Rasa persaudaraan yang tinggi sejak kecil hingga mereka dewasa, turut mewarnai perjalan komunitas motor yang tak terpaut oleh satu brand saja. Seiring berjalannya waktu, beberapa dari anggota komunitas ini harus pergi meninggalkan Jakarta, namun mereka tetap menyatu dalam satu semangat kekeluargaan yang tinggi dalam Various Krew Bikers Community (VKBC).
Berawal dari beberapa bocah pecinta sepeda yang kerap melakukan perjalanan jauh, mereka bertekad untuk tetap mempertahankan kebersamaan mereka meski sepeda mereka tak sama. Dari sinilah lahir nama Various Club dimana anggotanya saat itu mayoritas masih duduk dibangku SMP. Beranjak dewasa, para anggota mulai memiliki motor sebagai tunggangan pendukung aktivitas mereka. Akhirnya komonitas kecil pecinta sepedah ini berubah menjadi sebuah komunitas motor.
Seperti pertama kali nama Various Club hadir, mereka tak memperdulikan perbedaan tipe sepeda mereka. Kini mereka tetap membangun komunitas yang telah ada sejak mereka kecil.
“Dulunya berawal dari beberapa orang termasuk saya yang senang bersepeda di lingkungan rumah dikawasan Cipinang, Jakarta-Timur, akhirnya kita putuskan untuk memberi nama Various Club karena sepeda kita tak sama. Dan kini kami sudah memiliki motor, akhirnya nama Various tetap kita pertahankan dan bertambah menjadi Various Krew Bikers Community. Nama ini kita pilih karena kita tak terikat oleh satu brand motor, yang penting kita bisa menyatu dalam semangat brotherhood yang tinggi,” papar Chandra Syamsuddin selaku Ketua Umum VKBC.
Berdiri sejak 16 Desember 2006, VKBC merupakan komunitas motor yang hobi touring, ngoprek motor, show on dengan bikers lain untuk menambah teman dan belajar berorganisasi serta menjalin sara brotherhood sesama biker.
Meski jumlah anggota komunitas ini masih bisa dihitung dengan tangan, namun semangat mereka untuk mempertahankan dan mengembangkan VKBC begitu besar. “Jumlah anggota memang enggak banyak, Cuma 19 orang, tapi dari 19 orang ini kami merasa begitu akrab. Kami saling mengetahui dan kenal dekat layaknya keluarga sendiri antar sesama anggota,” ungkap Chandra.
“Bahkan beberapa anggota yang pindah ke Bandung, saat ada kopdar wajib mereka pasti datang,” tambahnya.
Selain menjadikan kawasan Taman Makam Pahlawan Kalibata dan Taman Mini Indonesia sebagai lokasi kopdarnya, mereka juga selalu terhubung dalam sebuah organisasi di dunia maya di www.vkbc.or.id.
Meski sebuah komunitas kecil, tapi keakraban anatar anggota dan persaudaraan VKBC dengan komunitas motor lain, membuat mereka terlihat seperti komunitas besar. Berbagai aktivitas positif dilakukan komunitas ini, mulai dari kopdar dan sharing, bedah mesin, pelatihan safety riding hingga berburu makanan.
Sementara kegiatan rutin enam bulanan adalah lomba irit bahan bakar. Dari lomba dengan regulasi yang mereka buat sendiri, mereka dapat mengetahui seberapa irit motor mereka.
VKBC berharap akan terus bertahan dan tumbuh bersama dengan semangat kekeluargaan untuk saling mengisi, menimba ilmu dan melakukan hal-hal positif. Dan yang pasti, keberadaan VKBC dapat memberi manfaat bagi masyarakat Indonesia.
Berita terkait:
Sensasi Matik Yamaha Sasar Pesisir Pedesaan
Test Ride Pulsar Berhadiah Mobil, Motor dan iPad
TVS Motor Community Jabar Kunjungi Pabrik TVS
Dalam waktu yang bersamaan, dua pebalap itu teringat insiden yang membuat mereka terjatuh karena kesalahan Rossi saat menyusul Stoner. Rossi terjatuh karena kehilangan grip ban nya dan menghajar motor Stoner yang berada di sebelah luar nya.
Sejak 2002 lalu, dia tak pernah berdiri di podium di setiap balapan basah sampai akhirnya dia berhasil menempati posisi ketiga di GP Indianapolis pada 2008. Akhirnya dia berhasil meraih kemenangan pertamanya di balapan basah pada 2011 tahun lalu di Jerez.
Dalam film ini, Jhonny Blaze alias Ghost Rider yang berujuang untuk melepaskan kutukan dan menyelamatkan putranya yang dibawa oleh iblis, kini tak lagi menggunakan motor Harley-Davidson, tapi menggunakan Yamaha V-Max.
Beberapa pengendara motora mungkin merasa nyaman dengan setingan putaran (rpm) mesin rendah. Alasannya sih klasik, agar mesin terdengar halus atau biar gak boros bahan bakar.
Part pendongkrak performa khusus skutik-skutik keluaran Kymco bisa dipastikan jarang ada di pasaran. Tapi bukan berarti pengendara skutik asal Taiwan tersebut harus pasrah.
Biasanya pemilik motor tersebut akan mengubah bagian yang kurang nyaman tersebut. Kali ini masalah yang membuat kurang nyaman adalah masalah riding position.
beuhhh.. mangstaff broo..
thanks bro..
gas terus..
Mantap gan..lanjutkan…!!!
MAJU TERUS PANTANG MUNDUR !!!!
hallooo…
Hello we are a Catering Business from Spain and we are looking forward to hire a new chefs as we expand to other cities. Please send me your resume asap. Thank you.