Review / Modifikasi

Tiger 2002 : Kloningan CRF 250

October 5, 2010
Tiger 2002 : Kloningan CRF 250

Tiger 2002 : Kloningan CRF 250
Tak mau disebut motor sejuta umat, rencana merombak Honda Tiger lansiran 2002 menjadi supermoto KTM pun kandas. Berbekal pengalaman manis saat memodifikasi motor bersama CAOS Custom Bikes, Fandi pun menyerahkan tunggangannya itu ke tangan Larry Rahmat Rizki untuk merubah Tiger nya menjadi lebih macho.
Melihat hasil gubahan motor ini, tak akan ada yang menyangka kalu Honda CRF 250 ini basisnya adalah Honda Tiger. Selain CRF di Indonesia masih terbilang jarang, pengerjaan yang rapi dan nyaris sempurna membuat Tiger ini seolah menjelma menjadi CRF sesungguhnya.
“Awalnya yang punya motor ini mau bikin KTM, cuma gw larang karena KTM udah banyak banget. Kayak gak ada motor lain aja di dunia selain KTM. Sedikit-sedikit, KTM. Sedikit-sedikit KTM,” ujar Lerry setengah emosi.
Lelaki yang gape banget bikin motor petualang seperti trail, motorkros atau supermoto ini akhirnya mendapat ilham ketika sedang menjelajah dunia maya. Saat singgah di situs e-bay, Larry menemukan frame CRF yang sudah 8 bulanan tidak ada yang mau memboyong kerumah dari situs tersebut.
“Sudah 8 bulan frame CRF di e-bay itu gak ada yang mau beli, karena gw tau frame dengan delta box alumunium itu akan menjadi kendala saat merakitnya, makanya orang males membeli frame itu. Masalah utamanya juga ada pada dimensi mesin Tiger yang lebih besar ketimbang mesin CRF. Akhirnya gw gambling beli frame CRF itu.”
“Meski gw tau akan sulit ngerakitnya, tapi motor ini harus jadi. Mau gak mau dan bagaimana pun caranya harus jadi,” tegas Lerry.
Boleh dikatakan pengerjaan motor ini terbilang nekad. Meski sudah tahu kalau dimensi mesin, posisi dudukan atau engine mounting berbeda dengan mesin Tiger, tapi lelaki berjenggot ini ngotot untuk merubah Tiger milik Fandi menjadi Honda CRF.
“Gw mau buktiin kalo orang lain gak bisa gw musti bisa,” tegas Larry. “Pernah ada yang coba buat di Bandung, tapi mereka gagal dan akhirnya dijual. Nah motor ini jadi yang pertama di sini,” tambah Larry.
Mengatasi masalah dimensi mesin yang kebesaran, Larry melakukan sedikit perombakan dan papas sana-sini pada frame CRFnya. Dan hasilnya pun menjadi seperti yang Bro en Sis lihat sekarang.
Di motor ini, Larry mengkombinasikan beberapa suku cadang dari brand kenamaan. Selain frame, shock belakang dan knalpot bawaan CRF, pencangkokkan lengan ayun Aprilia SXV dan shock up side down Yamaha WR 250 membuat kaki-kaki kloningan CRF ini terlihat makin kekar dan kokoh.
Kalau dihitung-hitung, dana yang dikeluarkan untuk merombak Tiger jadi CRF ini bisa untuk membeli 1 unit CRF bawaan pabrik, bahkan 3 unit Tiger baru pun bisa diboyong kerumah. Namun jangan lihat tingginya biaya yang dikeluarkan Fandi, tapi coba perhatikan part yang dicangkokkan pada motor ini.
Tromol magnesium dari Talon, sudah cukup menjelaskan kelas motor duplikasi CRF ini. Apa lagi jika secara keseluhan mau dihitung satu persatu, pasti Bro en Sis akan tau sendiri berapa dana yang harus dikeluarkan.
Untuk frame bawaan CRF nya saja, Fandi harus merogoh kocek sekitar Rp 14 juta-an. Belum lagi lengan ayun Aprilia SXV dan beberapa part pendung lainnya.
Namun ada yang lebih penting dari semua itu, “Kepuasan batin dan Kebanggaan” dari hasil yang telah dikerjakan.
“Gw puas banget dengan hasil ini. Selain di Indonesia memang belum ada dan ini yang pertama, sekarang jadi banyak yang kepingin bikin kayak motor gw,” tegas Fandi bangga.
“Untuk pengerjaan, semua gw serahin ke Larry termasuk konsep modifikasinya. Gw yang menyediakan part nya,” tukas Fandi.
Untuk mendukung kelincahan dan kenikmatan bermanuver diatas kloningan CRF ini, dapur pacunya sedikit di kilik agar makin responsive, namun tetap dalam keadaan standarnya.
Pengerjaannya sendiri hanya membutuhkan waktu 2 bulan. Namun yang membuat molor hingga lima bulan adalah pencarian part yang sesuai dengan konsep modifikasinya. Karena Fandi dan Larry tak mau asal comot suku cadang untuk merombak Tiger 2002 ini menjasi CRF 250.
“Pengerkaan sih sebentar hanya sekitar 2 bulanan, cuma yang kama nyari part nya yang kudu selektif untuk hasil yang maksimal,” tandas Fandi.
Penulis/Foto : Jay
Data Spesifikasi
Ban Depan / Belakang: Brigestone Battlax BT 090 120/70 – 17 / Brigestone Battlax BT 090 160/60 – 17
Velg Depan / Belakang : TK 3.5 Inch / TK 5 Inch
Tromol : Talon
Setang : Renthal Twin wall
Handle Kopling : Zeta
Triple T : Universal
Cover Bodi : CRF 250 2009
Grafis Bodi : David Bailey graphic kit
Selang Rem : Hell
Kaliper Rem Depan / Belakang : Brembo
Frame Slider : Nassert beet
Sok Depan / Belakang : WR 250 / CRF 250
Knalpot : CRF 250
Lengan Ayun : Aprilia SXV

