Bikers

H. Sofyan Ibrahim : Diuber-uber Polisi

February 24, 2010
H. Sofyan Ibrahim : Diuber-uber Polisi

“Semua kerusakan, oli, bensin dan segala kebutuhan motor kamu yang tanggung.” Itulah kalimat yang keluar saat dirinya dipinjamkan motor sebagai fasilitas kantor dari tempatnya bekerja. Merasa berat dan tak rela jika harus mengeluarkan uang untuk kebutuhan itu, H. Sofyan Ibrahim yang dulu bekerja sebagai marketing perusahaan busana impor di Glodok, Jakarta Utara, harus menjaga kondisi motor yang dipinjamkan kantornya sebagai alat transportasi dirinya bekerja.

Hampir setiap hari dirinya lebih banyak berada di jalan bersama motornya menuju satu tempat ke tempat lain. Karena itu, dia berfikir motornya harus selalu dalam kondisi prima.

“Saya lebih sering berada dijalanan menuju satu tempat ke tempat lain. Kadang saya harus pergi dari Glodok ke Blok M, Jatinegara dan pusat-pusat perbelanjaan lain. Namanya marketing, setiap hari harus banyak nemuin klien, kadang bawa motornya ngebut biar bisa kejar target. Bahkan dari Mangga Dua sampai Blok M pernah saya tempuh hanya dalam waktu 10 menit, karena tahun 70-an jalan masih sepi.”

Karena keseringan bersama motornya ketimbang keluarganya, timbulah rasa sayang pada tunggangannya itu, Honda CB 70. Hingga akhirnyan terbersit dalam hatinya untuk memiliki motor sendiri.

Seringnya bertemu klien dari luar negeri, akhirnya H. Sofyan memutuskan untuk membuka toko sendiri di Aldiron Plaza, Blok M. Seiring berkembangnya bisnis busana impor yang digelutinya, H. Sofya bisa memberli motor sendiri. Harley Davidson, adalah motor pertama yang dibeli dari uang hasil jerih payahnya.

Namun saat krisis tahun 98, usahanya tutup dan seluruh asetnya dijual untuk membayar hutang luar negeri. Di tahun 1999 dirinya mencoba bermain di bisnis motor ex-Singapore. Motor-motor bekas Singapore dikirim ke Indonesia dengan sistem pretelan dan sampai Indonesia dirakit kembali lalu dipasarkan.

“Antara tahun 1999 sampai 2000 saya masukan motor eks Singapore yang saya beli seharga Rp 500 ribu sampai Rp 3 juta. Di Indonesia harganya 4 sampai 5 kali lipat harga beli. Dari situlah saya keranjingan karena untung yang besar,” papar lelaki dua anak ini.

Namun seiring berkembangnya bisnis motor eks Singapore yang dijalaninya, motor-motor bodong (tanpa surat) dari Singapore bak jamur di musim hujan. Hal ini menimbulkan kecurigaan pihak kepolisian. “Karena makin banyak motor-motor tanpa surat di jalanan, polisi mulai mencari sumbernya, dan saya pernah di jadi daftar pencarian orang karena bisnis ilegal ini. Akhirnya saya berhenti, dari pada dipenjara.” Papar lelaki ramah ini sambil tertawa.

Karena relasi internasional yang luas, akhirnya H. Sofyan mencoba kembali membuka rental motor di Bali. Tak kurang dari 20 unit motor disediakan bagi turis yang ingin menyewa motor. Mulai dari motor Jepang hingga Eropa. Namun naas, tahun 2002 dan 2005, ulah teroris mencoreng nama Indonesia di mata dunia. Tragedi bom Bali  membuat investor takut untuk berbisnis di Bali.

Seiring tutupnya usaha rental yang dijalaninya di Bali, seluruh motor hasil kerjasama dengan pihak asing di beli dan diboyong ke Jakarta. Dan pada 2003 lahirlah show room motor CBU yang lengkap dengan surat di bilangan arteri Pondok Indah, Jakarta-Selatan, Hobby Motor.

Kesuksesan nya ini tak lepas dari perkataan seorang teman, “bahwa kalau mau kaya deketin tuh gudang duit, pasti bakal banyak duit.”

