Review / Modifikasi

NSR 150 : Perpaduan Ducati Desmosedici dan Honda RC212V

May 25, 2010
NSR 150 : Perpaduan Ducati Desmosedici dan Honda RC212V

NSR 150 : Perpaduan Ducati Desmosedici dan Honda RC212V
Rubah konsep karena merasa sudah pasaran. Itulah yang dilakukan Dedy Supriadi pada motor kesayangannya Honda NSR 150 lansiran 1997 yang dimodifikasi bergaya Desmosedici GP10, tunggangan pembalap MotoGP asal Australia, Casey Stoner.
Rencana rubahan awal yang diinginkan sesungguhnya tak membuang brand motor itu sendiri, Honda NSR menjadi Honda RC212V tunggangan Dani Pedrosa dari tim Repsol Honda. Namun seiring berjalannya waktu, rencana gubahan pada NSR menjadi RC212V diurungkan lelaki yang berdomisili di wilayah Pasar Minggu ini.
Beruntung, penyerahan motor ke bengkel modifikasi Kahanan Motor di Jagakarsa Raya No.51 Jakarta Selatan tahun 2009 silam, banyak menemukan hari lubur seperti lebaran dan tahun baru. Hingga akhirnya proses pengerjaan sedikit terhambat dan memakan waktu sampai delapan bulan.
Terhambat kok malah bersyukur, bukannya marah? Iya, lantaran berkat jedah waktu yang terbuang itu, Dedy sang pemilik NSR 150 ini benyak menemukan motor bergaya tunggangan Dani Pedrosa yang seliweran di jalan raya. Apalagi saat pabrikan Honda ngeluarin motor bebeknya, Blade, dengan style striping yang sama. Dirinya makin gak nahan ngelitnya dan merasa pasaran banget tuh model.
“Awalnya sih emang pengen banget ngerubah NSR 150 gw kayak motornya Dani Pedrosa, tapi setalah motor gw serahin ke bengkel dan sempet terbengkalai karena banyak hari libur seperti lebaran dan tahun baru, gw ngeliat dijalan banyak banget motor pake gaya yang gw pengenin. Apa lagi pas ngeliat Honda ngeluarin bebek Blade dengan stiker yang sama, akhirnya gw pilih motornya Stoner aja biar gak keliatan pasaran,” jelas lelaki yang bekerja di salah satu perusahaan swasta di Kalibata.
Namun pilihan modifikasi pada motor Desmosedici nya Stoner tak serta merta membuatnya merasa puas, ada bagian yang tidak disuka pada model Ducati Desmosedici. Bagian belakangnya terlalu lebar.
“Biar enggak keliatan pasaran dan bisa tampil beda, akhirnya modifikasi mengarah para motor Ducati nya Stoner. Tapi ada yang gw gak suka dengan Ducati, bagian ekornya terlalu lebar, makanya gw minta gimana caranya bagian ekornya terlihat lebih ramping,” kata lelaki yang sebentar lagi menjadi warga Depok ini.
Disinilah awal dari terbentuknya perpaduan Desmosedici dengan RC212V. Dana yang dihabiskan untuk rubahan ini mencapai Rp 20 juta.
BODY
Untuk melapisi tubuh NSR 150 dengan full fairing, Lusep Sugiharto sang pentolan Kahanan Motor meramu rumusan melipat plat galvanis 0.8mm menjadi jubah Desmosedici buat NSR yang lahir bersamaan krisis yang melanda Indonesia.
Yang menarik, untuk memudahkan perawatan mesin agar tak perlu melakukan bongkar pasang fairing, Lusep membuat jubah motor ini menjadi tiga bagian, depan, tengah dan belakang yang masing-masing bagian dapat bongkar secara terpisah. Jadi saat akan melakukan perawatan rutin mesinnya, cukup copot tangki dan bagian joknya saja.
“Bodi kita buat terpisah antara depan, tengah dan belakang untuk memudahkan saat melakukan perawatan mesin dan bagian lainnya, biar enggak perlu copot – pasang fairing,” papar Lusep.
Saat akan melakukan perawatan mesin, cukup copot tangki dan jok nya saja, udah keliatan tuh mesin dan siap dioperasi buat perawatan rutin,” tambah pentolan Kahanan ini.
STANG
Untuk menyesuaikan disain dan posisi duduk agar lebih nyaman serta lebih mengentalkan aura balapnya, Stang diganti dengan stang jepit milik Kawasaki Ninja.
RANGKA
Untuk mewujudkan keinginan sang pemilik motor agar modifikasi mengarah pada disain Ducati dengan ekor yang terlihat lebih ramping dan lancip, Lusep hanya sedikit merubah rangka bagian belakang agar lebih menyudut ke ujungnya. Namun rubahan ini tak merubah rangka asli bawaan Honda NSR itu sendiri.
KAKI – KAKI
Untuk menyesuaikan disain modifikasi bergaya tunggangannya jagoan MotoGP dari Australia, lengan ayun bawaan NSR di musiumkan dan peranannya diganti dengan lengan ayun produksi Kahanan sendiri. Sementara pemilihan velg jatuh pada Power dengan berlapis ban Swallow 100/70-17 untuk depan dan 150/70-17 untuk belakang.
SPESIFIKASI
Body Kit : Plat Galvanis 0.8 inch Kahanan Motor
Lampu Depan : Fog Lamp Mobil
Stang : Kawasaki Ninja RR
Takometer : Koso
Windshield : Kawasaki Ninja
Velg Depan / Belakang: Power
Ban Depan : Swallow 100/70-17
Ban Belakang : Swallow 150/70-17
Rem Depan : T2M
Rem Belakang : Suzuki Satria
Arm : Custom Kahanan Motor
Knalpot : Custom Kahanan Motor
Kahanan Motor : 021 91305567