GilaMotor.- JAKARTA.- Tak mau disebut motor sejuta umat, rencana merombak Honda Tiger lansiran 2002 menjadi supermoto KTM pun kandas. Berbekal pengalaman manis saat memodifikasi motor bersama CAOS Custom Bikes, Fandi pun menyerahkan tunggangannya itu ke tangan Larry Rahmat Rizki untuk mengubah Tiger nya menjadi lebih macho.

Melihat hasil gubahan motor ini, tak akan ada yang menyangka kalu Honda CRF 250 ini basisnya adalah Honda Tiger. Selain CRF di Indonesia masih terbilang jarang, pengerjaan yang rapi dan nyaris sempurna membuat Tiger ini seolah menjelma menjadi CRF sesungguhnya.

“Awalnya yang punya motor ini mau bikin KTM, cuma gw larang karena KTM udah banyak banget. Kayak gak ada motor lain aja di dunia selain KTM. Sedikit-sedikit, KTM. Sedikit-sedikit KTM,” ujar Lerry setengah emosi.

Lelaki yang gape banget bikin motor petualang seperti trail, motorkros atau supermoto ini akhirnya mendapat ilham ketika sedang menjelajah dunia maya. Saat singgah di situs e-bay, Larry menemukan frame CRF yang sudah 8 bulanan tidak ada yang mau memboyong ke rumah dari situs tersebut.

“Sudah 8 bulan frame CRF di e-bay itu gak ada yang mau beli, karena gw tau frame dengan delta box alumunium itu akan menjadi kendala saat merakitnya, makanya orang males membeli frame itu. Masalah utamanya juga ada pada dimensi mesin Tiger yang lebih besar ketimbang mesin CRF. Akhirnya gw gambling beli frame CRF itu.”

“Meski gw tau akan sulit ngerakitnya, tapi motor ini harus jadi. Mau gak mau dan bagaimana pun caranya harus jadi,” tegas Lerry.

