News

Periksa Accu dan Kiprok

March 15, 2010
Periksa Accu dan Kiprok

Trouble Shooting Kelistrikan Motor
Menganalisa masalah kelistrikan motor memang terkadang gampang-gampang susah. Ada masalah pada lampu yang tak mau menyala atau redup, starter elektrik tak berfungsi baik dan lampu sein tak bekerja sempurna, langsung yang terpikir adalah masalah ada pada accu nya. Tak sedikit dari bikers yang harus membeli accu baru, tapi tak menyelesaikan masalah. Justru masalah yang sama tetap ada meski accu sudah diganti dengan yang baru.
Dalam menganalisa masalah kelistrikan motor, ada beberpa unsur yang harus diperhatikan selain accu.
Biasanya dalam Trouble Shooting untuk kelistrikan motor menggunakan skema duri ikan. Dimana accu adalah komponen pertama yang dilakukan pemeriksaan. Setelah accu pemeriksaan diarahkan ke Wiring atau pengkabelan, berlanjut ke Regulator, dan terakhir Generator.
Lakukan pengecekan accu dengan Multitester untuk mengetahui apakah voltase masih berada dalam kondisi normal. Jika jarum multitester menunjukan angka dibawah 7 volt, coba charge ulang accu tersebut. Kalau sudah dicharge dan dalam waktu yang singkat voltase kembali berkurang, perlu dicurigai adanya hubungan arus pendek.
Terkadang ada dibeberapa bagian kabel yang mulai getas atau rapuh, sehingga saat terjadi gesekan dengan bodi atau rangka, kulit kabel mudah terkelupas. Hal ini juga memicu permasalahan kelistrikan atau konslet.
Yang tak kalah penting mendapat pemeriksaan adalah kiprok atau dalam bahasa teknis nya disebut sebagai regulator rectifier. Saat kiprok bermasalah, terkadang analisa bengkel pun salah dan langsung menuju pada accu. Entah karena ingin mendapat keuntungan dari penjualan atau karena memang sang mekanik tak paham dalam mengatasi masalah kelistrikan.
Biasanya jika kiprok bermasalah, usia accu tak akan lama karena arus listrik dari spul yang seharusnya dialirkan ke accu untuk pengisian balik tertahan di kiprok. Jika itu terjadi, secara otomatis aki akan tekor.
Pengecekan bisa dilakukan dengan mengukur voltase yang dihasilkan kiprok dengan multitester. Jika voltasenya melebihi batas yang ditentukan, berarti kiproks memang bermasalah.
Saat melakukan pemeriksaan dengan multitester, gunakan pengukuran arus DC dan atur saklar meter pada posisi 50 volt. Lakukan pengukuran voltase kiprok dengan menempelkan jarum positif multitester dengan kabel positif accu. Sedangkan jarum negatif mulitester ditempelkan di bodi atau kutup negatif accu.
Cara mengukurnya, lepaskan kutup positif pada accu dan hidupkan mesin dengan kickstarter. Bersamaan dengan gas dibuka hingga putaran mesin ke 3000 rpm atau lebih, perhatikan jarum penunjuk multitester. Jika angka yang ditunjuk melebihi 14 volt, itu tandanya kiprok memang sudah tak layak pakai.
Tapi yang perlu jadi catatan, pemeriksaan ini sesuaikan dengan buku manual. Karena setiap merek dan tipe motor biasanya memiliki batasan tersendiri.

Menganalisa masalah kelistrikan motor memang terkadang gampang-gampang susah. Ada masalah pada lampu yang tak mau menyala atau redup, starter elektrik tak berfungsi baik dan lampu sein tak bekerja sempurna, langsung yang terpikir adalah masalah ada pada accu nya. Tak sedikit dari bikers yang harus membeli accu baru, tapi tak menyelesaikan masalah. Justru masalah yang sama tetap ada meski accu sudah diganti dengan yang baru.

Dalam menganalisa masalah kelistrikan motor, ada beberpa unsur yang harus diperhatikan selain accu.

Biasanya dalam Trouble Shooting untuk kelistrikan motor menggunakan skema duri ikan. Dimana accu adalah komponen pertama yang dilakukan pemeriksaan. Setelah accu pemeriksaan diarahkan ke Wiring atau pengkabelan, berlanjut ke Regulator, dan terakhir Generator.

Lakukan pengecekan accu dengan Multitester untuk mengetahui apakah voltase masih berada dalam kondisi normal. Jika jarum multitester menunjukan angka dibawah 7 volt, coba charge ulang accu tersebut. Kalau sudah dicharge dan dalam waktu yang singkat voltase kembali berkurang, perlu dicurigai adanya hubungan arus pendek.

Terkadang ada dibeberapa bagian kabel yang mulai getas atau rapuh, sehingga saat terjadi gesekan dengan bodi atau rangka, kulit kabel mudah terkelupas. Hal ini juga memicu permasalahan kelistrikan atau konslet.

Yang tak kalah penting mendapat pemeriksaan adalah kiprok atau dalam bahasa teknis nya disebut sebagai regulator rectifier. Saat kiprok bermasalah, terkadang analisa bengkel pun salah dan langsung menuju pada accu. Entah karena ingin mendapat keuntungan dari penjualan atau karena memang sang mekanik tak paham dalam mengatasi masalah kelistrikan.

