GILAMOTOR.com. – Beberapa pemilik motor Yamaha V-Ixion masih merasa khawatir untuk meningkatkan performa motornya dengan melakukan perubahan atau penambahan kapasitas mesinnya. Sistem pengkabutan bahan bakar injeksi, menjadi salah satu alasannya.
Ada juga yang mengatakan bahwa komponen-komponen aftermarket khusus untuk V-Ixion seperti ECU dan Fuel Controller masih sulit didapat di pasaran, sehingga langkah bore up akan sia-sia tanpa komponen itu. Atau mungkin akan berakibat buruk.
Namun demikian, Afandi dari Afandi Motor Sport (AFMoS) mengatakan tak perlu khawatir. Menurut punggawa AFMoS yang sudah banyak membedah mesin V-Ixion ini, kuncinya ada pada pengaturan bukaan angin dan suplai bahan bakar.
“Ada beberapa unit V-Ixion yang sudah saya bore up, mulai 160 sampai 200cc dan sampai sekarang tidak ada masalah, meski komponen pendukungnya masih standar bawaan V-Ixion,” tutur Afandi.
“Kuncinya ada pada pengaturan bukaan angin dan suplai bahan bakarnya. Dulu saya gunakan komponen Fuel Management Interface untuk memanipulasi setingan ECU agar suplai bahan bakar bisa disesuaikan dengan kebutuhan, tapi berhubung sekarang harganya cukup mahal, saya atur suplai bahan bakarnya dengan alat FIDT (Fuel Injection Diagnostic Tool),” tambahnya.
Menurut pemilik bengkel yang juga anggota Yamaha V-Ixion Club Indonesia (YVCI), permasalahan sering timbul karena tak ada ubahan pengaturan bukaan angin pada throttle body dan asupan bahan bakar ke ruang bakar.
“Pernah ada masalah pada V-Ixion konsumen saya. Ternyata masalahnya karena dia mengganti knalpot tanpa mengatur ulang bukaan angin dan suplai bahan bakarnya. Tapi selebihnya gak ada masalah. Bahkan yang sudah 200cc pun sampai sekarang baik-baik saja,” pungkasnya.
Berbeda dengan AFMoS, Kepala Bengkel AHRS di bilangan Depok, Jawa Barat Asep Yusuf Hamdani mengatakan memang tidak menyarankan untuk upgrade mesin V-Ixion. Namun dia juga mengatakan, timnya punya cara jitu yang cukup ampuh untuk meningkatkan performa V-Ixion.
Menurutnya, langkah yang dilakukan bisa dengan porting polished dan ubah knalpot free flow.
AFMoS
Jl. Cileduk Raya No.58 B
Petukangan Utara, Jakarta Selatan
087880081119
Penulis/Foto : @jayadi72
“Rubrik ini dipersembahkan oleh EVALUBE, Pelumas berteknologi yang berhasil mendapatkan kepercayaan sebagai merek paling direkomendasikan konsumen untuk pelumas motor”
Berita terkait:
APP KTM Touring De Jabar Singgahi Tangkuban Perahu
Yamaha U-13 di Medan, Pencarian Bibit Lapangan Hijau
APP KTM Milan, Baksos On the Street
Doni Tata menjuarai seri kedua Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Supersport 600 cc yang digelar di sirkuit Sentul, Bogor, Jawa Barat, Minggu (20/5). Keberhasilan Doni menandai dominasi Yamaha yang menempatkan 3 pebalapnya di 4 besar teratas.
Boleh jadi, pertarungan “The Doctor” Valentino Rossi yang akhirnya mampu mempecundangi pebalap Honda, Casey Stoner di lap terakhir untuk merebut posisi kedua, menjadi aksi paling dinikmati oleh para penonton khususnya para penggemar VR 46.
Dalam film ini, Jhonny Blaze alias Ghost Rider yang berujuang untuk melepaskan kutukan dan menyelamatkan putranya yang dibawa oleh iblis, kini tak lagi menggunakan motor Harley-Davidson, tapi menggunakan Yamaha V-Max.
Beberapa pengendara motora mungkin merasa nyaman dengan setingan putaran (rpm) mesin rendah. Alasannya sih klasik, agar mesin terdengar halus atau biar gak boros bahan bakar.
Part pendongkrak performa khusus skutik-skutik keluaran Kymco bisa dipastikan jarang ada di pasaran. Tapi bukan berarti pengendara skutik asal Taiwan tersebut harus pasrah.
Biasanya pemilik motor tersebut akan mengubah bagian yang kurang nyaman tersebut. Kali ini masalah yang membuat kurang nyaman adalah masalah riding position.
vixion pake CDI? hah?
ga saluh tuh pake cdi di ganti karbu dulu kali ya hahaha
Iya, ada salah penulisan mas bro..
Thanks sudah diingetin… Salam GilaMotor