Klub Motor

YVCBI : Terapkan Sangsi Fisik

May 31, 2010
YVCBI : Terapkan Sangsi Fisik

Berawal dari segelintir pemuda pecinta motor sport Yamaha V-Ixion yang bertemu di dunia maya, Yamaha V-Ixion Club Bali Indonesia (YVC BI) pun akhirnya terbentuk.

Adalah Muhammad Syarif Hidayatullah, I Gusti Ngurah Manik dan Dani. Ketiga orang ini bertemu dalam satu situs pertemanan Friendster karena satu keinginan, memperluas persaudaraan sesama biker di Bali yang kebetulan pula sama-sama pecinta motor Yamaha V-Ixion.

“Awalnya kami bertemu di Friendster karena sama-sama pengguna Yamaha V-Ixion. Akhirnya kami bertiga mengatur waktu untuk bertemu dan sepakat untuk membentuk sebuah komunitas motor V-Ixion,” papar Muhammad Syarif Hidayatullah selaku ketua harian YVC BI saat bertemu di Pantai Tanjung Benoa, Bali.

Berdiri sejak 31 November 2008 silam, Yamaha V-Ixion Club  Bali Indonesia (YVC BI) kini telah beranggotakan sekitar 80 orang.

Lahir dengan membawa visi dan misi untuk membantu pihak kepolisian khususnya Bali guna mengkampanyekan gerakan Safety Riding, YVC BI coba menerapkan sangsi kepada seluruh anggotanya jika terbukti melanggar peraturan lalulintas.

“Korban akibat trek-trekan di Bali sudah sangat banyak, karena itu kami coba membantu pihak kepolian untuk meminimalkan trek-trekan tersebut. Salah satunya dengan menggalakkan gerakan Safety Riding yang dimulai dari dalam komunitas YVC BI sendiri,” papar Muhammad Syarif Hidayatullah yang akrab disapa Jojon.

“Sesuai dengan tujuan terbentuknya YVC BI, maka setiap anggota yang melanggar peraturan lalulintas akan kena sangsi hukuman fisik. Hukuman fisik bukan berarti di hajar atau di tampar, tapi disuruh push up atau gerakan olah raga lainnya yang menuntut mengeluarkan energi. Selain agar tidak terjadi sakit hati, hukuman ini juga bikin badan jadi sehat,” tambah Jojon.

Selain hukuman karena kedapatan melanggar lalulintas, ketidak lengkapan perlengkapan riding pun menjadi faktor utama terkena sangsi tersebut. Seperti tidak menggunakan sarung tangan, sepatu, jaket dan helm yang sudah memenuhi standar keselamatan.

Bahkan, seluruh anggota YVC BI juga dilarang menggunakan knalpot racing. Nyoman Yusa selaku sekretaris YVC BI mengatakan, “Seluruh anggota YVC BI diwajibkan menggunakan knalpot standar sebagai dukungan YVC BI kepada peraturan Undang-Undang Lalulintas,” jelas lelaki yang biasa disapa Yusa.

Layaknya sebuah organisasi, urusan administrasi menjadi bagian penting untuk setiap aktivitas YVC BI. Setiap anggota diwajibkan membayar iuran sebesar Rp 10.000 perbulan. Uang ini akan digunakan untuk segala kebutuhan YVC BI.

Selain dari iuran bulanan, YVC BI juga mendapat dukungan penuh dari dealer resmi Yamaha Bali. “Setiap akan melakukan acara besar, kami selalu mendapat dukungan penuh dari PT Semangat Catur Merta yang juga dealer resmi Yamaha di Jl Sunset Road, Krobogan, Bali,” kata Jojon.

Jojon menambahkan, “Kebetulan Pak Chandra selaku penasihat YVC BI merupakan petinggi PT Semangat Catur Merta, jadi kita sering dimudahkan dan dibantu untuk urusan financial YVC BI,” pungkas Jojon.



Berita terkait:

  1. Fino Owner Indonesia Touring Ke Pelabuhan Ratu
  2. TVS Motor Community Explore Jawa-Bali
  3. SOC : Siapapun Yang Salah Harus Dihukum
  4. Evalube : Terapkan Sistem Bisnis Terintegrasi ERP
  5. 15 Januari Lorenzo Ke Indonesia Lagi



5 Responses to “YVCBI : Terapkan Sangsi Fisik”

  1. gus_in says:

    mansstaff… maju truss YVC BI

  2. vMAESA says:

    Semoga Semakin di Depan ..

  3. Dani says:

    Wuiiiih Mantab bro’s….keep on going my friends…..without me YVCBI still exist always…

    Keep brotherhood always my friends………

  4. A-J says:

    Mantafff, walaupun berita tahun lalu, setidaknya ini merupakan sebuah prestasi, ayo lebih semangat lagi! prioritaskan hubungan antar anggota agar semakin erat persaudaraanmu…






Leave a Reply


Foto Gila Minggu ini

Posted by Ferry Mangunsong via FB fans page

Wadooohh.. Ada Herri Saputer.. (Sapu Terbang)

Moto Sport

Alasan Stoner Pensiun Dari MotoGP
Alasan Stoner Pensiun Dari MotoGP
May 18, 2012

Stoner yang semula membantah rumor bahwa dia akan mengakhiri karirnya di MotoGP di akhir musim 2012, akhirnya hal itu diakuinya. Juara dunia MtoGP dua kali itu merasa bahwa MotoGP sudah banyak berubah dan dia sudah tak bisa menikmatinya lagi seperti musim-musim sebelumnya.

L.A Lights Road Race Seri 1 Majalengka: Sirkuit Merana, Chupenk Tetap Juara
L.A Lights Road Race Seri 1 Majalengka: Sirkuit Merana, Chupenk Tetap Juara
May 15, 2012

Montesz Sport Club (MSC) selaku penyandang klub even dari Pengda IMI Jawa Barat kembali menggelar hajatan balapan di sirkuit GGM Majalengka, Jawa barat.

Video News

V-Max Jadi Tunggangan Ghost Rider
V-Max Jadi Tunggangan Ghost Rider
January 20, 2012

Dalam film ini, Jhonny Blaze alias Ghost Rider yang berujuang untuk melepaskan kutukan dan menyelamatkan putranya yang dibawa oleh iblis, kini tak lagi menggunakan motor Harley-Davidson, tapi menggunakan Yamaha V-Max.

Facebook

Twitter

Tips

Stasioner Kekecilan Bikin Pelumasan Enggak Sempurna

Beberapa pengendara motora mungkin merasa nyaman dengan setingan putaran (rpm) mesin rendah. Alasannya sih klasik, agar mesin terdengar halus atau biar gak boros bahan bakar.

Pakai Roller BeAT di Kymco Bikin Tarikan Makin Asik

Part pendongkrak performa khusus skutik-skutik keluaran Kymco bisa dipastikan jarang ada di pasaran. Tapi bukan berarti pengendara skutik asal Taiwan tersebut harus pasrah.

Ganti Stang Bajaj Pulsar

Biasanya pemilik motor tersebut akan mengubah bagian yang kurang nyaman tersebut. Kali ini masalah yang membuat kurang nyaman adalah masalah riding position.