Tak bisa dipungkiri, sekeren dan seekstrim apa pun modifikasi yang diterapkan pada sebuah motor, estetika dan fungsi tak bisa dihilangkan dalam diri motor itu sendiri. Hal inilah yang dilakukan Ivan Soelarso dari rumah modifikasi Ivan’s Custom yang bermarkas di Jl. Punto Dewo 58, Kutuwates 07/08 Sinduadi, Sleman, Jogyakarta dalam setiap pengerjaan modifikasi.
“Setiap modifikasi yang sudah selesai gw kerjaain, gak langsung gw serahin ke konsumen tapi gw test dulu sekitar dua mingguan. Biar tuh motor gak asal modif, tapi segi fungsi, kenyamanan dan performa tuh motor tetap maksimal, baik untuk digeber maupun boncengan,” jelas Ivan.
Adalah Thunder 250 lansiran tahun 2004 yang dirombak Ivan dengan sedikit mencomot gaya street fighter pada gubahannya. Bentuk tangki yang dibuat sedikit membengkak dari aslinya dan buritan dibuat sedikit kurus, pendek dan mendongak, dibuat menyesuaikan keinginan konsumennya, Edward.
“Dari hasil pembicaraan dengan Edward sang pemilik Thunder ini, dia ingin Suzuki Thunder nya terlihat lebih berbobot dan berotot di bagian depan, sementara belakang sedikit lebih ramping dan pendek. Akhirnya gw potong rangkanya sekitar 28 cm dengan penambahan rangka baru yang lebih tajam. Disain ini juga menyesuaikan dengan postur tubuh sang pemilik yang sekidikit berbobot alias gemuk,” canda lelaki kelahiran Jogyakarta ini.
Memanfaatkan bahan utama dari fiber, Ivan juga mengkombinasikan beberapa part dari produk kepunyaan Honda CS1 dan Kawasaki KLX 250. Menurut sang modifikator, tampilan depan pada akhirnya sedikit menyerupai Suzuki B-King dengan tangki yang lebih gemuk. Melihat hasil gubahannya itu, tercetuslah ide untuk memberi nama Thunder ini sebagai Dhodho Menthok.
“Saat ngeliat tangkinya yang gemuk dan montok, akhirnya terpikir kasih nama nih motor dengan sebutan Dhodho Menthok. Dalam bahasa Indonesia diibaratkan sebagai danging ayam bagian dada yang montok. Atau secara keseluruhan seperti bodinya Pamela Anderson,” jelas Ivan sambil tertawa.
Untuk menyesuaikan disain dan kelayakan jalan motor ini, penempatan lampu sign depan diposisikan pada air scoop di bagian sisi kiri dan kanan tangki. Sementara dibagian bekalang diposisikan pada sisi spatboard.
Dan untuk menambah tampilan yang terlihat ekstrim pada tangkinya yang meniru gaya KTM Duke, Ivan mencomot tutup tangki milik Kawasaki Ninja 150.
Pengerjaan yang memakan waktu cukup lama ini, menelan dana sekitar Rp 12 juta perak.
Foto : Benny Prasetyo & haryo Canggih
Spesifikasi Suzuki Thunder 250 Dhodho Menthok
Head Lamp : Kawasaki KLX 250
Lampu Belakang : Honda CS 1
Lampu Sign Depan: Supra X 125
Lampu Sein Belakang : Mobil Genio
Stang Fat Bar + Riser : ZOX
Cakram Rem Depan : Wave TDR
Kaliper Depan : Thunder 250
Kaliper Belakang : Satria FU 150
Arm : Ivan’s Custom
Jok : Ivan’s Custom
Velg Depan : Power 17
Velg Belakang : Power 17
Ban Depan : Duro 110/70-17
Ban Belakang : Battlax 150/70-17
Muffler : Ivan’s Custom
Ivan’s Custom : Jl. Punto Dewo 58, Kutuwates 07/08 Sinduadi, Sleman, Jogyakarta. (081392392975)
Berita terkait:
Sensasi Matik Yamaha Sasar Pesisir Pedesaan
Test Ride Pulsar Berhadiah Mobil, Motor dan iPad
TVS Motor Community Jabar Kunjungi Pabrik TVS
Dalam waktu yang bersamaan, dua pebalap itu teringat insiden yang membuat mereka terjatuh karena kesalahan Rossi saat menyusul Stoner. Rossi terjatuh karena kehilangan grip ban nya dan menghajar motor Stoner yang berada di sebelah luar nya.
Sejak 2002 lalu, dia tak pernah berdiri di podium di setiap balapan basah sampai akhirnya dia berhasil menempati posisi ketiga di GP Indianapolis pada 2008. Akhirnya dia berhasil meraih kemenangan pertamanya di balapan basah pada 2011 tahun lalu di Jerez.
Dalam film ini, Jhonny Blaze alias Ghost Rider yang berujuang untuk melepaskan kutukan dan menyelamatkan putranya yang dibawa oleh iblis, kini tak lagi menggunakan motor Harley-Davidson, tapi menggunakan Yamaha V-Max.
Beberapa pengendara motora mungkin merasa nyaman dengan setingan putaran (rpm) mesin rendah. Alasannya sih klasik, agar mesin terdengar halus atau biar gak boros bahan bakar.
Part pendongkrak performa khusus skutik-skutik keluaran Kymco bisa dipastikan jarang ada di pasaran. Tapi bukan berarti pengendara skutik asal Taiwan tersebut harus pasrah.
Biasanya pemilik motor tersebut akan mengubah bagian yang kurang nyaman tersebut. Kali ini masalah yang membuat kurang nyaman adalah masalah riding position.
keren broooooo……………
pabrikanya aja kalah…..
street fighter emang keren!
mesin sangar, kakikaki kurang sangar bro