News

Kantung Udara D-air Dari Dainese

June 25, 2010
Kantung Udara D-air Dari Dainese

MILAN.- Dainese, Pabrikan perlengkapan berkendara asal negeri Pizza, Italia, tak henti-henti nya berinovasi. Setelah melakukan penelitian selama lebih dari 10 tahun, kini Dainese kembali melahirkan sebuah produk inovatif, air bag D-air.

Produk ini merupakan pengembangan dari D-Tec (Dainese Technology Center) sebagai pusat departemen R&D Dainese.

D-Air adalah kantung udara yang digunakan sebagai peranti keselamatan berkendara yang kini tak hanya digunakan dalam laga balap kelas berat MotoGP oleh pembalap Fiat Yamaha Valentino Rossi dan Jorge Lorenzo, tapi Dainese mendesain pula untuk pengendara kelas 250 cc dan 125 cc.

Marco Simoncelli merupakan pembalap pertama yang merasakan hasil kerja D-air saat berlaga di kelas 250cc pada November 2007 silam di sirkuit Valencia.

Dalam waktu hitungan detik, peranti ini akan bekerja saat sensor mendeteksi sinyal benturan. Dan akan mengembang untuk memberi perlindungan khususnya pada bagian-bagian vital seperti kepala dan leher.

Untuk mendapatkan hasil sempurna, serangkaian uji coba dilakukan terutama untuk penyesuaian penggunaan sehari-hari. Salah satunya adalah pengujian yang dilakukan di Mountain Course sejak 2007 sampai akhir 2009 silam.

Seperti dilansir dalam siaran persnya, Dainese menyatakan, “Pengembangan sistem D-air ini merupakan penyempurnaan dari versi balap ke versi jalan raya.”

Dari hasil pengujian ini, bobot jaket yang semula mencapai 1.5 kg kini dapat di tekan menjadi 600 gram. Sayangnya belum ada keterangan pasti masalah harga jual kantung udara D-air.

Photo Credit : Dainese

Milan: Dainese, Pabrikan perlengkapan berkendara asal negeri Pizza, Italia, tak henti-henti nya berinovasi. Setelah melakukan penelitian selama lebih dari 10 tahun, kini Dainese kembali melahirkan sebuah produk inovatif, air bag D-air.
Produk ini merupakan pengembangan dari D-Tec (Dainese Technology Center) sebagai pusat departemen R&D Dainese.
D-Air adalah kantung udara yang digunakan sebagai peranti keselamatan berkendara yang kini tak hanya digunakan dalam laga balap kelas berat MotoGP oleh pembalap Fiat Yamaha Valentino Rossi dan Jorge Lorenzo, tapi Dainese mendesain pula untuk pengendara kelas 250 cc dan 125 cc.
Marco Simoncelli merupakan pembalap pertama yang merasakan hasil kerja D-air saat berlaga di kelas 250cc pada November 2007 silam di sirkuit Valencia.
Dalam waktu hitungan detik, peranti ini akan bekerja saat sensor mendeteksi sinyal benturan. Dan akan mengembang untuk memberi perlindungan khususnya pada bagian-bagian vital seperti kepala dan leher.
Untuk mendapatkan hasil sempurna, serangkaian uji coba dilakukan terutama untuk penyesuaian penggunaan sehari-hari. Salah satunya adalah pengujian yang dilakukan di Mountain Course sejak 2007 sampai akhir 2009 silam.
Seperti dilansir dalam siaran persnya, Dainese menyatakan, “Pengembangan sistem D-air ini merupakan penyempurnaan dari versi balap ke versi jalan raya.”
Dari hasil pengujian ini, bobot jaket yang semula mencapai 1.5 kg kini dapat di tekan menjadi 600 gram. Sayangnya belum ada keterangan pasti masalah harga jual kantung udara D-air.
Milan: Dainese, Pabrikan perlengkapan berkendara asal negeri Pizza, Italia, tak henti-henti nya berinovasi. Setelah melakukan penelitian selama lebih dari 10 tahun, kini Dainese kembali melahirkan sebuah produk inovatif, air bag D-air.
Produk ini merupakan pengembangan dari D-Tec (Dainese Technology Center) sebagai pusat departemen R&D Dainese.
D-Air adalah kantung udara yang digunakan sebagai peranti keselamatan berkendara yang kini tak hanya digunakan dalam laga balap kelas berat MotoGP oleh pembalap Fiat Yamaha Valentino Rossi dan Jorge Lorenzo, tapi Dainese mendesain pula untuk pengendara kelas 250 cc dan 125 cc.
Marco Simoncelli merupakan pembalap pertama yang merasakan hasil kerja D-air saat berlaga di kelas 250cc pada November 2007 silam di sirkuit Valencia.
Dalam waktu hitungan detik, peranti ini akan bekerja saat sensor mendeteksi sinyal benturan. Dan akan mengembang untuk memberi perlindungan khususnya pada bagian-bagian vital seperti kepala dan leher.
Untuk mendapatkan hasil sempurna, serangkaian uji coba dilakukan terutama untuk penyesuaian penggunaan sehari-hari. Salah satunya adalah pengujian yang dilakukan di Mountain Course sejak 2007 sampai akhir 2009 silam.
Seperti dilansir dalam siaran persnya, Dainese menyatakan, “Pengembangan sistem D-air ini merupakan penyempurnaan dari versi balap ke versi jalan raya.”
Dari hasil pengujian ini, bobot jaket yang semula mencapai 1.5 kg kini dapat di tekan menjadi 600 gram. Sayangnya belum ada keterangan pasti masalah harga jual kantung udara D-air.



