MILAN.- Dainese, Pabrikan perlengkapan berkendara asal negeri Pizza, Italia, tak henti-henti nya berinovasi. Setelah melakukan penelitian selama lebih dari 10 tahun, kini Dainese kembali melahirkan sebuah produk inovatif, air bag D-air.
Produk ini merupakan pengembangan dari D-Tec (Dainese Technology Center) sebagai pusat departemen R&D Dainese.
D-Air adalah kantung udara yang digunakan sebagai peranti keselamatan berkendara yang kini tak hanya digunakan dalam laga balap kelas berat MotoGP oleh pembalap Fiat Yamaha Valentino Rossi dan Jorge Lorenzo, tapi Dainese mendesain pula untuk pengendara kelas 250 cc dan 125 cc.
Marco Simoncelli merupakan pembalap pertama yang merasakan hasil kerja D-air saat berlaga di kelas 250cc pada November 2007 silam di sirkuit Valencia.
Dalam waktu hitungan detik, peranti ini akan bekerja saat sensor mendeteksi sinyal benturan. Dan akan mengembang untuk memberi perlindungan khususnya pada bagian-bagian vital seperti kepala dan leher.
Untuk mendapatkan hasil sempurna, serangkaian uji coba dilakukan terutama untuk penyesuaian penggunaan sehari-hari. Salah satunya adalah pengujian yang dilakukan di Mountain Course sejak 2007 sampai akhir 2009 silam.
Seperti dilansir dalam siaran persnya, Dainese menyatakan, “Pengembangan sistem D-air ini merupakan penyempurnaan dari versi balap ke versi jalan raya.”
Dari hasil pengujian ini, bobot jaket yang semula mencapai 1.5 kg kini dapat di tekan menjadi 600 gram. Sayangnya belum ada keterangan pasti masalah harga jual kantung udara D-air.
Photo Credit : Dainese
Berita terkait:
APP KTM Milan, Baksos On the Street
KTM Milan Selesaikan Etape Pertama Touring de Jabar
KTM Milan dan Paris Tour de Jabar
Stoner yang semula membantah rumor bahwa dia akan mengakhiri karirnya di MotoGP di akhir musim 2012, akhirnya hal itu diakuinya. Juara dunia MtoGP dua kali itu merasa bahwa MotoGP sudah banyak berubah dan dia sudah tak bisa menikmatinya lagi seperti musim-musim sebelumnya.
Montesz Sport Club (MSC) selaku penyandang klub even dari Pengda IMI Jawa Barat kembali menggelar hajatan balapan di sirkuit GGM Majalengka, Jawa barat.
Dalam film ini, Jhonny Blaze alias Ghost Rider yang berujuang untuk melepaskan kutukan dan menyelamatkan putranya yang dibawa oleh iblis, kini tak lagi menggunakan motor Harley-Davidson, tapi menggunakan Yamaha V-Max.
Beberapa pengendara motora mungkin merasa nyaman dengan setingan putaran (rpm) mesin rendah. Alasannya sih klasik, agar mesin terdengar halus atau biar gak boros bahan bakar.
Part pendongkrak performa khusus skutik-skutik keluaran Kymco bisa dipastikan jarang ada di pasaran. Tapi bukan berarti pengendara skutik asal Taiwan tersebut harus pasrah.
Biasanya pemilik motor tersebut akan mengubah bagian yang kurang nyaman tersebut. Kali ini masalah yang membuat kurang nyaman adalah masalah riding position.
__wah mantap nih mudah222an versi utk HArian cepet ada di indonesia………
Weeww… Jaket Air Bag di AHRS aja harganya 3 juta lebih.. kalo ini di julal di Indonesia.. kira-kira berapa yah..?
If you’re still on the fence: grab your favorite earphones, head down to a Best Buy and ask to plug them into a Zune then an iPod and see which one sounds better to you, and which interface makes you smile more. Then you’ll know which is right for you.
smangat dan inovasi terus