News

Jangan Sepelekan Ban Motor Anda

March 19, 2010
Jangan Sepelekan Ban Motor Anda

Jangan Sepelekan Ban Motor Anda
Menyaksikan gelaran MotoGP dimana para pembalap motor dunia ini membuat motornya seolah menari di lantai dansa, tentu menjadi tontonan yang mengasikan sekaligus mengagumkan. Bagaimana tidak, bersama motor dengan bobot yang berat dan kapasitas mesin yang besar, mereka menikung tajam dan melesat kencang hingga kecepatan diatas 300 km/jam.
Selain kemampuan pembalapnya, hal ini tentunya tak lepas dari teknologi yang dikembangkan para insinyur jempolan demi keamanan dan kekuatan maksimal motor mereka. Tak pelak, motor mereka mampu ngacir dengan kecepatan super cepat dan mampu bertahan dengan kecepatan tinggi sejak awal hingga akhir balapan. Selain kekuatan dan teknologi mesin, banyak faktor lain yang menjadi pendukung keberhasilan mereka. Mulai dari rangka dan konstruksi bodi hingga ban yang mereka gunakan sebagai bagian akhir aliran luaran tenaga yang membawa motor itu melesat.
Karena itu, bagian yang disebut dengan ban merupakan salah satu bagian vital dari motor karena sebagai penopang bobot motor itu. Meredam getaran, halus saat melesat, daya cengkram yang baik dan tentu saja ketahanannya. Wajarlah jika dalam setiap sesi uji coba atau dalam balap MotoGP itu sendiri, ban menjadi bagian terpenting yang mendapat perhatian dari sang pembalap, karena mereka lah yang merasakan langsung dampak yang dihasilkan dari ban yang digunakan.
Dalam produksinya, beberapa bahan menjadi bagian dari proses pembuatan ban, seperti pigmen, zat-zat kimia dan sekitar 30 jenis karet berbeda serta benang-benang, kawat dan beragam zat lainnya. Masing-masing dari bagian ini memiliki peran yang berbeda.
Produk ban yang hadir di pasar dari setiap pabrikan jelas tak hanya sekedar buat, jadi, lalu jual. Ada unsur-unsur penting dan bahkan sangat penting sebelum produk tersebut dijual. Sebelum ban dijual, para insinyur produsen ban telah memperhitungkan setiap aspek, baik fungsi, manfaat, hingga hal-hal terkecil sekalipun.
Beberapa produsen ban membuat beragam jenis ban yang saat ini hadir dipasar dengan beragam fungsi dan tipe. Mulai dari Tubeless, Tube Type, Sport, Scooter, Racing dan Motocross dan beragam kegunaan lainnya. Kini perkembangan teknologi memicu produsen ban untuk membuat produknya lebih mantap digunakan, lebih lengket atau nge-grip baik di lintasan basah maupun kering bahka pada lintasan berpasir. Pasalnya banyak keluhan bikers yang sering terlontar pada produk ban adalah licinnya permukaan tapakan ban.
Bahkan untuk mendapatkan hasil yang maksimal, produsen ban mulai memanfaatkan teknologi Nitrogen (N2) saat proses curing atau pemanasan untuk mendapatkan kualitas kompon yang padat, merata dan kuat. Biasanya teknologi ini digunakan untuk pembuatan ban mobil. Namun seiring kebutuhan dan kesadaran para bikers akan keselamatan berkendara, para produsen pun mulai melirik teknologi ini.
Untuk menemukan hasil yang baik, beragam tes pun dilakukan untuk pembuktian hasil kerja dan kualitas ban dimaksud. Pasalnya banyak kasus kecelakaan fatal hingga mengakibatkan kematian karena masalah pada ban. Entah karena ban licin, pecah dan banyak kasus kecelakaan lain akibat ban. Karena itu, jangan anggap sepele masalah penggunaan dan perawatan ban motor anda.
Pada dasarnya ban terdiri dari empat bagian penting, seperti :
Tread Grooves atau struktur telapak pada Crown Region Area. Bagian ini berfungsi untuk mengalirkan air yang berada diantara ban dan permukaan jalan serta meminimalis efek pertambahan panas dari ban pada area crown.
Tyre cords (Carcass), merupakan lapisan dari lembaran kain ban berlapis keret yang merupakan pembentuk dari konstruksi ban. Karet yang melapisi kain ban tak hanya melindungi dari kerusakan luar tapi juga mencegah kerusakan yang ditimbulkan karena gesekan diantara kain ban. Bagian ini juga berfungsi sebagai penahan beban luar, goncangan, benturan dan tekanan angin dari dalam.
Inner Linner atau lapisan karet butyl yang melapisi keseluruhan bagian dalam dari ban tubeless. Bagian ini berfungsi seperti ban dalam, yang menahan tekanan angin pada ban tubeless.
Bead Wire atau cincin dari kawat karbon tinggi, yang berlapis karet dan terpasang pada keliling ban. Bagian ini menjamin pemasangan yang kokoh dari ban ke Rim.