Berita terkait:

  1. Minerva X-Road 150S Penyempurnaan Dari R150VX
  2. Ira Ari Monika, Lady Mio Dari Jambi
  3. Gara-gara Rossi, Hayden dan Lorenzo Tukar Jaket
  4. Michael Czysz : MotoCzysz E1PC Adalah Motor Balap Masa Depan
  5. Pembersih Helm Baru Dari SHARP



4 Responses to “Kantung Udara D-air Dari Dainese”

  1. AlanD says:

    __wah mantap nih mudah222an versi utk HArian cepet ada di indonesia………

  2. Tinktank says:

    Weeww… Jaket Air Bag di AHRS aja harganya 3 juta lebih.. kalo ini di julal di Indonesia.. kira-kira berapa yah..?

  3. green bags says:

    If you’re still on the fence: grab your favorite earphones, head down to a Best Buy and ask to plug them into a Zune then an iPod and see which one sounds better to you, and which interface makes you smile more. Then you’ll know which is right for you.

  4. istaryadi says:

    smangat dan inovasi terus






Leave a Reply


Foto Gila Minggu ini

Posted by Ferry Mangunsong via FB fans page

Wadooohh.. Ada Herri Saputer.. (Sapu Terbang)

Moto Sport

Alasan Stoner Pensiun Dari MotoGP
Alasan Stoner Pensiun Dari MotoGP
May 18, 2012

Stoner yang semula membantah rumor bahwa dia akan mengakhiri karirnya di MotoGP di akhir musim 2012, akhirnya hal itu diakuinya. Juara dunia MtoGP dua kali itu merasa bahwa MotoGP sudah banyak berubah dan dia sudah tak bisa menikmatinya lagi seperti musim-musim sebelumnya.

L.A Lights Road Race Seri 1 Majalengka: Sirkuit Merana, Chupenk Tetap Juara
L.A Lights Road Race Seri 1 Majalengka: Sirkuit Merana, Chupenk Tetap Juara
May 15, 2012

Montesz Sport Club (MSC) selaku penyandang klub even dari Pengda IMI Jawa Barat kembali menggelar hajatan balapan di sirkuit GGM Majalengka, Jawa barat.

Video News

V-Max Jadi Tunggangan Ghost Rider
V-Max Jadi Tunggangan Ghost Rider
January 20, 2012

Dalam film ini, Jhonny Blaze alias Ghost Rider yang berujuang untuk melepaskan kutukan dan menyelamatkan putranya yang dibawa oleh iblis, kini tak lagi menggunakan motor Harley-Davidson, tapi menggunakan Yamaha V-Max.

Facebook

Twitter

Tips

Stasioner Kekecilan Bikin Pelumasan Enggak Sempurna

Beberapa pengendara motora mungkin merasa nyaman dengan setingan putaran (rpm) mesin rendah. Alasannya sih klasik, agar mesin terdengar halus atau biar gak boros bahan bakar.

Pakai Roller BeAT di Kymco Bikin Tarikan Makin Asik

Part pendongkrak performa khusus skutik-skutik keluaran Kymco bisa dipastikan jarang ada di pasaran. Tapi bukan berarti pengendara skutik asal Taiwan tersebut harus pasrah.

Ganti Stang Bajaj Pulsar

Biasanya pemilik motor tersebut akan mengubah bagian yang kurang nyaman tersebut. Kali ini masalah yang membuat kurang nyaman adalah masalah riding position.