GILAMOTOR.com. Sepang. – Setengah abad sudah dilalui Yamaha di ajang kompetisi balap dunia Grand Prix atau yang kini lebih dikenal sebagai MotoGP. Perayaan 50 tahun kiparah di dunia balap ditandai dengan memperkenalkan logo 50 tahun Yamaha.
Nuansa warna khas biru tua juga melekat kental pada motor dan kostum duo pebalap tim pabrikan Yamaha Motor Racing, Jorge Lorenzo dan Ben Spies. Dikatakan Yamaha, sentuhan atmosfer perayaan bersejarah itu akan selalu dirasakan sepanjang tahun ini. Dan pada puncak gelaran MotoGP adalah kado istimewa yang dinantikan dari Lorenzo atau Spies.
Presiden Yamaha Motor Racing, Shigeto Kitagawa, mengungkapkan kebanggaannya atas apa yang telah dijalani dan tentunya sejumlah prestasi besar yang ditorehkan tim 500 cc/MotoGP. “50 tahun lalu kami memutuskan membalap di kompetisi ini. Inilah mimpi kami yang diwarnai sejarah panjang dan semoga akan mendapatkan prestasi lagi ke depannya,” ungkap Kitagawa dalam peluncuran resmi YZR-M1 2011 di sirkuit Sepang beberapa hari lalu.
Menghadapi musim 2011 ini, Yamaha mengakui bahwa tumpuan harapan mereka ada pada duo pebalapnya, Jorge Lorenzo dan Ben Spies.
“Saya sudah mendapatkan satu gelar dan di musim ini harus lebih relaks. Saya ingin mendapatkan dua sampai empat gelar lagi. Setidaknya hanya satu gelar tambahan lagi, saya cukup bahagia. Tahun ini perayaan 50 tahun dan tahun terakhir memakai mesin 800cc (beralih ke 1000 cc tahun depan), jadi rasanya lebih istimewa jika mendapatkan gelar,” cetus Lorenzo.
“Musim pertama berjalan baik meskipun sulit. Saya mendapatkan pengalaman berharga dan tekanan lebih berat membebani tahun ini dengan tim pabrikan. Tapi tekanan tersebut pelan-pelan memudar karena bersama tim dan mekanik baru saya merasakan atmosfer berada dalam keluarga besar Yamaha,” beber Spies.
Sementara itu, Managing Director Yamaha Factory Racing, Lin Jarvis, mengungkapkan bahwa tahun ini Yamaha tetap berpeluang meneruskan sukses tiga tahun beruntun meraih triple crown. “Setiap musim dimulai dengan menggairahkan karena mulai lagi dari nol. Musim ini kami punya super young team dan atlet top. Kami tidak perlu mengubah winning team ini,” tegas Jarvis.
Optimisme senada juga diungkapkan General Manager Yamaha, Nakajima. “Kami berharap tahun ini lebih kuat dengan talenta muda yang mampu membuat kemajuan signifikan. Untuk mendukung pembalap kami harus meningkatkan daya tahan motor (durability), fokus pada akselerasi, sistem mesin dan menambah traksi motor,” papar Nakajima.
Penulis/Foto : Jay/MotoGP
APP KTM Milan, Baksos On the Street
KTM Milan Selesaikan Etape Pertama Touring de Jabar
KTM Milan dan Paris Tour de Jabar
Stoner yang semula membantah rumor bahwa dia akan mengakhiri karirnya di MotoGP di akhir musim 2012, akhirnya hal itu diakuinya. Juara dunia MtoGP dua kali itu merasa bahwa MotoGP sudah banyak berubah dan dia sudah tak bisa menikmatinya lagi seperti musim-musim sebelumnya.
Montesz Sport Club (MSC) selaku penyandang klub even dari Pengda IMI Jawa Barat kembali menggelar hajatan balapan di sirkuit GGM Majalengka, Jawa barat.
Dalam film ini, Jhonny Blaze alias Ghost Rider yang berujuang untuk melepaskan kutukan dan menyelamatkan putranya yang dibawa oleh iblis, kini tak lagi menggunakan motor Harley-Davidson, tapi menggunakan Yamaha V-Max.
Beberapa pengendara motora mungkin merasa nyaman dengan setingan putaran (rpm) mesin rendah. Alasannya sih klasik, agar mesin terdengar halus atau biar gak boros bahan bakar.
Part pendongkrak performa khusus skutik-skutik keluaran Kymco bisa dipastikan jarang ada di pasaran. Tapi bukan berarti pengendara skutik asal Taiwan tersebut harus pasrah.
Biasanya pemilik motor tersebut akan mengubah bagian yang kurang nyaman tersebut. Kali ini masalah yang membuat kurang nyaman adalah masalah riding position.