Andai saja performa Casey Stoner di tiga seri terakhir terlihat sejak awal musim ini, mungkin gelar juara bakal lebih mesra kepada pembalap Ducati ini. Lihat saja, dari tiga seri terakhir, ia dua kali juara seri, dan sekali runner up, dan semua itu diraihnya setelah harus absen sebulan lebih karena diagnosa penyakit misterius berujung lelah.
Andai saja tuh penyakit munculnya pas di awal-awal musim, mungkin duel peluang juara bisa semakin ramai dengan Stoner. Well, apapun itu, raihan Stoner memang sudah membuat atensi para pecinta MotoGP beralih sebentar dari ketatnya Rossi menangani tandemnya, Lorenzo. Si juara MotoGP 2007 ini kembali pada karakter aslinya.
Runner up di Portugal dan memenangi seri Australia dan Malaysia memperlihatkan bahwa pembalap Australia itu masih punya sesuatu. Pada latihan bebas perdana MotoGP di Valencia, pembalap 23 tahun itu berhasil jadi yang tercepat, mengungguli Jorge Lorenzo, Dani Pedrosa dan Valentino Rossi.
Keberhasilan tersebut mampu dipertahankan pembalap Australia itu setelah dia kembali mengukuhkan diri menjadi yang tercepat di free practice II. Dengan waktu terbaiknya berada di satu menit 32,819 detik, juara dunia 2007 berhasil mengalahkan Dani Pedrosa yang menguntit tepat di belakangnya. Pembalap Honda asal Spanyol itu mencatat waktu tercepatnya di angka satu menit 32,987 detik.
Performa ini tentu bisa menjadi alasan kuat bagi Stoner untuk meraih posisi akhir klasemen yang lebih baik. So, jelang GP terakhir di Valencia 8 November lusa. Stoner target kudu menang di GP tersebut. Harapannya perolehan poinnya cukup untuk meraih peringkat dua dunia 2009.
“Mengingat saya sudah menjalani tiga balap, bisa duduk di peringkat dua adalah hal yang luar biasa. Tapi yang jelas musim ini kami hanya akan mencoba memenangi lomba,” kata Stoner pada FOX News, Jumat 6 November 2009.
Namun itu nggak gampang, Lorenzo pastinya nggak mau kegagalannya meredam Rossi pada musim ini malah melorotkan posisinya. Por Fuera tentu bakal menjaga prestis sebagai runner up musim ini. Lorenzo saat ini memiliki 245 poin, sedangkan Stoner memiliki 220 poin. Untuk bisa mengejar angka Lorenzo, Stoner harus finish pertama di GP Valencia.
Itupun jika Lorenzo hanya finish di peringkat 16 atau sama sekali tidak bisa menyelesaikan lomba. Sebab, finish di posisi 15 pun Lorenzo akan mendapat tambahan satu poin. Rada berat memang, namun pastinya Stoner bener-bener siap berapi-api di Valencia nanti. Bakal seru!
Berita terkait:
APP KTM Milan, Baksos On the Street
KTM Milan Selesaikan Etape Pertama Touring de Jabar
KTM Milan dan Paris Tour de Jabar
Stoner yang semula membantah rumor bahwa dia akan mengakhiri karirnya di MotoGP di akhir musim 2012, akhirnya hal itu diakuinya. Juara dunia MtoGP dua kali itu merasa bahwa MotoGP sudah banyak berubah dan dia sudah tak bisa menikmatinya lagi seperti musim-musim sebelumnya.
Montesz Sport Club (MSC) selaku penyandang klub even dari Pengda IMI Jawa Barat kembali menggelar hajatan balapan di sirkuit GGM Majalengka, Jawa barat.
Dalam film ini, Jhonny Blaze alias Ghost Rider yang berujuang untuk melepaskan kutukan dan menyelamatkan putranya yang dibawa oleh iblis, kini tak lagi menggunakan motor Harley-Davidson, tapi menggunakan Yamaha V-Max.
Beberapa pengendara motora mungkin merasa nyaman dengan setingan putaran (rpm) mesin rendah. Alasannya sih klasik, agar mesin terdengar halus atau biar gak boros bahan bakar.
Part pendongkrak performa khusus skutik-skutik keluaran Kymco bisa dipastikan jarang ada di pasaran. Tapi bukan berarti pengendara skutik asal Taiwan tersebut harus pasrah.
Biasanya pemilik motor tersebut akan mengubah bagian yang kurang nyaman tersebut. Kali ini masalah yang membuat kurang nyaman adalah masalah riding position.
[...] (http://gilamotor.com/2009/11/2039/) [...]
go..ducati..go stoner..!
Stoner emank
no one…
GassfuLL…
[...] sebuah café. Peserta yang ikut tentunya para anggota club Ninja 250R dari berbagai chapter. Selain nonton MotoGP bareng, jalan-jalan keliling kota pun biasa mereka lakukan, antara lain ke Ancol dan café-café [...]