GilaMotor, JAKARTA.- PT. Triangle Motorindo (TM) selaku produsen motor VIAR di Indonesia, kian serius mengembangkan produk dan brand VIAR itu sendiri di pasar otomotif Indonesia. Salah satunya melalui pengembangan pabrik dan penambahan investasi bisnisnya.
“Kami telah meningkatkan kapasitas pabrik dari 20,000 ke 40,000 dan akan meningkat hingga 80,000 unit seiring tingginya permintaan motor VIAR di tanah air,” ungkap A.Z Dalie selaku General Manager PT TM disela-sela acara buka puasa bersama di kawasan Senayan, Jakarta (29/8) kemarin.
Bahkan dalam lima tahun kedepan, TM bertekad akan menjadi salah satu suplayer spare part dan motor besar di tanah air, termasuk untuk aksesoris motor VIAR itu sendiri.
Menurut A.Z Dalie, ini merupakan peluang seiring tingginya permintaan motor. “Diperkirakan perkembangannya akan berjalan hingga lima tahun kedepan. Tahun depan progres pabrik inti dijadwalkan telah selesai,” ungkap A.Z Dalie.
Menurut A.Z Dalie, rencana menjandi suplayer spare part motor diharapkan dapat membantu produsen motor lain diluar brand Jepang, agar lebih mudah memperoleh suku cadang yang lebih murah dan berkualitas tanpa harus mengambil atau memesan dari luar negeri.
“Kami juga menyediakan lahan untuk pengembangan dan produksi spare part, serta mengajak produsen lain di luar brand Jepang untuk berinvestasi bersama VIAR agar tak perlu lagi melakukan eksport dari luar,” jelas A.Z Dalie.
Saat ini, PT TM sudah memproduksi suku cadang seperti ban, velg serta kanvas rem dan akan terus berkembang dibeberapa bagian suku cadang lainnya termasuk bagian mesin motor.
“Dimasa mendatang, kami akan merambah ke beberapa bagian lainnya termasuk suku cadang mesin,” jelas A.Z Dalie.
Untuk tahap awal, PT TM telah mengeluarkan dana investasi sebesar US $ 20 juta dan akan bertambah hingga 4 kali lipat untuk masa pengembangan tahap-tahap berikutnya.
Berita terkait:
APP KTM Milan, Baksos On the Street
KTM Milan Selesaikan Etape Pertama Touring de Jabar
KTM Milan dan Paris Tour de Jabar
Stoner yang semula membantah rumor bahwa dia akan mengakhiri karirnya di MotoGP di akhir musim 2012, akhirnya hal itu diakuinya. Juara dunia MtoGP dua kali itu merasa bahwa MotoGP sudah banyak berubah dan dia sudah tak bisa menikmatinya lagi seperti musim-musim sebelumnya.
Montesz Sport Club (MSC) selaku penyandang klub even dari Pengda IMI Jawa Barat kembali menggelar hajatan balapan di sirkuit GGM Majalengka, Jawa barat.
Dalam film ini, Jhonny Blaze alias Ghost Rider yang berujuang untuk melepaskan kutukan dan menyelamatkan putranya yang dibawa oleh iblis, kini tak lagi menggunakan motor Harley-Davidson, tapi menggunakan Yamaha V-Max.
Beberapa pengendara motora mungkin merasa nyaman dengan setingan putaran (rpm) mesin rendah. Alasannya sih klasik, agar mesin terdengar halus atau biar gak boros bahan bakar.
Part pendongkrak performa khusus skutik-skutik keluaran Kymco bisa dipastikan jarang ada di pasaran. Tapi bukan berarti pengendara skutik asal Taiwan tersebut harus pasrah.
Biasanya pemilik motor tersebut akan mengubah bagian yang kurang nyaman tersebut. Kali ini masalah yang membuat kurang nyaman adalah masalah riding position.
pengen tuh sparepart yg Merah-Putih…
Sebenarnya motor Viar itu tangguh, terbukti dr produk Viar karyanya yg tahan banting untuk angkut beban berat. Jika viar mau memperbesar kepercayaan masyarakat terhadap produknya, seharusnya viar mau memproduksi motor yang siap digunakan di medan berat.
Tak hanya itu, yang terpenting adalah Viar juga harus membuktikan bahwa produknya siap digunakan dalam kompetisi2 dalam negeri. Dengan begitu masyarakat dapat menilai bahwa Viar tidak main2 dalam menciptakan suatu produk.
Sebab selama ini masyarakat juga masih ragu apakah Viar dapat dijamin eksistensinya. karena kita sama2 tahu di tanah air ini banyak produk2 baru dalam negri yang sangat diragukan baik itu kualitas maupun eksistensinya. sebut saja Kanzen, atau Garuda yang sekarang tdk pernah kita ketahui kemana “larinya” itu motor, kog gag pernah kelihatan dipublik lagi !?