GilaMotor, TOKYO.- Konsentrasi para pabrikan kendaraan bermotor roda empat dan roda dua pada masalah lingkungan, memicu para pabrikan untuk menghadirkan kendaraan yang ramah lingkungan. Kerja keras para insinyur pun melahirkan teknologi-teknologi kendaraan yang diciptakan agar bisa bersahabat dengan alam, mulai dari pengaplikasian teknologi hybrid hingga full electric.
Kabar paling terakhir setelah beberapa pabrikan motor Jepang dan Eropa menghadirkan motor ramah lingkungan, kini giliran pabrikan asal Jepang berlambang “S” yang akan meluncurkan skuter bertenaga listrik.
Ya. Suzuki Motors menyebutkan bahwa skuter listrik tersebut menyandang nama e-Lets.
Seperti diwartakan beberapa situs berita asing, pada 21 September silam produsen motor asal negeri nya para kesatria Samurai, Jepang, pihak Suzuki telah mendapatkan izin dari pemerintah setempat untuk menguji kelayakan jalan skuter listrik ini sebagai materi pengembangan menuju produksi secara massal.
Menurut Suzuki, e-Lets merupakan pengembangan dari generasi versi terdahulu yang masih menggunakan mesin bensin, yakni skuter Let’s4 Basket.
Sumber tenaga listriknya dihasilkan dari baterai lithium-ion yang dapat diisi ulang dari sumber tenaga listrik berkapasitas 100 volt. Bicara masalah masa pengisiannya, cukup menancapkan kabel pengisian baterai ke sumber tenaga listrik selama 4 jam, dan e-Lets pun mampu menjelajah hingga 30 km dengan perkiraan kecepatan yang hanya 30 km/jam.
“Skuter ini mampu menempuh jarak 30 km dengan kondisi baterai terisi penuh dengan asumsi kecepatan rata-ratanya 30 km/jam,” ungkap Suzuki Motors.
Dengan bobot keseluruhan mencapai 74 kg, skuter ini diklaim Suzuki mampu mendaur ulang tenaga melalui peranti rem regenratif yang diusungnya. Tenaga yang dihasilkan dari mesin listriknya mencapai 0,6 kW.
Dengan panjang 1,66 meter, lebar 0,6 meter dan tinggi 0,98 meter, e-Lets diklaim Suzuki juga mampunyai kemampuan akselerasi yang mumpuni, bebas bising, rendah getaran serta tentu sangat ramah lingkungan.
Kendati Suzuki sudah mendapatkan izin pemerintah Jepang untuk melakukan uji jalan raya pada produk ini, namun informasi detil tantang e-Lets belum dikeluarkan secara resmi oleh Suzuki. Termasuk kapan rancana produksi masal akan dilakukan dan berapa perkiraan harga jual skuter ramah lingkungan ini.
Berita terkait:
APP KTM Milan, Baksos On the Street
KTM Milan Selesaikan Etape Pertama Touring de Jabar
KTM Milan dan Paris Tour de Jabar
Stoner yang semula membantah rumor bahwa dia akan mengakhiri karirnya di MotoGP di akhir musim 2012, akhirnya hal itu diakuinya. Juara dunia MtoGP dua kali itu merasa bahwa MotoGP sudah banyak berubah dan dia sudah tak bisa menikmatinya lagi seperti musim-musim sebelumnya.
Montesz Sport Club (MSC) selaku penyandang klub even dari Pengda IMI Jawa Barat kembali menggelar hajatan balapan di sirkuit GGM Majalengka, Jawa barat.
Dalam film ini, Jhonny Blaze alias Ghost Rider yang berujuang untuk melepaskan kutukan dan menyelamatkan putranya yang dibawa oleh iblis, kini tak lagi menggunakan motor Harley-Davidson, tapi menggunakan Yamaha V-Max.
Beberapa pengendara motora mungkin merasa nyaman dengan setingan putaran (rpm) mesin rendah. Alasannya sih klasik, agar mesin terdengar halus atau biar gak boros bahan bakar.
Part pendongkrak performa khusus skutik-skutik keluaran Kymco bisa dipastikan jarang ada di pasaran. Tapi bukan berarti pengendara skutik asal Taiwan tersebut harus pasrah.
Biasanya pemilik motor tersebut akan mengubah bagian yang kurang nyaman tersebut. Kali ini masalah yang membuat kurang nyaman adalah masalah riding position.
hmmmm kaya’ kymco ya….