Boleh dikatakan pengerjaan motor ini terbilang nekad. Meski sudah tahu kalau dimensi mesin, posisi dudukan atau engine mounting berbeda dengan mesin Tiger, tapi lelaki berjenggot ini ngotot untuk mengubah Tiger milik Fandi menjadi Honda CRF.

“Gw mau buktiin kalo orang lain gak bisa gw musti bisa,” tegas Larry. “Pernah ada yang coba buat di Bandung, tapi mereka gagal dan akhirnya dijual. Nah motor ini jadi yang pertama di sini,” tambah Larry.

Mengatasi masalah dimensi mesin yang kebesaran, Larry melakukan sedikit perombakan dan papas sana-sini pada frame CRFnya. Dan hasilnya pun menjadi seperti yang Bro en Sis lihat sekarang.

Di motor ini, Larry mengkombinasikan beberapa suku cadang dari brand kenamaan. Selain frame, shock belakang dan knalpot bawaan CRF, pencangkokkan lengan ayun Aprilia SXV dan shock up side down Yamaha WR 250 membuat kaki-kaki kloningan CRF ini terlihat makin kekar dan kokoh.

Kalau dihitung-hitung, dana yang dikeluarkan untuk merombak Tiger jadi CRF ini bisa untuk membeli 1 unit CRF bawaan pabrik, bahkan 3 unit Tiger baru pun bisa diboyong kerumah. Namun jangan lihat tingginya biaya yang dikeluarkan Fandi, tapi coba perhatikan part yang dicangkokkan pada motor ini.

Tromol magnesium dari Talon, sudah cukup menjelaskan kelas motor duplikasi CRF ini. Apa lagi jika secara keseluhan mau dihitung satu persatu, pasti Bro en Sis akan tau sendiri berapa dana yang harus dikeluarkan.

Untuk frame bawaan CRF nya saja, Fandi harus merogoh kocek sekitar Rp 14 juta-an. Belum lagi lengan ayun Aprilia SXV dan beberapa part pendung lainnya.

Namun ada yang lebih penting dari semua itu, “Kepuasan batin dan Kebanggaan” dari hasil yang telah dikerjakan.

“Gw puas banget dengan hasil ini. Selain di Indonesia memang belum ada dan ini yang pertama, sekarang jadi banyak yang kepingin bikin kayak motor gw,” tegas Fandi bangga.

“Untuk pengerjaan, semua gw serahin ke Larry termasuk konsep modifikasinya. Gw yang menyediakan part nya,” tukas Fandi.

Untuk mendukung kelincahan dan kenikmatan bermanuver diatas kloningan CRF ini, dapur pacunya sedikit di kilik agar makin responsive, namun tetap dalam keadaan standarnya.

Pengerjaannya sendiri hanya membutuhkan waktu 2 bulan. Namun yang membuat molor hingga lima bulan adalah pencarian part yang sesuai dengan konsep modifikasinya. Karena Fandi dan Larry tak mau asal comot suku cadang untuk merombak Tiger 2002 ini menjadi CRF 250.

“Pengerjaan sih sebentar hanya sekitar 2 bulanan, cuma yang lama nyari part nya yang kudu selektif untuk hasil yang maksimal,” tandas Fandi.

Penulis/Foto : Jay

Data Spesifikasi

Ban Depan / Belakang: Brigestone Battlax BT 090 120/70 – 17 / Brigestone Battlax BT 090 160/60 – 17