Rubah konsep karena merasa sudah pasaran. Itulah yang dilakukan Dedy Supriadi pada motor kesayangannya Honda NSR 150 lansiran 1997 yang dimodifikasi bergaya Desmosedici GP10, tunggangan pembalap MotoGP asal Australia, Casey Stoner.

Rencana rubahan awal yang diinginkan sesungguhnya tak membuang brand motor itu sendiri, Honda NSR menjadi Honda RC212V tunggangan Dani Pedrosa dari tim Repsol Honda. Namun seiring berjalannya waktu, rencana gubahan pada NSR menjadi RC212V diurungkan lelaki yang berdomisili di wilayah Pasar Minggu ini.

Beruntung, penyerahan motor ke bengkel modifikasi Kahanan Motor di Jagakarsa Raya No.51 Jakarta Selatan tahun 2009 silam, banyak menemukan hari lubur seperti lebaran dan tahun baru. Hingga akhirnya proses pengerjaan sedikit terhambat dan memakan waktu sampai delapan bulan.

Terhambat kok malah bersyukur, bukannya marah? Iya, lantaran berkat jedah waktu yang terbuang itu, Dedy sang pemilik NSR 150 ini benyak menemukan motor bergaya tunggangan Dani Pedrosa yang seliweran di jalan raya. Apalagi saat pabrikan Honda ngeluarin motor bebeknya, Blade, dengan style striping yang sama. Dirinya makin gak nahan ngelitnya dan merasa pasaran banget tuh model.

“Awalnya sih emang pengen banget ngerubah NSR 150 gw kayak motornya Dani Pedrosa, tapi setalah motor gw serahin ke bengkel dan sempet terbengkalai karena banyak hari libur seperti lebaran dan tahun baru, gw ngeliat dijalan banyak banget motor pake gaya yang gw pengenin. Apa lagi pas ngeliat Honda ngeluarin bebek Blade dengan stiker yang sama, akhirnya gw pilih motornya Stoner aja biar gak keliatan pasaran,” jelas lelaki yang bekerja di salah satu perusahaan swasta di Kalibata.

