GilaMotor, MUNIC.- Teknologi yang diadopsi pada mobil berlambang baling-baling pesawat, BMW, kini mulai diterapkan pada motor mereka. Mulai dari traction control hingga Anti-lock brake System.
Tak cukup sampai disitu. Pengalaman gangguan penglihatan saat perjalanan malam hari, membuat BMW terus berinovasi. Selain mengaplikasi lampu Bi-Xenon, BMW juga mencangkokan teknologi lampu yang mampu mengikuti arah kemudi sehingga dapat menerangi arah jalan yang di tuju secara maksimal.
Teknologi yang diberinama Adaptive Headlight juga diterapkan pada motor merka. Lampu ini hadir untuk mengatasi masalah pada disain lampu yang menyatu pada fairing. Dimana desain lampu ini tak bisa mengikuti arah stang. Saat stang dibelokan ke kiri atau ke kanan, lampu tetap saja mengarah kedepan.
Saat jalan lurus, tentu tak akan menimbulkan terlalu banyak masalah. Namun masalah akan timbul saat menemukan kontur jalan menanjak, menurun dan menikung. Saat memasuki tikungan dan motor mulai menikung dan merebah, pencahayaan pada lampu konvensional tidak akan ikut miring dan itu sangat menunjukan kelemahan dari desain lampu tersebut.
Saat motor merebah untuk berbelok ke kiri atau ke kanan, cahaya yang terbentuk secara horizontal akan mengikuti arah kemiringan. artinya, sinar dibagian kiri atau kanan depan pengendara akan terangkat dan berpotensi menyilaukan kendaraan dari arah berlawanan.
Sementara sinar dibagian arah kemiringan, akan terpotong dan tidak bekerja maksimal.
Dengan teknologi adaptive light, dapat memberikan cahaya mendatar yang mampu menyapu seluruh area di depan tanpa menyilaukan kendaraan lain saat berjalan tegak lurus, sementara saat berbelok, penyebaran sinar akan melawan arah kemiringan sehingga cahaya cenderung tetap mendatar terhadap jalan, bahkan sedikit miring berlawanan arah untuk memperjauh arah  penyinaran ke arah tikungan yang di tuju.
Adalah BMW K1600GT dan K1600GTL yang pertama memanfaatkan teknologi ini. Sistem ini bekerja menyesuaikan kemiringan motor saat menikung. Sehingga pencahayaan dapat menerangi sudut-sudut jalan yang tak bisa dilakukan oleh lampu motor konvensional.
Lampu ini bekerja menyesuaikan dynamic leveling system untuk mengatur pencahayaan.
Sumber : BMW
Berita terkait:
APP KTM Milan, Baksos On the Street
KTM Milan Selesaikan Etape Pertama Touring de Jabar
KTM Milan dan Paris Tour de Jabar
Stoner yang semula membantah rumor bahwa dia akan mengakhiri karirnya di MotoGP di akhir musim 2012, akhirnya hal itu diakuinya. Juara dunia MtoGP dua kali itu merasa bahwa MotoGP sudah banyak berubah dan dia sudah tak bisa menikmatinya lagi seperti musim-musim sebelumnya.
Montesz Sport Club (MSC) selaku penyandang klub even dari Pengda IMI Jawa Barat kembali menggelar hajatan balapan di sirkuit GGM Majalengka, Jawa barat.
Dalam film ini, Jhonny Blaze alias Ghost Rider yang berujuang untuk melepaskan kutukan dan menyelamatkan putranya yang dibawa oleh iblis, kini tak lagi menggunakan motor Harley-Davidson, tapi menggunakan Yamaha V-Max.
Beberapa pengendara motora mungkin merasa nyaman dengan setingan putaran (rpm) mesin rendah. Alasannya sih klasik, agar mesin terdengar halus atau biar gak boros bahan bakar.
Part pendongkrak performa khusus skutik-skutik keluaran Kymco bisa dipastikan jarang ada di pasaran. Tapi bukan berarti pengendara skutik asal Taiwan tersebut harus pasrah.
Biasanya pemilik motor tersebut akan mengubah bagian yang kurang nyaman tersebut. Kali ini masalah yang membuat kurang nyaman adalah masalah riding position.
bisa diterapkan di motor lain gak ya?
lampuxa keren abizz broo, d pake d motor laen bs gak y.???
[...] MUNIC.- Teknologi yang diadopsi pada mobil berlambang baling-baling pesawat, BMW, kini mulai diterapkan pada motor mereka. Mulai dari traction control hingga Anti-lock brake System. Tak cukup sampai disitu. Pengalaman gangguan penglihatan saat perjalanan malam hari, membuat BMW terus berinovasi. Selain mengaplikasi lampu Bi-Xenon, BMW juga mencangkokan teknologi lampu yang mampu mengikuti arah kemudi sehingga dapat menerangi arah jalan yang di tuju secara maksimal. Teknologi yang diberinama Adaptive Headlight juga diterapkan pada motor merka. Lampu ini hadir untuk mengatasi masalah pada disain lampu yang menyatu pada fairing. Dimana desain lampu ini tak bisa mengikuti arah stang. Saat stang dibelokan ke kiri atau ke kanan, lampu tetap saja mengarah kedepan. Saat jalan lurus, tentu tak akan menimbulkan terlalu banyak masalah. Namun masalah akan timbul saat menemukan kontur jalan menanjak, menurun dan menikung. Saat memasuki tikungan dan motor mulai menikung dan merebah, pencahayaan pada lampu konvensional tidak akan ikut miring dan itu sangat menunjukan kelemahan dari desain lampu tersebut. Saat motor merebah untuk berbelok ke kiri atau ke kanan, cahaya yang terbentuk secara horizontal akan mengikuti arah kemiringan. artinya, sinar dibagian kiri atau kanan depan pengendara akan terangkat dan berpotensi menyilaukan kendaraan dari arah berlawanan. Sementara sinar dibagian arah kemiringan, akan terpotong dan tidak bekerja maksimal. Dengan teknologi adaptive light, dapat memberikan cahaya mendatar yang mampu menyapu seluruh area di depan tanpa menyilaukan kendaraan lain saat berjalan tegak lurus, sementara saat berbelok, penyebaran sinar akan melawan arah kemiringan sehingga cahaya cenderung tetap mendatar terhadap jalan, bahkan sedikit miring berlawanan arah untuk memperjauh arah penyinaran ke arah tikungan yang di tuju. Adalah BMW K1600GT dan K1600GTL yang pertama memanfaatkan teknologi ini. Sistem ini bekerja menyesuaikan kemiringan motor saat menikung. Sehingga pencahayaan dapat menerangi sudut-sudut jalan yang tak bisa dilakukan oleh lampu motor konvensional. Lampu ini bekerja menyesuaikan dynamic leveling system untuk mengatur pencahayaan. Sumber [...]
lampunya kayak mata serangga, tapi itulah inovasi sekarang!
kerennnnnnnnnnnn
Marvelous
siiip bangt brow kira 2 brp hargax y
brp iaa hrga na??
pngn ak terap kn d motoR ku…
Keren habis,,
boleh ini,, gimana cara pemesananya,,,