adalah memunculkan animo komunitas balap kota ini, banyak atau tidak. Dan ternyata memang masih sedikit.”
“Makanya kami harus mengevaluasi dan mengembangkan event balap di sini (Bogor). Mungkin kita akan memperbanyak event balap lokal dulu untuk membangkitkan animo komunitas balapnya,” tambah Saiful.
Semakin sering diadakan event balap kelas lokal dan nasional akan memancing animo para pebalap muda dari Bogor. Dengan demikian, Saiful berharap, akan banyak bermunculan Fadli-Fadli lainnya yang bisa balap go international.
Penulis/Foto : @Jayadi72
Mabua Harley Davison Semarang Terbesar Di Indonesia
APP KTM Touring De Jabar Singgahi Tangkuban Perahu
Yamaha U-13 di Medan, Pencarian Bibit Lapangan Hijau
Doni Tata menjuarai seri kedua Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Supersport 600 cc yang digelar di sirkuit Sentul, Bogor, Jawa Barat, Minggu (20/5). Keberhasilan Doni menandai dominasi Yamaha yang menempatkan 3 pebalapnya di 4 besar teratas.
Boleh jadi, pertarungan “The Doctor” Valentino Rossi yang akhirnya mampu mempecundangi pebalap Honda, Casey Stoner di lap terakhir untuk merebut posisi kedua, menjadi aksi paling dinikmati oleh para penonton khususnya para penggemar VR 46.
Dalam film ini, Jhonny Blaze alias Ghost Rider yang berujuang untuk melepaskan kutukan dan menyelamatkan putranya yang dibawa oleh iblis, kini tak lagi menggunakan motor Harley-Davidson, tapi menggunakan Yamaha V-Max.
Beberapa pengendara motora mungkin merasa nyaman dengan setingan putaran (rpm) mesin rendah. Alasannya sih klasik, agar mesin terdengar halus atau biar gak boros bahan bakar.
Part pendongkrak performa khusus skutik-skutik keluaran Kymco bisa dipastikan jarang ada di pasaran. Tapi bukan berarti pengendara skutik asal Taiwan tersebut harus pasrah.
Biasanya pemilik motor tersebut akan mengubah bagian yang kurang nyaman tersebut. Kali ini masalah yang membuat kurang nyaman adalah masalah riding position.