Namun pilihan modifikasi pada motor Desmosedici nya Stoner tak serta merta membuatnya merasa puas, ada bagian yang tidak disuka pada model Ducati Desmosedici. Bagian belakangnya terlalu lebar.

“Biar enggak keliatan pasaran dan bisa tampil beda, akhirnya modifikasi mengarah para motor Ducati nya Stoner. Tapi ada yang gw gak suka dengan Ducati, bagian ekornya terlalu lebar, makanya gw minta gimana caranya bagian ekornya terlihat lebih ramping,” kata lelaki yang sebentar lagi menjadi warga Depok ini.

Disinilah awal dari terbentuknya perpaduan Desmosedici dengan RC212V.

BODY

Untuk melapisi tubuh NSR 150 dengan full fairing, Lusep Sugiharto sang pentolan Kahanan Motor meramu rumusan melipat plat galvanis 0.8mm menjadi jubah Desmosedici buat NSR yang lahir bersamaan krisis yang melanda Indonesia.

Yang menarik, untuk memudahkan perawatan mesin agar tak perlu melakukan bongkar pasang fairing, Lusep membuat jubah motor ini menjadi tiga bagian, depan, tengah dan belakang yang masing-masing bagian dapat bongkar secara terpisah. Jadi saat akan melakukan perawatan rutin mesinnya, cukup copot tangki dan bagian joknya saja.

“Bodi kita buat terpisah antara depan, tengah dan belakang untuk memudahkan saat melakukan perawatan mesin dan bagian lainnya, biar enggak perlu copot – pasang fairing,” papar Lusep.

Saat akan melakukan perawatan mesin, cukup copot tangki dan jok nya saja, udah keliatan tuh mesin dan siap dioperasi buat perawatan rutin,” tambah pentolan Kahanan ini.

STANG

Untuk menyesuaikan disain dan posisi duduk agar lebih nyaman serta lebih mengentalkan aura balapnya, Stang diganti dengan stang jepit milik Kawasaki Ninja.

RANGKA

Untuk mewujudkan keinginan sang pemilik motor agar modifikasi mengarah pada disain Ducati dengan ekor yang terlihat lebih ramping dan lancip, Lusep hanya sedikit merubah rangka bagian belakang agar lebih menyudut ke ujungnya. Namun rubahan ini tak merubah rangka asli bawaan Honda NSR itu sendiri.

KAKI – KAKI

Untuk menyesuaikan disain modifikasi bergaya tunggangannya jagoan MotoGP dari Australia, lengan ayun bawaan NSR di musiumkan dan peranannya diganti dengan lengan ayun produksi Kahanan sendiri. Sementara pemilihan velg jatuh pada Power dengan berlapis ban Swallow 100/70-17 untuk depan dan 150/70-17 untuk belakang.

SPESIFIKASI

Body Kit : Plat Galvanis 0.8 inch Kahanan Motor

Lampu Depan : Fog Lamp Mobil

Stang : Kawasaki Ninja RR

Takometer : Koso

Windshield : Kawasaki Ninja

Velg Depan / Belakang: Power

Ban Depan : Swallow 100/70-17

Ban Belakang : Swallow 150/70-17

Rem Depan : T2M

Rem Belakang : Suzuki Satria

Arm : Custom Kahanan Motor

Knalpot : Custom Kahanan Motor

Kahanan Motor : 021 91305567



Berita terkait:

  1. Honda Scoopy 2010 Ogah Tampil Seadanya
  2. Ducati Hadirkan Replika Desmosedici GP11
  3. Stoner : Ducati dan Honda Punya Perbedaan Ekstrem
  4. Vespa LXV 125 Perpaduan Inovasi dan Retro
  5. Modif honda beat



15 Responses to “NSR 150 : Perpaduan Ducati Desmosedici dan Honda RC212V”

  1. cesar says:

    beuhhhh.. sa’iikkkkk.. :D

  2. aan says:

    NSR kok knalpotnya 4 tak??