Velg Depan / Belakang : TK 3.5 Inch / TK 5 Inch

Tromol : Talon

Setang : Renthal Twin wall

Handle Kopling : Zeta

Triple T : Universal

Cover Bodi : CRF 250 2009

Grafis Bodi : David Bailey graphic kit

Selang Rem : Hell

Kaliper Rem Depan / Belakang : Brembo

Frame Slider : Nassert beet

Sok Depan / Belakang : WR 250 / CRF 250

Knalpot : CRF 250

Lengan Ayun : Aprilia SXV

Bengkel : CAOS Custom Bikes

Jl. Pancoran Barat VIII No. 6

Rt 10 / Rw 3, Kelurahan Pancoran – Kecamatan Pancoran

Jakarta Selatan 12780

Telp     : 081 700 89 400 / 021 700 89 4000





15 Responses to “Tiger 2002 : Kloningan CRF 250”

  1. artur says:

    hanya satu kata…..DJANCUK….keren banget….sumpah aku ngiri!!!…..ati karep bondo cupet….megapro plat merahku keren klo dimodif gini…..cuman biayanya itu lho…..BIKIN SAKIT ATI

  2. muantep brooo……

  3. Made Pw says:

    Keren banget bro…
    Thunder 125 ane bisa kaya gitu gk iya…

  4. Maz Gle says:

    Cccckckkckck…Ini yang punya bener-bener Gila Motor..!!
    T.O.P.B.G.T

  5. philip says:

    sempurna……………………………………………………….10.000% keren……………………..tren 2011

  6. eet says:

    habis brapa duwit bosss

  7. now heres an excellent website. cheers for taking the effort to publish that. saved to my favs

  8. Verry nice blog and useful! I think i will come back one day! SportDay

  9. reza says:

    nyaris sempurna karena banyak duitnya. cm ganti mesin gimana gak bagus.

  10. sange says:

    infonya banyak yg sengaja dibikin bias nih. setau ane, hampir semua part gede dapetnya dari salah satu member SMI, bukan dari ebay. pemasoknya diem2 aja nih???

  11. Fantastic write-up!

  12. teghtona says:

    hebat……salut seribu salut….memang tiada duane…..pokoke mantab lo ada keluarin semua hasil modifnya dong biar konco2 solo ini bisa buat inspirasi..

  13. yoyok says:

    Bro… utk specifikasi perubahan KLX 150 menjadi beraura supermoto pa ada ???, trus sekalian dana habis berapa ???

  14. gembong says:

    beeehhhh,,,,assuuu,,apik tenan tunggangan iki,,

  15. rannu martin says:

    brapa harganya rangka CRF itu mas…..






Leave a Reply


Foto Gila Minggu ini

Posted by Mohammad Iskandar Islamea Via Facebook Fan Page

Ngeliat senyum Eneng, Hati Abang jadi BerdeBeAT-deBeAT

Moto Sport

Penjelasan Bridgestone, Kekalahan Lorenzo Bukan Karena Ban
Penjelasan Bridgestone, Kekalahan Lorenzo Bukan Karena Ban
May 22, 2013

Lorenzo tampak kuat di sesi warm up sesaat sebelum balapan dimulai. Namun saat balapan, start dari posisi kedua, dia melorot hingga akhirnya finish ke posisi tujuh.

Gallery Pembalap Yamaha Beraksi Di Sirkuit Brigif
Gallery Pembalap Yamaha Beraksi Di Sirkuit Brigif

Konsep New Race Culture yang diusung Yamaha untuk menciptakan kesan dan laku positif bagi seluruh elemen yang terlibat dalam helatan balap satu merek itu, juga menyuguhkan sesuatu yang baru bagi penonton.

Video News

Video Dokumenter GP500 The Unrideables
Video Dokumenter GP500 The Unrideables
May 17, 2013

Sebuah potongan menakjubkan dari sejarah balapan sepeda motor. Sebuah video berdurasi 45 menit bercerita tentang balapan di akhir 80an, dikemas apik oleh Televisi Inggris ITV 4 channel.

Facebook

Twitter

Tips

Ganti Swing Arm Untuk Supermoto, Ini Yang Perlu Diperhatikan

Salah satu bagian dari modifikasi supermoto adalah penggantian swing arm atau lengan ayun. Model dan harga jadi salah satu acuan sebelum memilih swing arm biar tampilan motor tambah keren.