Begundal. Mungkin itulah yang terbesit di kepala tentang pemilik motor ini saat melihat sosok Suzuki Thunder 250 lansiran 2005. Motor ini dirombak bergaya Street Fighter European Style. Namun saat pemilik disandingkan dengan motor nya, jelas merupakan dua karakter yang sangat berbeda.
Adalah Puji Utomo, sang pemilik Thunder Street Fighter ini. Lelaki kelahiran 24 Maret 1982 ini merupakan jobolan Pondok Pesantren Ciganjur milik almarhum KH. Abdurrahman Wahid. Wahh.. wahh.. wahhh.. semoga sang pemilik tidak seperti motornya, “Begundal”.
Merasa kasihan saat motornya teronggok selama 4 tahun dan seolah tak ada lagi orang yang perduli dengan motor itu, akhirnya Puji berpikir untuk mengubah tampilan Thunder ini agar terlihat sangar namun tetap sopan. Maklum yang punya kan calon Kyai, jadi kudu mencerminkan perilaku yang baik.
Pengerjaan modifikasi Thunder 250 dipercayakan kepada Lusep Sugiharto dari Kahanan Motor. “Saya serahkan semua ke mas Lusep, saya lihat dia memang tak seperti yang “di sana” ”. Walah, siapa tuh yang di sana?
Puji merasa cukup puas dengan hasil gubahan motornya seperti sekarang. “Bagus, gak sia-sia ngeluarin duit buat si Thunder,” kata calon Kyai.
Rangka Dan Bodi
Untuk rangka tak banyak mengubah bawaan asli Thunder 250. “Sebisa mungkin rangka saya tak mau acak-acak, biar saja pada bentuk aslinya,” kata Lusep.
Sementara delta box memanfaatkan plat galvanis 0.8 mm, termasuk pada bodi yang menggunakan plat yang sama.
Knalpot
Untuk saluran gas buang, Lusep mendesain layaknya potongan bambu runcing dengan dua pipa yang dipotong miring. “Bentuk ini agar menyesuaikan dengan tampilan motor , knalpot yang asli disimpan, siapa tau nanti mau dipake lagi.”
Mesin
Bagian ini boleh dibilang yang tak mendapat sentuhan sama-sekali. Mesin dibiarkan dalam kondisi standar, hanya mengaplikasikan CDI Mio TDR. “Itu pun karena CDI yang lama sudah jebol karena kelamaan gak dipake, kepanasan, kehujanan dan embun malam.”
Namun demikian, motor ini masih cukup bertenaga untuk berlari pada kecepatan tinggi. Hanya saja saat mulai jalan mesin agak kurang responsif, maklum bobot makin berat tapi mesin standar.
Kaki-kaki dan Roda
pada bagian ini, boleh dikatakan sebagiannya banyak mencomot dari motor lain. Velg mencomot milik Aprilia RS 250 dengan ban Pirelli Diablo. Depan menggunakan ukuran 110/60-17 dan belakang menggunakan ukuran 180/70-17.
Untuk lengan ayun, dicustom menyesuaikan model motor dan ukuran ban yang membengkak. Untuk mempercantik tampilan, lampu belakang ditambahkan di kolong bodi dekat mono shock. Selain itu pada foot step belakang juga dicangkokan lampu sain.
Kalau shock depan masih mengaplikasi bawaan Thunder 250, hanya saja penambahan lapisan plat agar terlihat lebih besar. Sementara untuk stang menggunakan Renthal.
Penulis/Foto : Jay
Berita terkait:
Sensasi Matik Yamaha Sasar Pesisir Pedesaan
Test Ride Pulsar Berhadiah Mobil, Motor dan iPad
TVS Motor Community Jabar Kunjungi Pabrik TVS
Dalam waktu yang bersamaan, dua pebalap itu teringat insiden yang membuat mereka terjatuh karena kesalahan Rossi saat menyusul Stoner. Rossi terjatuh karena kehilangan grip ban nya dan menghajar motor Stoner yang berada di sebelah luar nya.
Sejak 2002 lalu, dia tak pernah berdiri di podium di setiap balapan basah sampai akhirnya dia berhasil menempati posisi ketiga di GP Indianapolis pada 2008. Akhirnya dia berhasil meraih kemenangan pertamanya di balapan basah pada 2011 tahun lalu di Jerez.
Dalam film ini, Jhonny Blaze alias Ghost Rider yang berujuang untuk melepaskan kutukan dan menyelamatkan putranya yang dibawa oleh iblis, kini tak lagi menggunakan motor Harley-Davidson, tapi menggunakan Yamaha V-Max.
Beberapa pengendara motora mungkin merasa nyaman dengan setingan putaran (rpm) mesin rendah. Alasannya sih klasik, agar mesin terdengar halus atau biar gak boros bahan bakar.
Part pendongkrak performa khusus skutik-skutik keluaran Kymco bisa dipastikan jarang ada di pasaran. Tapi bukan berarti pengendara skutik asal Taiwan tersebut harus pasrah.
Biasanya pemilik motor tersebut akan mengubah bagian yang kurang nyaman tersebut. Kali ini masalah yang membuat kurang nyaman adalah masalah riding position.
sangarrrrr broo.. xD
pasti yg disebut ‘disana’ yg psyko2an gitu yah bengkelnya hahaha
mantab…thunder 250.,.bru body blm lari nya.,,,!!
halus pengerjaannya…cuma buat ogut masih terlihat terlalu rame dengan corak catnya, mengurangi kesan sangarnya…dibuat 1 warna yang dominan atau kalo mau 2 warna tapi hanya sebagai pemanis saja..
bisa dishare biaya modifnya ga bro…?
waw…mau dong dibonceng calon kiai :p
Mangstafff sekali…..
kren…. “saran cat bgusnya warna polos aja” kesannya elegan terkesan lebih rapi juga^^, btw habis brapa biaya pengerjaannya bro?
Sandrego gaan.. Cuma terlalu rame warnanya, bener kata bro Big Broga, maksimal dua warna lah, biar terlihat lebih elegan..
wah jd jg tuh motor..
Keren euy..
menurut gw ciri euro fighter yah emg hrs brani main warna kontras. sedikit saran, kayanya mesin wajib di cat gelap/powder coating. kurang match sm warna mesin chrome T250..
gw setuju ma yg laen bagian warna mang norak abis, kesannya modifan jawa bgt, oy tambhan broo.. pake fairing samping, seakan2 motor lo berat.. mau tau kelemahan motor street, coba liat bagian sebelah kiri pandang lama2 pasti lu merasa ada yg kurang..!pelajari…
F*ckin’ awesome things here. I’m very glad to see your article. Thanks a lot and i am looking forward to contact you. Will you please drop me a mail?
This can be what I am seeking. This I refer to valuable. The knowledge provided in this article should be to the most. I would like say you will need spent it slow in setting each one of these material jointly. They are match with your product. I shall endorse these to everyone and all my friends. I shall get back here to try out how much give good results. Appreciation for generating these happen.
sangar bro tapi dasar begundal yah tampilannya harus begitu,juga saya juga punya hampir satu aliran malah multi sparepart .top abieeez bro
gua kagak ada koment.
ini motor atau odong2?? rame banget