Menyaksikan gelaran MotoGP dimana para pembalap motor dunia ini membuat motornya seolah menari di lantai dansa, tentu menjadi tontonan yang mengasikan sekaligus mengagumkan. Bagaimana tidak, bersama motor dengan bobot yang berat dan kapasitas mesin yang besar, mereka menikung tajam dan melesat kencang hingga kecepatan diatas 300 km/jam.

Selain kemampuan pembalapnya, hal ini tentunya tak lepas dari teknologi yang dikembangkan para insinyur jempolan demi keamanan dan kekuatan maksimal motor mereka. Tak pelak, motor mereka mampu ngacir dengan kecepatan super cepat dan mampu bertahan dengan kecepatan tinggi sejak awal hingga akhir balapan. Selain kekuatan dan teknologi mesin, banyak faktor lain yang menjadi pendukung keberhasilan mereka. Mulai dari rangka dan konstruksi bodi hingga ban yang mereka gunakan sebagai bagian akhir aliran luaran tenaga yang membawa motor itu melesat.

Karena itu, bagian yang disebut dengan ban merupakan salah satu bagian vital dari motor karena sebagai penopang bobot motor itu. Meredam getaran, halus saat melesat, daya cengkram yang baik dan tentu saja ketahanannya. Wajarlah jika dalam setiap sesi uji coba atau dalam balap MotoGP itu sendiri, ban menjadi bagian terpenting yang mendapat perhatian dari sang pembalap, karena mereka lah yang merasakan langsung dampak yang dihasilkan dari ban yang digunakan.

Dalam produksinya, beberapa bahan menjadi bagian dari proses pembuatan ban, seperti pigmen, zat-zat kimia dan sekitar 30 jenis karet berbeda serta benang-benang, kawat dan beragam zat lainnya. Masing-masing dari bagian ini memiliki peran yang berbeda.

Produk ban yang hadir di pasar dari setiap pabrikan jelas tak hanya sekedar buat, jadi, lalu jual. Ada unsur-unsur penting dan bahkan sangat penting sebelum produk tersebut dijual. Sebelum ban dijual, para insinyur produsen ban telah memperhitungkan setiap aspek, baik fungsi, manfaat, hingga hal-hal terkecil sekalipun.

Beberapa produsen ban membuat beragam jenis ban yang saat ini hadir dipasar dengan beragam fungsi dan tipe. Mulai dari Tubeless, Tube Type, Sport, Scooter, Racing dan Motocross dan beragam kegunaan lainnya. Kini perkembangan teknologi memicu produsen ban untuk membuat produknya lebih mantap digunakan, lebih lengket atau nge-grip baik di lintasan basah maupun kering bahka pada lintasan berpasir. Pasalnya banyak keluhan bikers yang sering terlontar pada produk ban adalah licinnya permukaan tapakan ban.

Bahkan untuk mendapatkan hasil yang maksimal, produsen ban mulai memanfaatkan teknologi Nitrogen (N2) saat proses curing atau pemanasan untuk mendapatkan kualitas kompon yang padat, merata dan kuat. Biasanya teknologi ini digunakan untuk pembuatan ban mobil. Namun seiring kebutuhan dan kesadaran para bikers akan keselamatan berkendara, para produsen pun mulai melirik teknologi ini.

