Tips

Bikin Anti Tekor Dari Relay

May 31, 2011
Bikin Anti Tekor Dari Relay

GILAMOTOR.com, Jakarta. – Keluhan pengendara yang mengganti lampu utama motor bawaan pabrik dengan lampu model HID, sering timbul masalah pada kelistrikan. Entah itu accu yang sering tekor atau bahkan jebol.

Untuk mengatasi masalah ini, biasanya pengaplikasian lampu HID juga dibarengi dengan penggunaan perangkat yang biasa disebut “anti tekor”. Anti tekor ini akan mengatur besaran listrik yang dibutuhkan sehingga berjalan normal.

Untuk satu paket pamasangan lampu HID biasanya sudah termasuk dengan anti tekor dengan harga yang cukup berfariasi. Biasanya mulai dari Rp 500 ribu-an.

Lantas bagaimana jika pengendara hanya punya lampunya saja tanpa ada alat anti tekor. Mudah saja, karena alat anti tekor itu dapat dibeli di grai-gerai fariasi motor. Hanya saja harga yang ditawarkan cukup tinggi, untuk sebuah anti tekor Anda harus merogoh kocek sebesar Rp 150 ribuan.

Untuk menghemat biaya penggunaan lampu HID, Jakaria dari bengkel Satu Hati Motor Community (SHMC) yang bermarkas di Jl. Semplak – Caringin (ATS), No. 334-335 Bogor punya cara tersendiri. Dia menggunakan relay untuk menggantikan fungsi anti tekor.

“Cara kerja relay gak jauh beda dengan alat anti tekor, namun pengkabelannya harus diperhatikan,” terang Jakaria.

Menurut Jakaria, 4 kabel yang ada di spul di alihkan melalui relay sebelum dihubungkan ke lampu, bodi atau kiprok.

“Langkah pertama, kabel masa dari kiprok dicabut dan dialihkan ke kaki relay no.30. Kemudian kabel masa itu posisinya diganti dengan kabel dari kaki relay no.87. Masa bodi diambil dari kaki relay no 85. Dan kaki relay no 86 dialihkan ke kontak mesin atau lampu,” jelasnya.

Dalam pemasangan kabel dari relay, kata Jakaria, ada yang harus sedikit di ubah, yaitu pemposisian kabel di kaki relay no. 87.

Menurut lelaki yang akrab disapa Bongo ini, dengan pengaplikasian relay sebagai alat anti tekor accu jauh Lebih hemat dan fungsi yang sama. Pasalnya, harga untuk sebuah relay hanya Rp 25 ribu saja.

Penulis/Foto : @jayadi72

“Rubrik ini dipersembahkan oleh EVALUBE, Pelumas berteknologi yang berhasil mendapatkan kepercayaan sebagai merek paling direkomendasikan konsumen untuk pelumas motor”





16 Responses to “Bikin Anti Tekor Dari Relay”

  1. citraxeena says:

    bukannya relay cuma seperti shortcut..
    jd harusnya ga ngaruh donk..kan suply listriknya ttp..
    apa saya salah tangkap..hehehe

  2. Emak says:

    Bagus ni nak.. untuk menghemat uang para bikers

  3. isal says:

    maksutnya kabel di kaki relay yang no.87 itu harus di ubah posisinya jadi gimana y.coba tolong diinfokan biar semua bisa ngebuatnya gitu om…?

  4. semproel says:

    binggung…
    hahay…

  5. bongo says:

    coba aj bongkar anti tekor.a…dmna bedanya ma relay…

  6. Josh says:

    wah menarik juga ya…pengen aplikasiin ke tiger cuman bingung kabel kontaknya tiger warnanya apa hehehe…bro Bongo bisa kasih tau?

