Yamaha Super Tenere yang baru saja hadir dengan berbagai keunggulan yang diusungnya, diproyeksikan Yamaha untuk berhadapan dengan BMW R1200GS. Nama Tenere sendiri seungguhnya telah hadir sejak tahun 1983, yang dulu dikenal dengan Yamaha XT600Z Tenere (34L).
Yamaha XT600Z didisain karena terinspirasi dari ajang balapan Paris Dakar yang waktu itu sebagai campange untuk Cyril Neveu dan Yamaha Motor France pada 1979 and 1980. Pada dasarnya Yamaha XT550 telah didisain dengan mesin yang sudah overbore dan bodi yang besar. Motor bergaya rally yang kental dengan tangki berkapasitas 30 liter dan nuansa balap yang ada pada tubuh XT600Z menjadikannya sebagai best seller di eranya, khususnya di Perancis.
Pada tahun 1986 Yamaha kembali meluncurkan generasi Tenere, yakni Yamaha XT600Z Tenere (1VJ). Generasi Tenere kedua ini didisain untuk lebih mendekatkan Yamaha dengan dunia rally motor. XT600Z Tenere (1VJ) menggunakan tangki bahan bakar yang lebih kecil dengan kapasitas 21 liter, tetapi kuatan mesinnya ditingkatkan menjadi 46bhp berkat pengaplikasian karburator baru dan kotak udara. Tak hanya itu, generasi kedua ini telah terinstal elektrik starter yang merupakan pertama kalinya di gunakan pada genesi Tenere.
Tak berhenti sampai disini. Generasi ketiga pun dihadirkan Yamaha pada tahun 1988, Yamaha XT600Z Tenere (3AJ). Generesi ini didisain ulang dengan sentuhan yang lebih lengkap dengan rangka fairing yang menyatu dengan dua lampu depan. Kapasitas tangkinya kembali di tingkatkan menjadi 23 liter. Disektor sumber tenaga, Yamaha benar-benar mengerjakan ulang untuk mendapatkan hasil maksimal. Selain itu rem cakram pada roda belakang juga disematkan pada motor ini.
Kian berinovasi. Yamaha pun menghadirkan Tenere generasi keempat pada tahun 1989, Yamaha XTZ750 Super Tenere. Inovasi pada tenere generasi ini benar-benar jauh lebih besar dibanding generasi Tenere sebelumnya. Bahkan kalimat Super pun disandingkan didepan nama Tenere. Generasi inilah hadirnya sang sosok Yamaha Super Tenere.
Selain mengaplikasi mesin baru dengan versi parallel-twin, rem depan pun telah mendapatkan sentuhan menjadi double disc. Kapasitas tangki pun kembali ditingkatkan menjadi 26 liter. Versi race 750 dan 850 terus memenangkan Paris Dakar total enam kali. Sayangnya model ini dihentikan pada tahun 1996.
Pada tahun 1991 Yamaha menghadirkan XTZ660 Tenere. Generesi ini hadir dengan mesin baru yang dilengkapi dengan lima katup dan cairan pendingin. Mesin ini mampu memuntahkan tenaga hingga sebesar 48bhp. Generasi ini hadir dengan tampilan bodi yang lebih ramping dengan penurunan kapasitas tangki menjadi 20 liter dan stroke yang lebih pendek dari generasi sebelumnya.
Berlanjut ke tahun 1994, Yamaha kembali menghadirkan generasi keenam dengan nama Yamaha XTZ660 Tenere. Versi terakhir Tenere dengan silinder tunggal, hadir dengan disain bodi yang lebih streamline dengan dua headlamp yang terinspirasi pada Super Tenere twin. Model ini berakhir hingga tahun 1998.
Memasuki tahun 2006, Yamaha tak hentikan inovasinya pada sosok Tenere. Ditahun itu Yamaha menghadirkan Yamaha XT660Z Tenere. Mesin dengan single silinder baru yang berbasis dari XT660X tahun 2004, namun generasi ini telah dibumbuhi gaya dan spesifikasi masa kini namun tetap menghadirkah khas Tenere dengan kapasitas tangki yang besar, aura touring dengan suspensi untuk perjalanan jauh.
Generasi Yamaha Tenere kian berkembang dari tahun ke tahun. Hingga akhirnya pada petengahan Februari silam, Yamaha mengumumkan wujud asli Yamaha Super Tenere 1200 yang pertama kali diperkenalankan sebagai model konsep pada ajang Tokyo Motor Show tahun lalu.
Awal 2010 ini Yamaha menghadirkan model terbaru Seper Tenere dengan mengambil basis dari generasi lawas XTZ750. Dengan mesin parallel-twin, twin headlight dan rangka baja.
Namun generasi teranyar ini hadir dengan balutan teknologi yang lebih baik bahkan dari sebuah R1. Super Tenere 2010 ini dilengkapi dengan 3 model traction control dan rem ABS.
Berita terkait:
APP KTM Milan, Baksos On the Street
KTM Milan Selesaikan Etape Pertama Touring de Jabar
KTM Milan dan Paris Tour de Jabar
Stoner yang semula membantah rumor bahwa dia akan mengakhiri karirnya di MotoGP di akhir musim 2012, akhirnya hal itu diakuinya. Juara dunia MtoGP dua kali itu merasa bahwa MotoGP sudah banyak berubah dan dia sudah tak bisa menikmatinya lagi seperti musim-musim sebelumnya.
Montesz Sport Club (MSC) selaku penyandang klub even dari Pengda IMI Jawa Barat kembali menggelar hajatan balapan di sirkuit GGM Majalengka, Jawa barat.
Dalam film ini, Jhonny Blaze alias Ghost Rider yang berujuang untuk melepaskan kutukan dan menyelamatkan putranya yang dibawa oleh iblis, kini tak lagi menggunakan motor Harley-Davidson, tapi menggunakan Yamaha V-Max.
Beberapa pengendara motora mungkin merasa nyaman dengan setingan putaran (rpm) mesin rendah. Alasannya sih klasik, agar mesin terdengar halus atau biar gak boros bahan bakar.
Part pendongkrak performa khusus skutik-skutik keluaran Kymco bisa dipastikan jarang ada di pasaran. Tapi bukan berarti pengendara skutik asal Taiwan tersebut harus pasrah.
Biasanya pemilik motor tersebut akan mengubah bagian yang kurang nyaman tersebut. Kali ini masalah yang membuat kurang nyaman adalah masalah riding position.
kirain yamaha cinere.. hehehee..
Bener Bro kirain Yamaha van Cinere… LOL
I love the way you write and also the theme on your blog. Did you code this yourself or was it done by a professional? I’m very very impressed.
[...] Yamaha Tenere ini terus mengalami perkembangan dari generasi pertama hingga generasi terakhir (Super Tenere 1200) dimana generasi terakhir dari Tenere ini diproyeksikan untuk berhadapan dengan BMW R1200GS..cmiiw.. Untuk sejarah lengkapnya, mas bro bisa ke gilamotor.com. [...]