Bikers

BMW R50S, Cinta Pertama Sang Calon Arsitek

January 7, 2010
BMW R50S, Cinta Pertama Sang Calon Arsitek

Ketika sesuatu yang baru hadir, yang lama lambat laun akan terlupa, hilang dan lenyap selamanya. Namun tak seperti itu yang terjadi pada sosok sepeda motor asal Jerman ini. keberadaan generasi terdahulu yang perlahan mulai meredup, coba dihidupkan kembali oleh seorang yang jatuh hati pada BMW sejak duduk di bangku Sekolah Dasar.


Speechless alias gagu, itulah kesan pertama yang timbul saat wartawan Gila Motor memasuki garasi dan ruang tamu rumah Soeharno. Gimana enggak, kilauan cat dari puluhan motor BMW klasik yang ia koleksi langsung nyolok ke mata. Boleh dibilang varian motor BMW yang Soeharno koleksi belum lah lengkap, tapi barisan motor yang tertata rapi di garasi dan ruang tamu rumahnya cukuplah menggambarkan kecintaannya pada produk berlogo baling-baling pesawat ini.

Kecintaannya pada motor BMW dimulai ketika Soeharno masih duduk di bangku sekolah dasar. Saat itu ia melihat sesosok motor lewat dipelataran rumahnya dengan suara halus namun bisa lari kencang. Tapi bukan itu yang bikin Soeharno terpesona. Saat ia ingat kembali sosok motor yang melintas, tak ada rantai yang menghubungkan mesin dengan roda belakang. ”Motor apaan nih? Pasti motor mahal” kalimat inilah yang muncul mengisi hati dan otaknya. Dan hal itu pula lah awal Soeharno jatuh cinta.

BMW R50S 3

BMW R50S 3

Lelaki berusia 61 tahun yang tak menyelesaikan pendidikan nya sebagai arsitek di Universitas Trisakti ini, akhirnya mampu mewujudkan mimpinya untuk memiliki motor BMW pada tahun 1997. Adalah BMW R50S 500cc keluaran tahun 1961 yang akhirnya menjadi persinggahan hatinya. Kuda besi berlambang baling-baling pesawat ini dibelinya dari seorang teman seharga 7.5 juta perak.

BMW R50S yang merupakan model small sports BMW hadir untuk melengkapi generasi BMW bermesin Boxer. Sepeda motor Bayerische Motoren Werke atau BMW tua ini memberi kebanggaan tersendiri bagi dirinya, berbagai muatan sejarah panjang terpampang pada setiap jengkal motor ini.

Pada tahun 1923-1973 atau rentang waktu 50 tahun, perusahaan BMW, Jerman, memproduksi sepeda motor. Jenis pertamanya adalah R-32 antara tahun 1923 sampai 1926 dan terakhir R75/5 tahun 1969 hingga 1973.

Motor BMW diproyeksikan sebagai motor yang kuat dan berteknologi tinggi, namun bandrol harganya tetap terjangkau oleh masyarakat. Motor itu juga dirancang untuk bisa menjelajah hutan belantara, ladang salju, hingga melibas lintasan balap motor.

Kehadiran motor BMW di Indonesia dimulai pada era 1950-an, ribuan motor BMW mulai membanjiri tanah nusantara. Hadirnya BMW di Indonesia saat itu hanya terjadi pada dua cara. Pertama melalui jalur pemerintahan. Jalur ini hanya mengizinkan BMW dimiliki oleh perwira tentara ketika itu.

Jalur kedua, melalui swasta dengan membangun tempat pameran dan pemesanan. Yang paling banyak masuk Indonesia adalah motor BMW satu silinder 249 cc, yaitu R-25, R26, dan R/27.

Kini motor-motor BMW menjadi obyek buruan para kolektor. Bukan hanya karena nilai sejarah yang dimilikinya, duitnya juga gede bro. Bayangin, motor keluaran 1961 yang dibeli seharga 7.5 juta pada tahun 97 silam, sekarang bisa mencapai 200 jutaan. Mau.?



Berita terkait:

  1. 1000 Pembeli Pertama Honda Blade, Gratis Bensin 1 Tahun
  2. Achmad Jayadi : Cinta Mati Sama Ninja
  3. Akhir Kisah Cinta Rossi dan M1
  4. In Memoriam : Shoya Tomizawa Sang Samurai Muda
  5. Sketsa KTM, ‘Sang Motorkross Masa Depan’



3 Responses to “BMW R50S, Cinta Pertama Sang Calon Arsitek”

  1. [...] lain adalah untuk mencari info seputar dunia otomotif sekaligus juga menjalin persaudaraan sesame bikers. Bro yang mengaku lelaki tulen namun blm punya gandengan alias masih jomblo ini,  hobi banget dalam [...]

  2. Dude this blog rules i cant believe i finally found what i was looking for, thanks bro.

  3. bachrul effendi says:

    sy juga ada R50S..






Leave a Reply


Foto Gila Minggu ini

Posted by Ferry Mangunsong via FB fans page

Wadooohh.. Ada Herri Saputer.. (Sapu Terbang)

Moto Sport

Alasan Stoner Pensiun Dari MotoGP
Alasan Stoner Pensiun Dari MotoGP
May 18, 2012

Stoner yang semula membantah rumor bahwa dia akan mengakhiri karirnya di MotoGP di akhir musim 2012, akhirnya hal itu diakuinya. Juara dunia MtoGP dua kali itu merasa bahwa MotoGP sudah banyak berubah dan dia sudah tak bisa menikmatinya lagi seperti musim-musim sebelumnya.

L.A Lights Road Race Seri 1 Majalengka: Sirkuit Merana, Chupenk Tetap Juara
L.A Lights Road Race Seri 1 Majalengka: Sirkuit Merana, Chupenk Tetap Juara
May 15, 2012

Montesz Sport Club (MSC) selaku penyandang klub even dari Pengda IMI Jawa Barat kembali menggelar hajatan balapan di sirkuit GGM Majalengka, Jawa barat.

Video News

V-Max Jadi Tunggangan Ghost Rider
V-Max Jadi Tunggangan Ghost Rider
January 20, 2012

Dalam film ini, Jhonny Blaze alias Ghost Rider yang berujuang untuk melepaskan kutukan dan menyelamatkan putranya yang dibawa oleh iblis, kini tak lagi menggunakan motor Harley-Davidson, tapi menggunakan Yamaha V-Max.

Facebook

Twitter

Tips

Stasioner Kekecilan Bikin Pelumasan Enggak Sempurna

Beberapa pengendara motora mungkin merasa nyaman dengan setingan putaran (rpm) mesin rendah. Alasannya sih klasik, agar mesin terdengar halus atau biar gak boros bahan bakar.

Pakai Roller BeAT di Kymco Bikin Tarikan Makin Asik

Part pendongkrak performa khusus skutik-skutik keluaran Kymco bisa dipastikan jarang ada di pasaran. Tapi bukan berarti pengendara skutik asal Taiwan tersebut harus pasrah.

Ganti Stang Bajaj Pulsar

Biasanya pemilik motor tersebut akan mengubah bagian yang kurang nyaman tersebut. Kali ini masalah yang membuat kurang nyaman adalah masalah riding position.