Untuk menemukan hasil yang baik, beragam tes pun dilakukan untuk pembuktian hasil kerja dan kualitas ban dimaksud. Pasalnya banyak kasus kecelakaan fatal hingga mengakibatkan kematian karena masalah pada ban. Entah karena ban licin, pecah dan banyak kasus kecelakaan lain akibat ban. Karena itu, jangan anggap sepele masalah penggunaan dan perawatan ban motor anda.

Pada dasarnya ban terdiri dari empat bagian penting, seperti :

Tread Grooves atau struktur telapak pada Crown Region Area. Bagian ini berfungsi untuk mengalirkan air yang berada diantara ban dan permukaan jalan serta meminimalis efek pertambahan panas dari ban pada area crown.

Tyre cords (Carcass), merupakan lapisan dari lembaran kain ban berlapis keret yang merupakan pembentuk dari konstruksi ban. Karet yang melapisi kain ban tak hanya melindungi dari kerusakan luar tapi juga mencegah kerusakan yang ditimbulkan karena gesekan diantara kain ban. Bagian ini juga berfungsi sebagai penahan beban luar, goncangan, benturan dan tekanan angin dari dalam.

Inner Linner atau lapisan karet butyl yang melapisi keseluruhan bagian dalam dari ban tubeless. Bagian ini berfungsi seperti ban dalam, yang menahan tekanan angin pada ban tubeless.

Bead Wire atau cincin dari kawat karbon tinggi, yang berlapis karet dan terpasang pada keliling ban. Bagian ini menjamin pemasangan yang kokoh dari ban ke Rim.

#Rubrik ini dipersembahkan oleh EVALUBE, Pelumas berteknologi yang berhasil mendapatkan kepercayaan sebagai merek paling direkomendasikan konsumen untuk pelumas motor.



Foto Gila Minggu ini

Posted by Fuad Arsyadi Gendut via FB fans page

Motor berbahan bakar nasi nih bro..

Moto Sport

Pasukan Honda Siap Ukir Prestasi di Arena Balap Nasional
Pasukan Honda Siap Ukir Prestasi di Arena Balap Nasional
February 5, 2012

Dukungan terhadap tim yang tahun lalu hanya 20 tim, tahun ini meningkat menjadi 26 tim. Sebanyak 7 tim akan berlaga di Indoprix dan 19 tim di Motoprix.

Yamaha Gaet Sponsor Baru MotoGP Musim 2012
Yamaha Gaet Sponsor Baru MotoGP Musim 2012
February 3, 2012

Seperti dilansir dari laman Crash.net akhir Januari lalu, Yamaha secara resmi mengumumkan penandatanganan kerjasama dengan JX Nippon Oil & Energy Corporation (Eneos) pada musim balap MotoGP 2012.

Video News

V-Max Jadi Tunggangan Ghost Rider
V-Max Jadi Tunggangan Ghost Rider
January 20, 2012

Dalam film ini, Jhonny Blaze alias Ghost Rider yang berujuang untuk melepaskan kutukan dan menyelamatkan putranya yang dibawa oleh iblis, kini tak lagi menggunakan motor Harley-Davidson, tapi menggunakan Yamaha V-Max.

Facebook

Twitter

Tips

Ganti Oli Transmisi Matik Biar Gearbox Jadi Lebih Awet

Layaknya motor lainnya, motor matik juga punya gearbox walaupun enggak serumit motor manual. Nah bagian ini tentunya membutuhkan perawatan dengan cara mengganti oli transmisi secara berkala.

Substitusi Kampas Rem Depan Kymco

Para pecinta motor asal Taiwan, Kymco, mengaku bahwa mereka adalah kumpulan orang yang “kurang waras”. Pasalnya, meski tak mendapat dukungan dari ATPM tapi mereka masih tetap setia dengan Kymco.

Cara Pasang Bracket Box di Byson

Seperti beberapa motor lainnya, Yamaha Byson memiliki keterbatasan ruang penyimpanan barang bawaan. Untuk sebagian orang, kondisi ini disiasati dengan memasangkan box di bagian belakang Byson.