Biasanya jika kiprok bermasalah, usia accu tak akan lama karena arus listrik dari spul yang seharusnya dialirkan ke accu untuk pengisian balik tertahan di kiprok. Jika itu terjadi, secara otomatis aki akan tekor.

Pengecekan bisa dilakukan dengan mengukur voltase yang dihasilkan kiprok dengan multitester. Jika voltasenya melebihi batas yang ditentukan, berarti kiproks memang bermasalah.

Saat melakukan pemeriksaan dengan multitester, gunakan pengukuran arus DC dan atur saklar meter pada posisi 50 volt. Lakukan pengukuran voltase kiprok dengan menempelkan jarum positif multitester dengan kabel positif accu. Sedangkan jarum negatif mulitester ditempelkan di bodi atau kutup negatif accu.

Cara mengukurnya, lepaskan kutup positif pada accu dan hidupkan mesin dengan kickstarter. Bersamaan dengan gas dibuka hingga putaran mesin ke 3000 rpm atau lebih, perhatikan jarum penunjuk multitester. Jika angka yang ditunjuk melebihi 14 volt, itu tandanya kiprok memang bermasalah.

Tapi yang perlu jadi catatan, pemeriksaan ini sesuaikan dengan buku manual. Karena setiap merek dan tipe motor biasanya memiliki batasan tersendiri.

#Rubrik ini dipersembahkan oleh EVALUBE, Pelumas berteknologi yang berhasil mendapatkan kepercayaan sebagai merek paling direkomendasikan konsumen untuk pelumas motor.





10 Responses to “Periksa Accu dan Kiprok”

  1. CR7 says:

    nice tips broo..

  2. pendatang baru says:

    tambah ilmu satu

  3. Ciuniank Fhe says:

    Tengkiu buat sharing ilmunya, lanjutkan ..!!

  4. gan mo tanya tntang kelistrikan motor mio dun..

    mtor sya sen kiri klo dinyalain ko lampu depan nyala dua2ny tp kllo lampu belakang normal…
    trus sma lampu senja sya ko tak bisa nyala se…

    klo da yg ngerti jwb ya…

  5. manny says:

    Trims ilmunya…..buat yoedhi kemungkinan kabelnegatifnya yang perlu dicek

  6. Graciela says:

    Don’t you get cash to write up and post reviews on this blog? My apologies if you already discussed this question. I could have missed it. I have been bringing in $25-$50 each writing reviews on my personal blog to leave my daytime occupation. I also get compensated well to write a whole lot of different material. Hiring bloggers
    Let me know what you think. I’m out for the evening…

  7. irsal says:

    gan saya punya masalah dengan kelistrikan motor juga,sebelumnya memang accu saya sudah rusak karena cirinya elektrik stater tidak kuat ngangkat, jika gas tidak di mainkan lampu terang redup. akhirnya dua minggu yang lalu saya ganti accu, selama dua minggu berjalan tidak ada masalah elektrik stater berfungsi, lampu terang. tiba2 semalam kondisi motor kembali seperti sebelum ganti accu, elektrik stater tidak kuat angkat, lampu terang redup. mohon bantuannya kira2 apa yang mesti saya lakukan agar tidak salah diagnosa dari bengkel

  8. budi says:

    mau nanya…
    motor saya lampunya redup,klu mau bikin terang benderang gimana ya master

  9. ex says:

    Permisi numpang ilmuNya,motor saya Yamaha mio.
    tiba2 tidak mau starter paadahal aki saya pindah ke motor laen.normal.dan juga kiprok sudah saya ganti juga tetep.saya ukur pakai multitester teg sama seperti motor yg normal.mohon penjelasan solusinya

  10. Agus Purnomo says:

    tank bro






Leave a Reply


Foto Gila Minggu ini

Posted by Facebook Fan

Box Motor Yang Super Multi Fungsi

Moto Sport

Pembalap Yamaha Indonesia Podium 1 dan 2 Suzuka 4 Hours
Pembalap Yamaha Indonesia Podium 1 dan 2 Suzuka 4 Hours
July 27, 2014

Pencapaian ini menyempurnakan hasil hari sebelumnya dimana Team B Pasangan Sudarmono & Sigit PD sukses pole position, yang untuk pertama kalinya peserta non Jepang yang dapat meraihnya.

Immanuel, Sigit PD dan Sudarmono Siap Tarung Di Suzuka
Immanuel, Sigit PD dan Sudarmono Siap Tarung Di Suzuka
July 24, 2014

Setelah melewati edukasi cukup panjang, tiga pembalap Immanuel Pratna, Sigit PD dan Sudarmono bakal bekompetisi di Suzuka 4 Hours Endurance Race di sirkuit Suzuka pada 25-26 Juli mendatang.

Video News

Video CBR300R dan CB300F, Asyiik Buat Aktivitas Harian
Video CBR300R dan CB300F, Asyiik Buat Aktivitas Harian
July 17, 2014

Dalam video itu digambarkan bagaimana sepasang kekasih mengisi hari-harinya bersama CBR300R dan CB300F, mulai dari bersosialita hingga touring.

Facebook

Twitter

Tips

Pilih Ukuran Ban, Perhatikan Lebar Pelek Lo, Bro

Sayangnya, banyak pemotor yang nggak paham dalam memilih ban, khususnya soal ukuran. Misal, penggunaan ban besar tapi tak ditopang oleh pelek yang sesuai dan ubahan pada pembakaran dan gir nya.