  3. Tinktank says:

    Namanya juga knalpot Custom bro..

  4. muantabbbbbbbbbb abizzzzzzzzz…..
    ga da duanya bro…

  5. KlaX says:

    Sayangnya rem belakangnya pake piston 2, coba kalo piston 1, lebih mantaps tu bro,

    Salut buat modifnya, MANTABS GAN,

  6. knalpotnya begitu, mempengaruhi power ga ??

  7. PP says:

    manteb bos, abis brp tuh total..

  8. azhar says:

    wuiiih…ngiler euy…proposional bro,tanki asli or kondom tuh

  9. Farid Hamidi says:

    8 bulan???
    buangan to*o kah???
    cb mas cek kstabilan motornya..

  10. ade ginanjar says:

    Brapa duit nih ampe kaya gini?
    hari apa aja buka bengkel’a?

  11. sof says:

    Saya mau buat kaki NSR saya seperti itu, tapi Kahanan nya ngak bisa di telp sama sekali, apa ada no contact yang baru?

  12. arel says:

    gan kira2 mahal mana dengan chemonk-modified biaya modif motor

  13. Jali says:

    Abis Berapa Gan Bangun’y Modif’y

  14. NN says:

    sapa yang jual fearing gp10ducati siap pasang , saya beli,hub saya…@emaill,costii_hooliganism@yahoo.com..
    thx bro.

  15. reza says:

    keren,,,, tp dikit aja, kurang simetris euy.






Leave a Reply


Foto Gila Minggu ini

Posted by Ferry Mangunsong via FB fans page

Wadooohh.. Ada Herri Saputer.. (Sapu Terbang)

Moto Sport

Alasan Stoner Pensiun Dari MotoGP
Alasan Stoner Pensiun Dari MotoGP
May 18, 2012

Stoner yang semula membantah rumor bahwa dia akan mengakhiri karirnya di MotoGP di akhir musim 2012, akhirnya hal itu diakuinya. Juara dunia MtoGP dua kali itu merasa bahwa MotoGP sudah banyak berubah dan dia sudah tak bisa menikmatinya lagi seperti musim-musim sebelumnya.

L.A Lights Road Race Seri 1 Majalengka: Sirkuit Merana, Chupenk Tetap Juara
L.A Lights Road Race Seri 1 Majalengka: Sirkuit Merana, Chupenk Tetap Juara
May 15, 2012

Montesz Sport Club (MSC) selaku penyandang klub even dari Pengda IMI Jawa Barat kembali menggelar hajatan balapan di sirkuit GGM Majalengka, Jawa barat.

Video News

V-Max Jadi Tunggangan Ghost Rider
V-Max Jadi Tunggangan Ghost Rider
January 20, 2012

Dalam film ini, Jhonny Blaze alias Ghost Rider yang berujuang untuk melepaskan kutukan dan menyelamatkan putranya yang dibawa oleh iblis, kini tak lagi menggunakan motor Harley-Davidson, tapi menggunakan Yamaha V-Max.

Facebook

Twitter

Tips

Stasioner Kekecilan Bikin Pelumasan Enggak Sempurna

Beberapa pengendara motora mungkin merasa nyaman dengan setingan putaran (rpm) mesin rendah. Alasannya sih klasik, agar mesin terdengar halus atau biar gak boros bahan bakar.

Pakai Roller BeAT di Kymco Bikin Tarikan Makin Asik

Part pendongkrak performa khusus skutik-skutik keluaran Kymco bisa dipastikan jarang ada di pasaran. Tapi bukan berarti pengendara skutik asal Taiwan tersebut harus pasrah.

Ganti Stang Bajaj Pulsar

Biasanya pemilik motor tersebut akan mengubah bagian yang kurang nyaman tersebut. Kali ini masalah yang membuat kurang nyaman adalah masalah riding position.