  7. thoyib says:

    Fungsi relay adalah mengawetkan saklar, karena biasanya relay di gunakan agar arus listrik yang berasal dari aki tidak melewati saklar dan melalui kabel yang panjang. Sehingga arus listrik lebih stabil dan besar. Misalnya pada starter elektrik pada motor, karena di perlukan strum besar langsung dari aki maka di gunakanlah relay. Coba tidak pakai relay, bisa leleh tuh saklar…..

  8. man84(man motor lampung) says:

    tolong mas,skema pemasangan anti tekor dari relaynya.

  9. anto says:

    klo gak mau tekor mah gampang gan…
    copot aki’a, simpen aki’a…

    di jamin gk bklan tekor.. gtu aja kok repot.

  10. pargiy says:

    mas no 86 dialihkan ke lampu at konyak maksdnya gmna?bingg nih,, gambar skema rangkaiannya donk,,

  11. Rp herdiana says:

    Ikutan nimbrung ni bos berlaku untuk semua motor ga bos? Kayanya no 86 ngambil + kunci kontak (on lampu) apakah itu maksudnya bos tnks ya bos

  12. adhy says:

    gan gmana klo masang HIDnya 2, harus ada tambahan lagi gak selain relay..motor ane lampunya ada 2 jadi mau di pasang 2 HiD.

  13. alan says:

    sebelumnya mohon maaf bro…. mau tanya nih… maksud dari perubahan pemposisian kabel kaki relay no. 87 itu ap y??? lalu dari kaki relay no. 86 disambung ke kontak jika sudah menganut sistem full wave bagaimana.????

  14. ucox44 says:

    bos ko setelah saya coba ada bunyi nguwir cih di relay,,,,?

  15. amang says:

    padahal simpel aja, kok banyak yang tidak ngerti maksud penulis, cara kerjanya adalah, jika battry penuh maka relay akan menghubungkan (-) kiprok ke massa (ground), jika battry kurang, maka terputuslah (-) kiprok ke ground, saat ini proses pengisian aki terjadi dengan cepat (full power), sehingga tidak ada kesempatan lagi battry kurang, karena begitu kurang, relay akan bertindak sebagai pemutus (-) kiprok ke ground. ingat… dengan memutus (-) kiprok ke ground, pengisian aki akan maximal……. betul kan min?

  16. herihonda33 says:

    Bisa minta kirimin gambar dan skemanya ngak gan,. Biar yg awam juga bsa praktek langsung gan….






Leave a Reply


Foto Gila Minggu ini

Posted by Angga via Twitter

Karena Lomba Makan Kerupuk Sudah Terlalu Mainstream

Moto Sport

Alex Marquez ke Moto2 Bersama Marc VDS
Alex Marquez ke Moto2 Bersama Marc VDS
September 3, 2014

Tahun depan akan menjadi pengalaman baru bagi Alex Marquez. Rider yang kini membalap di kelas Moto3 itu sudah menandatangi kontrak bersama Marc VDS Racing Team untuk berkiprah di Moto2 musim 2015.

Redding Terancam Gagal Tunggangi Honda RC213V Tahun Depan
Redding Terancam Gagal Tunggangi Honda RC213V Tahun Depan
September 2, 2014

Sebagai rookie dikelas MotoGP, Scott Redding menjadi salah satu rider yang memiliki penampilan cukup bagus. Untuk itu, ia ingin bisa tampil lebih kompetitif tahun depan.

Video News

KTM RC390, Rasakan Aura Balap Setiap Hari
KTM RC390, Rasakan Aura Balap Setiap Hari
September 1, 2014

KTM RC390 mengambil basis mesin Duke 390. KTM mengembangan RC390 untuk memberikan pengalaman berkendara yang luar bisa dan merasakan aura motor balap sepanjang hari.

Facebook

Twitter

Tips

Tambah Pencahayaan, Pasang LED

Sebenarnya bisa saja mengganti bohlam bawaan dengan watt yang lebih besar atau mengganti dengan produk HID. Tapi penggunaan watt yang lebih besar atau menggunakan HID yang tidak tepat malah akan menimbulkan masalah lain bagi reflektor.