Lama dirinya mencari makna dari ucapan temannya itu, hingga lelaki kelahiran Bukit Tinggi, 24 November 1952 ini menemukan jawaban yang dia pikir sebelumnya adalah merampok. “Lama saya memikirkan maksud perkataan teman saya, sapikir merampok, abis disuruh deketin gudang duit. Ternyata mendekat dan bermainlah di kawasan tempat banyak orang berbisnis. Karena ditempat ini kita akan menemukan banyak peluang usaha dan orang-orang berduit dari berbagai negara.” Jelasnya.



Berita terkait:

  1. Sadis.. Hobby Motor Tambah 10 Show Room
  2. Rombongan Media Fun Touring Xeon Dirazia Polisi
  3. Motor Mini Hadiah Untuk Si Buah Hati
  4. Hobby Motor : Wajib Berbahasa Indonesia
  5. Pilih Bengkel Umum Atau Bengkel Resmi



9 Responses to “H. Sofyan Ibrahim : Diuber-uber Polisi”

  1. Wadohhh keren amat motornya…..

  2. Cesar says:

    pak haji bagi satu donk motornyee.. hehehee..

  3. jayadi says:

    Sandrego Pak Haji… Saluut. dari jualan baju sampe Motor CBU..

  4. david says:

    oh…..pak haji soib…….ini toh orangnya…

  5. buyud says:

    klu nak berhasil tu yo panuah perjuangan yo tuak…
    salut awak samo tuak… mudah2an awak bisa lo gigiah dan berhasil mode datuak…

  6. cahya sn says:

    ga perlu ndeketin gudang duit sebenernya buat jadi kaya,dimanapun asal bsia membaca peluang dan kerja keras pasti bisa sukses,kalo perlu kita bikin gudang duit sendiri buat orang2 yang butuh duit,hehehe…tapi salut om…ga menyerah adalah cara terbaik meraih kesuksesan

  7. Irfan says:

    Salut buek pak haji….
    sukses juo untuak urang minang kasadoalahenyo.

  8. sapiperah says:

    gr2 cb 70 jadi jatuh cintrong ama motor ajibb laah pak aji






Leave a Reply


Foto Gila Minggu ini

Posted by Fuad Arsyadi Gendut via FB fans page

Motor berbahan bakar nasi nih bro..

Moto Sport

Stoner Tunggu Kedatangan Si Kecil
Stoner Tunggu Kedatangan Si Kecil
February 6, 2012

Diakui Stoner, sejauh ini hasil dan kinerja motornya sudah cukup positif, dan mereka hanya perlu menunggu dan melihat apa yang mereka miliki pada tes berikutnya.

Pasukan Honda Siap Ukir Prestasi di Arena Balap Nasional
Pasukan Honda Siap Ukir Prestasi di Arena Balap Nasional
February 5, 2012

Dukungan terhadap tim yang tahun lalu hanya 20 tim, tahun ini meningkat menjadi 26 tim. Sebanyak 7 tim akan berlaga di Indoprix dan 19 tim di Motoprix.

Video News

V-Max Jadi Tunggangan Ghost Rider
V-Max Jadi Tunggangan Ghost Rider
January 20, 2012

Dalam film ini, Jhonny Blaze alias Ghost Rider yang berujuang untuk melepaskan kutukan dan menyelamatkan putranya yang dibawa oleh iblis, kini tak lagi menggunakan motor Harley-Davidson, tapi menggunakan Yamaha V-Max.

Facebook

Twitter

Tips

Ganti Oli Transmisi Matik Biar Gearbox Jadi Lebih Awet

Layaknya motor lainnya, motor matik juga punya gearbox walaupun enggak serumit motor manual. Nah bagian ini tentunya membutuhkan perawatan dengan cara mengganti oli transmisi secara berkala.

Substitusi Kampas Rem Depan Kymco

Para pecinta motor asal Taiwan, Kymco, mengaku bahwa mereka adalah kumpulan orang yang “kurang waras”. Pasalnya, meski tak mendapat dukungan dari ATPM tapi mereka masih tetap setia dengan Kymco.

Cara Pasang Bracket Box di Byson

Seperti beberapa motor lainnya, Yamaha Byson memiliki keterbatasan ruang penyimpanan barang bawaan. Untuk sebagian orang, kondisi ini disiasati dengan memasangkan box di bagian belakang Byson.