“Semua kerusakan, oli, bensin dan segala kebutuhan motor kamu yang tanggung.” Itulah kalimat yang keluar saat dirinya dipinjamkan motor sebagai fasilitas kantor dari tempatnya bekerja. Merasa berat dan tak rela jika harus mengeluarkan uang untuk kebutuhan itu, H. Sofyan Ibrahim yang dulu bekerja sebagai marketing perusahaan busana impor di Glodok, Jakarta Utara, harus menjaga kondisi motor yang dipinjamkan kantornya sebagai alat transportasi dirinya bekerja.
Hampir setiap hari dirinya lebih banyak berada di jalan bersama motornya menuju satu tempat ke tempat lain. Karena itu, dia berfikir motornya harus selalu dalam kondisi prima.
“Saya lebih sering berada dijalanan menuju satu tempat ke tempat lain. Kadang saya harus pergi dari Glodok ke Blok M, Jatinegara dan pusat-pusat perbelanjaan lain. Namanya marketing, setiap hari harus banyak nemuin klien, kadang bawa motornya ngebut biar bisa kejar target. Bahkan dari Mangga Dua sampai Blok M pernah saya tempuh hanya dalam waktu 10 menit, karena tahun 70-an jalan masih sepi.”
Karena keseringan bersama motornya ketimbang keluarganya, timbulah rasa sayang pada tunggangannya itu, Honda CB 70. Hingga akhirnyan terbersit dalam hatinya untuk memiliki motor sendiri.
Seringnya bertemu klien dari luar negeri, akhirnya H. Sofyan memutuskan untuk membuka toko sendiri di Aldiron Plaza, Blok M. Seiring berkembangnya bisnis busana impor yang digelutinya, H. Sofya bisa memberli motor sendiri. Harley Davidson, adalah motor pertama yang dibeli dari uang hasil jerih payahnya.
Namun saat krisis tahun 98, usahanya tutup dan seluruh asetnya dijual untuk membayar hutang luar negeri. Di tahun 1999 dirinya mencoba bermain di bisnis motor ex-Singapore. Motor-motor bekas Singapore dikirim ke Indonesia dengan sistem pretelan dan sampai Indonesia dirakit kembali lalu dipasarkan.
“Antara tahun 1999 sampai 2000 saya masukan motor eks Singapore yang saya beli seharga Rp 500 ribu sampai Rp 3 juta. Di Indonesia harganya 4 sampai 5 kali lipat harga beli. Dari situlah saya keranjingan karena untung yang besar,” papar lelaki dua anak ini.
Namun seiring berkembangnya bisnis motor eks Singapore yang dijalaninya, motor-motor bodong (tanpa surat) dari Singapore bak jamur di musim hujan. Hal ini menimbulkan kecurigaan pihak kepolisian. “Karena makin banyak motor-motor tanpa surat di jalanan, polisi mulai mencari sumbernya, dan saya pernah di jadi daftar pencarian orang karena bisnis ilegal ini. Akhirnya saya berhenti, dari pada dipenjara.” Papar lelaki ramah ini sambil tertawa.
Karena relasi internasional yang luas, akhirnya H. Sofyan mencoba kembali membuka rental motor di Bali. Tak kurang dari 20 unit motor disediakan bagi turis yang ingin menyewa motor. Mulai dari motor Jepang hingga Eropa. Namun naas, tahun 2002 dan 2005, ulah teroris mencoreng nama Indonesia di mata dunia. Tragedi bom Bali membuat investor takut untuk berbisnis di Bali.
Seiring tutupnya usaha rental yang dijalaninya di Bali, seluruh motor hasil kerjasama dengan pihak asing di beli dan diboyong ke Jakarta. Dan pada 2003 lahirlah show room motor CBU yang lengkap dengan surat di bilangan arteri Pondok Indah, Jakarta-Selatan, Hobby Motor.
Kesuksesan nya ini tak lepas dari perkataan seorang teman, “bahwa kalau mau kaya deketin tuh gudang duit, pasti bakal banyak duit.”
Lama dirinya mencari makna dari ucapan temannya itu, hingga lelaki kelahiran Bukit Tinggi, 24 November 1952 ini menemukan jawaban yang dia pikir sebelumnya adalah merampok. “Lama saya memikirkan maksud perkataan teman saya, sapikir merampok, abis disuruh deketin gudang duit. Ternyata mendekat dan bermainlah di kawasan tempat banyak orang berbisnis. Karena ditempat ini kita akan menemukan banyak peluang usaha dan orang-orang berduit dari berbagai negara.” Jelasnya.
Berita terkait:
Sensasi Matik Yamaha Sasar Pesisir Pedesaan
Test Ride Pulsar Berhadiah Mobil, Motor dan iPad
TVS Motor Community Jabar Kunjungi Pabrik TVS
Dalam waktu yang bersamaan, dua pebalap itu teringat insiden yang membuat mereka terjatuh karena kesalahan Rossi saat menyusul Stoner. Rossi terjatuh karena kehilangan grip ban nya dan menghajar motor Stoner yang berada di sebelah luar nya.
Sejak 2002 lalu, dia tak pernah berdiri di podium di setiap balapan basah sampai akhirnya dia berhasil menempati posisi ketiga di GP Indianapolis pada 2008. Akhirnya dia berhasil meraih kemenangan pertamanya di balapan basah pada 2011 tahun lalu di Jerez.
Dalam film ini, Jhonny Blaze alias Ghost Rider yang berujuang untuk melepaskan kutukan dan menyelamatkan putranya yang dibawa oleh iblis, kini tak lagi menggunakan motor Harley-Davidson, tapi menggunakan Yamaha V-Max.
Beberapa pengendara motora mungkin merasa nyaman dengan setingan putaran (rpm) mesin rendah. Alasannya sih klasik, agar mesin terdengar halus atau biar gak boros bahan bakar.
Part pendongkrak performa khusus skutik-skutik keluaran Kymco bisa dipastikan jarang ada di pasaran. Tapi bukan berarti pengendara skutik asal Taiwan tersebut harus pasrah.
Biasanya pemilik motor tersebut akan mengubah bagian yang kurang nyaman tersebut. Kali ini masalah yang membuat kurang nyaman adalah masalah riding position.
Wadohhh keren amat motornya…..
pak haji bagi satu donk motornyee.. hehehee..
Sandrego Pak Haji… Saluut. dari jualan baju sampe Motor CBU..
oh…..pak haji soib…….ini toh orangnya…
klu nak berhasil tu yo panuah perjuangan yo tuak…
salut awak samo tuak… mudah2an awak bisa lo gigiah dan berhasil mode datuak…
ga perlu ndeketin gudang duit sebenernya buat jadi kaya,dimanapun asal bsia membaca peluang dan kerja keras pasti bisa sukses,kalo perlu kita bikin gudang duit sendiri buat orang2 yang butuh duit,hehehe…tapi salut om…ga menyerah adalah cara terbaik meraih kesuksesan
Salut buek pak haji….
sukses juo untuak urang minang kasadoalahenyo.
Loved it, thanks.
gr2 cb 70 jadi jatuh cintrong ama motor ajibb laah pak aji