GilaMotor,- JAKARTA.- Melihat bobot tubuhnya yang hampir 100 kg, membuat lelaki berperawakan tinggi besar ini merasa motor kesayangannya tak bisa bekerja maksimal saat menganggkut dirinya. Tarikan dan akselerasinya dilinai lambat dan kurang memuaskan.
Untuk meningkatkan tenaga mesin motornya, lelaki bernama lengkap Aditya Joko Utomo yang juga anggota Yamaha V-Ixion Club Indonesia (YVCI), berusaha mencari informasi tentang untung-rugi jika V-Ixion kesayangannya dibore-up.
“Gw ngerasa Yamaha V-Ixion tahun 2009 ini gak bisa ngebawa gw karena powernya kuarang untuk ngangkut bobot gw yang hampir 1 kwintal,” ungkap lelaki yang akrab disapa Adit.
“Awal ikut kopdar YVC, gw ketemu sama Fandi yang kebetulan mekanik dari bengkel langganan temen-temen Yamaha V-Ixion Club. Dari situ Fandi nyaranin V-Ixion gw pake Air Injection dan GP Filter,” tambah Adit
“Air Injection (AI) tinggal pasang dan copot serta tidak repot pemasangannya. AI ini bisa memberikan aliran udara yang baik ke ruang bakar. Nah, dengan suplay udara yang baik hasil pembakaran jadi lebih sempurna,” kata mekanik langganan YVC-I ini.
Menurut lelaki yang kini sedang melanjutkan pendidikan S2 di Universitas Indonesia, perubahan akselerasi pada motor kesayangannya cukup terasa. Namun seiring berjalannya waktu, rasa kurang puas pada tenaga motornya muncul kembali.
“Awalnya gw puas banget karena akselesari lebih responsive dan nafasnya juga panjang, tapi kelamaan kayaknya gw pengen powernya lebih gede lagi, akhirnya gw coba ganti kanvas kopling dan koilnya pakai punya Tiger Revo. Dan hasilnya jauh lebih mantaps,” jelas Adit.
Dasar manusia memang gak pernah ada puasnya, akselerasi dan tenaga yang dicapai motornya dinilai masih kurang nendang. Akhirnya Afandi sang juragan Afandi Motor Sport (AFMoS) yang berlokasi di Plaza Nagari Pakubuwono / PAMOR. Blok C No.22 Jl. Kyai Maja No.63 Jakarta Selatan, harus kembali bekerja guna memuaskan hasrat mahasiswa S2 ini.
“Setelah mengganti kanvas kopling dan koil, gw merasa motor gw harus gw rubah lagi biar powernya makin besar buat membawa bobot badan gw yang gede,” jelas Adit.
Atas permintaan Adit, Afandi pun mulai memainkan rubahan pada sektor mesinnya. Afandi merubah durasi kem standarnya dari 260 derajad menjadi 280 derajad, porting polish, setel klep serta penambahan kapasitas mesinnya menjadi 165 cc. Selain itu, Afandi juga menggunakan busi Iridium dari Autolite dan merubah gir depan dari 14/42 jadi 15/42.
Usai masa inreyen dari rubahan mesinnya, Afandi dan Adit membawa V-Ixion nya keatas mesin Dyno di kawasan Pasar Senen, Jakarta Pusat. Dari hasil rubahan mesinnya, hasil yang keluar dari mesin Dyno juga terjadi perubahan yang cukup signifikan, tenaganya bertambah hingga 7 dk.
“Awalnya kem dirubah hingga 300 derajad, tapi yang punya merasa kurang nyaman karena tenaga motornya jadi terlalu liar. Akhirnya gw rubah lagi kem nya jadi 280 derajad. Dari rubahan ini, luaran tenaga yang tercatat dari mesin Dyno sampai 20 dk padahal standarnya hanya 13 dk,” pungkas Afandi.
Penulis/Foto : Jay
Spesifikasi Rubahan
Piston : TDR 60 mm
Kem : Bubut 280 Derajat
Busi : Autolite
Koil : Tiger Revo
Afandi Motor Sport (AFMoS)
Plaza Nagari Pakubuwono / PAMOR. Blok C No.22
Jl. Kyai Maja No.63 Jakarta Selatan.
087880081119
Berita terkait:
APP KTM Milan, Baksos On the Street
KTM Milan Selesaikan Etape Pertama Touring de Jabar
KTM Milan dan Paris Tour de Jabar
Stoner yang semula membantah rumor bahwa dia akan mengakhiri karirnya di MotoGP di akhir musim 2012, akhirnya hal itu diakuinya. Juara dunia MtoGP dua kali itu merasa bahwa MotoGP sudah banyak berubah dan dia sudah tak bisa menikmatinya lagi seperti musim-musim sebelumnya.
Montesz Sport Club (MSC) selaku penyandang klub even dari Pengda IMI Jawa Barat kembali menggelar hajatan balapan di sirkuit GGM Majalengka, Jawa barat.
Dalam film ini, Jhonny Blaze alias Ghost Rider yang berujuang untuk melepaskan kutukan dan menyelamatkan putranya yang dibawa oleh iblis, kini tak lagi menggunakan motor Harley-Davidson, tapi menggunakan Yamaha V-Max.
Beberapa pengendara motora mungkin merasa nyaman dengan setingan putaran (rpm) mesin rendah. Alasannya sih klasik, agar mesin terdengar halus atau biar gak boros bahan bakar.
Part pendongkrak performa khusus skutik-skutik keluaran Kymco bisa dipastikan jarang ada di pasaran. Tapi bukan berarti pengendara skutik asal Taiwan tersebut harus pasrah.
Biasanya pemilik motor tersebut akan mengubah bagian yang kurang nyaman tersebut. Kali ini masalah yang membuat kurang nyaman adalah masalah riding position.
air injectionya dimana tuh belinya???
harganya berapa bro???
Mantebs brojok! Keep Sroentoelz ha ha ha
air injectionnya kaya apa ya????? trus harganya berapa??? sekalian sm harga GP filternya gan,….
best regards
haha..ngaco itu kayanya,,temen gw anak YVCI jg udah pake A-i oprek mesin gila2an te2p aj pling tinggi 18dk, menurut perhitungan gw jg kayanya g bs smpe 20dk cm dengan a-i rubah durasi kem, porting polish, sama bore up kecil2an gt. porting polish paling cm 1mm buat ngilangin kulit kasar intake manifold, trus paling pake seher diameter 60mm dgn stroke 58mm, klo 18dk msh masuk akal la..cz bikin bebek road race 20dk aj mesin harus bener2 di itung pake rumus
Ngakak aja dah gw ya…hahahahah
itu mesin dyno di galur memang ngaco, coba aja bawa di mesin dyno sportisi pasti hasilnya cuman 15 dk wkwkwkwkw …
menurut gw beda tangan beda hasilnya juga…
knapa mesinnya nga ganti scorpio punya aja? klo dirasa kurang mumpuni tenaganya
kalo vixion pakek pelek cam,nd ban ny ban rak, gimana ya, pa kah akan mlayang tika kita bawa kcepatan 140 km.
gan, kasih solusi dok, gw mau nambah cc vixion gw, dai standar nya 150 ke 200, apa ngak bemasalah ya, nd gimana cara ny y .